ardi majoendah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:From ardi majoendah Wed Aug 18 06:18:49 2004 Date: Wed, 18 Aug 2004 06:18:49 -0700 (PDT) From: ardi majoendah Subject: Siaran Pers Koalisi Anti Utang: Mega Gugat IMF? To: [EMAIL PROTECTED]
Mohon diteruskan ke mailing list ekonomi-nasional. Terimakasih atas bantuannya. Siaran Pers Koalisi Anti Utang Bukan Penjadwalan Utang tetapi Penghapusan Utang Pemerintahan baru yang terbentuk melalui pemilu 2004 tidak bisa lagi mengandalkan penjadwalan utang seperi yang dilakukan pemerintah sebelumnya. Penjadwalan utang tidak akan mampu menyelesaikan krisis utang yang dialami Indonesia. Krisis utang yang dialami Indonesia sudah terlihat dalam APBN kita selama satu dekade ini. Pembayaran utang pada tahun anggaran 94/95 yang sudah berjumlah Rp 18,3 trilyun membengkak menjadi 99,2 trilyun pada tahun anggaran 2003. Proporsi anggaran untuk pembayaran utang itu jauh lebih besar dibandingkan alokasi untuk subsidi pupuk yang pada tahun anggaran 2003 hanya berjumlah Rp 1,3 trilyun. Porsi pembayaran utang sudah lebih besar 3294,46 % dari alokasi pemerintah untuk subsidi pupuk. Sementara belanja pembangunan pegawai hanya berjumlah Rp 65,1 trilyun pada tahun yang sama (2003). Parahnya lagi kita juga menyetor lebih besar dalam bentuk pembayaran utang lama dibanding penerimaan utang baru. Pada tahun 1997 utang yang mesti dibayar berjumlah Rp 29 trilyun sementara utang baru yang diterima hanya Rp 14 trilyun. Angka itu semakin menyedihkan pada tahun 2003 saat pembayaran utang sudah mencapai Rp 99 trilyun, utang baru yang diperoleh pemerintah hanya Rp 29 trilyun. Dikaitkan dengan IMF, maka lembaga inilah yang paling berkontribusi dalam mempengaruhi kebijakan alokasi APBN selama periode 1997-2003. Kontribusi terbesar IMF adalah utang dalam negeri pemerintah yang berjumlah Rp 650 trilyun untuk mensubsidi konglomerat melalui obligasi rekapitalisasi perbankan. Dalam konteks krisis utang tersebut, maka pernyataan Presiden Megawati Soekarnoputri dalam Pidato kenegaraan dan pengantar RAPBN 2005 di hadapan anggota DPR di Jakarta, Senin (16/8) hanyalah manufer politik menjelang pemilihan presiden putaran kedua bulan September nanti. Hal itu tampak dari pernyataan Presiden yang hanya menginginkan agar IMF menjadwal ulang utang Indonesia di luar komitmen Paris Club I-III untuk mengurangi cicilan utang-utang. Basa-basi politik itu semakin diperkuat dengan pernyataan Menteri Keuangan Boediono yang mengatakan bahwa Indonesia sudah di luar program IMF dan reschedulling hanya bisa pada saat Paris Club. Apalagi diikuti dengan ucapan terima kasih Presiden kepada Bank Dunia dan IMF, yang diakui sudah banyak membantu Indonesia. Padahal IMF jelas-jelas telah memberikan resep pemulihan ekonomi yang salah dan membuat Indonesia menuju jurang kebangkrutan. Seperti yang diungkapkan juga oleh analis ekonomi Independen Evaluation Office (IEO) IMF , Stephen Grenville, dalam IEO Background Paper: The IMF and the Indonesian Crisis, bahwa resep IMF yang mengandalkan kebijakan uang ketat, tingginya suku bunga bank, dan restrukturisasi perbankan telah gagal memulihkan perekonomian Indonesia. Dengan kenyataan itu, apabila Presiden serius ingin menggugat kesalahan IMF, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyingkirkan agen IMF ditubuh cabinet Gotong Royong. Tidak lain adalah para menteri di bidang ekonomi dan termasuk penasehat ekoomi Presiden. Kemudian langkah tersebut dilanjutkan dengan membentuk tim audit yang akan mengukur dampak dari kesalahan resep IMF terhadap perkonomian Indonesia. Hasil temuan audit ini bisa dibawa ke mahkamah internasional untuk menggugat pertanggungjawaban IMF. Dengan menempuh langkah-langkah tersebut, Presiden Megawati, tidak hanya menyelesaikan kekeliruan akibat tekanan IMF yang mendikte kebijakan pemerintah Indonesia. Lebih penting lagi, Presiden Megawati dapat pula mengadili para menteri yang selama ini membiarkan dan bahkan ikut mendesak Presiden agar mau menjalankan kebijakan yang salah tersebut. Hasil yang bisa kita peroleh-pun tidak hanya sebatas penjadwalan ulang pembayaran utang. Dengan memenangkan gugatan di mahkamah internasional Indonesia bias memperoleh penghapusan utang kepada IMF termasuk utang dalam negeri yang merupakan bagian dari kebijakan yang dipaksakan IMF. Kesungguhan Presiden Megawati untuk meminta pertanggungjawaban IMF semakin sulit dipercaya karena MPR justru sudah sejak lama meminta pemerintah mengakhiri kerjasama dengan IMF. Pemerintah sudah diminta untuk segera mengakhiri kontrak kerjasama dengan IMF oleh MPR melalui TAP MPR No. 5/2003. Namun akibat propaganda yang dilakukan Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro Jakti dan Menteri Keuangan Budiono beserta konco-konconya, pemerintah justru mengambil keputusan untuk menerima program pemandoran oleh IMF melalui Post Program Monitoring (PPM) yang akan berjalan sampai tahun 2010 yang akan datang. Apalagi bila kita merujuk pada pernyataan Menteri Keuangan Boediono bahwa ''Penjadwalan ulang pembayaran utang dilakukan ketika Indonesia masih mengikuti program IMF. Kini, selepas program IMF, Indonesia harus melakukan penyelesaian utang secara mandiri.'' Karena itu, pernyataan resmi Presiden itu memang hanya sekedar lips service dan masih perlu dibuktikan kesungguhannya. Apabila presiden memang bersungguh-sungguh, maka pernyataan dalam pidato tersebut harus diikuti dengan perubahan komposisi kabinet dibidang ekonomi termasuk penasehat ekonomi presiden. Kemudian presiden juga harus segera mengumumkan nama-nama pengganti mereka kepada masyarakat luas. Nama-nama tersebut tentunya bukanlah terdiri dari orang-orang yang memiliki paham yang sama dengan mereka yang ada sekarang ini. Orang-orang yang pantas menduduki jabatan dibidang perekonomian adalah mereka yang mengerti arti kedaulatan perekonomian bangsa. Bukan orang-orang yang berasal dari kelompok pemikiran yang dikenal dengan �MAFIA BARKLEY�. Tantangan buat Susilo Bambang Yudhoyono Bagi kandidat presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tidak bisa menganggap enteng keberadaan IMF. Apabila kandidat presiden ini tidak memiliki sikap yang tegas, maka musuh utama dalam menjalankan program-program yang dijanjikan dalam kampanye adalah IMF. Karena tanpa persetujuan dari IMF maka tidak ada kebijakan yang dapat berjalan dalam pemerintahan yang akan datang. Kondisi ini tidak lain karena kabinet bidang ekonomi di Pemerintahan Megawati telah membiarkan IMF menyandera kebijakan pembangunan, ekonomi dan fiskal pemerintah yang akan datang melalui PPM. Produk PPM, yaitu Inpres �white paper�, kalau dicermati tidak lain adalah keberlanjutan agenda letter of intent. Dengan demikian programnya adalah pencabutan subsidi, liberalisasi perdagangan dan sector keuangan, termasuk privatisasi BUMN. Keempat agenda Washington concensus itulah yang sebenarnya menjadi biang penderitaan rakyat selama ini. Apabila tidak ada respon yang tegas dari Susilo Bambang Yudhoyono, maka berarti kandidat presiden yang akan maju dalam putaran kedua pemilihan presiden bulan September mendatang masih akan meneruskan kebijakan dan agenda-agenda yang selama ini dimaui IMF. Dengan demikian akan sulit untuk meyakini bahwa pemilu presiden kali ini akan membawa perubahan dalam kondisi perekonomian bangsa yang sudah terpuruk sejak lama ini. Jakarta, 18 Agustus 2004 Kusfiardi Sekretaris Eksekutif Koalisi Anti Utang Jl. Tegal Parang Utara No. 14 Mampang Prapatan Jakarta Selatan 12790 Telp: 021 7919 3363-5 Fax : 021 794 1673 Email : [EMAIL PROTECTED] __________________________________ Do you Yahoo!? Yahoo! Mail is new and improved - Check it out! http://promotions.yahoo.com/new_mail Visit my daughter's homepage at: http://www.geocities.com/hana_hanifah7 --------------------------------- Do you Yahoo!? New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages! [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

