Nah, konsekwensinya film warkop juga harus ditarik dari peredaran dong bahkan semua film yang buka2an, film india bagaimana? goyangnya, lirikannya, pusarnya, buah dadanya yang segede pepaya...... digoyang kesanakemari....... jangan pilih kasih.... itu namanya bikin dounble standard...... Saya justru sangat sangat setuju aja kalau film2 itu dibuang sehingga kita ngga akan khawatir kalau meninggalkan anak2 kita sendirian menonton TV! Bukankah seharusnya sebagai orang yang memiliki "kelebihan" apapun kelebihan itu dan bila kita mengaku dewasa justru yang harusnya kita yang harus memiliki kemauan, komitmen, motivsi, untuk mengajarkan/menginformasikan bagaimana menjadi "penonton/pendengar" berita atau fim yang baik.... bahwa sebaik/sejelek apapun yang kita baca/tonton pasti memiliki nilai positif yang harus kita ambil.... melalui berita/film kita dapat mengarungi dunia, mengetahui/memperoleh pengalaman/pengetahuan, agar kehidupan kita menjadi lebih baik penuh ide, kreativitas dan menghasilkan sesuatu karya yang "positif" tentunya. Itu tugas berat bersama..... Apakah anda sudah menginformasikan hal2 "positif" tersebut ke anak anda, saudara, teman, murid, kolega?????? Sehingga mereka menjadi pembaca/penonton yang berkepribadian "smart".... Kebetulan saya hanya orang biasa yang mencoba membuka wacana itu [melalui lembaga pendidikan lingkungan yang saya didirikan] ke anak2 sekolah, ke teman2 mahasiswa yang ingin berbuat sesuatu, ingin mengetahui lebih banyak [walau tidak memiliki kemampuan untuk pergi melancong/sekolah ke LN] bahwa film/berita/bacaan merupakan jembatan kita untuk memperoleh itu [pengetahuan/ide] semua asal kita dapat menjadi penonton/pembaca yang "smart"..... Jadi ini bukan masalah kebenaran atau budaya, modernitas tidak dapat dibendung.... ini akan terjadi berulang-ulang.... Sebagai warga biasa, saya hanya dapat memberi "tameng" dengan menjadikan teman2 kita atau anak2 kita menjadi penonton yang "smart". Itu silent perjuangan yang tidak berarti karena kita tidak akan menjadi populer untuk hal ini..... Yang penting apakah kita mau hanya sebagai peng"kritik" atau berbuat sesuatu sambil mengkritik.... karena bangsa ini sudah kelelehan menelan kritikan...... yang diperlukan adalah orang-orang yang tidak hanya mengkritik. [apalagi hanya mengkritik tanpa menonton/membaca/memiliki bukti2/survei kuat dan perjuangan seperti ini rasanya selalu menjadi popular banyak orang melakukan hal ini bahkan temen2 aktivis].... tapi mencari orang2 yang memiliki kemauan, komitmen untuk mencoba membuat bangsa ini menjadi "smart" tidakdibodohi oleh tayangan/berita/orasi/provokator yang berlagak pahlawan dan menamakan dirinya mewakili "raky at".... Aulia Bunga Kenanga <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Crereng,
Disini saya bukan membahas masalah setuju dn tidak setuju ya, tapi saya cuma ingin nanya aja wabil khusus pada cewek-cewek gadis manja Indonesia: Apakah anda senang bila anda berjalan di muka umum itu, pusar anda kelihatan oleh orang lain? Dan bila nanti terjadi pemerkosaan, siapa yang salah dalam hal ini? Demikian saja, BK_ --- In [EMAIL PROTECTED], KPAI Jakarta <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Maaf ikut nimbrung.... > bukan bermaksud membela tapi dulu kita disuguhi film2 jaman rahayu efendi, film jampang/kepahlawanan tapi buka2an pahanya juga banyak dan vulgar tapi kok ngga ada yang protes, setelah itu kita disuguhi film warkop yang selalu ada adegan pantai/kolam renang dan bikin, kok juga ngga ada yang protes bahkan berulang-ulang ditayangkan di beberapa stasiun tv terutama kalau musim liburan puasa/lebaran/natalan..... giliran film BCG yang beberapa angle nya di tata artistik kok ribut.... Si AA itu dulu nonton film kompeni/jampang atu dono nggak ya?.... > Ini bukan masalah trend barat atau timur.... kalau kita mau jujur bangsa barat duluuuu sekali melihat kita sebagai barbar karena hanya memakai koteka, kemben, dlll yang pake baju tertutup kan bangsa melayu... sedangkan indonesia tidak semua melayu.... budaya barat sendiri ada yang sangat orthodok untuk cara berpakaian lihat fil barat zaman dahulu semuanya tertutup rapat!!!! yang membawa perubahan buka2an justru [mungkin saja perlu bicara dulu dengan ahli fashion nih] adalah budaya "kemben" jawa dan bali.... kadang2 kita suka menipu diri sendiri.... > Lihat saja sewaktu janet jackson tanpa sengaja "terbuka" dibagian dada... semua media/publik mngkritik tajam jadi ini bukan masalah budaya barat atau timur tapi masalah budaya modern.... > Maaf sekali lagi maaf.... kalau saya salah ucap, habis dari jaman adanya mentri wanita dulu didengungkan bahwa kita harus selalu mengutamakan budaya timur bila ada kontroversi soal "vulgar".... timur indonesia bahkan telanjang dada..... [papua] hahahaha > budaya mufakat itu ngga ada yang ada bunuh2an.... sejak kertanegara, majapahit, ken arok bunuh tunggul ametung, tidak ada pengambialihan kekuasan dengan ikhlas selalu lewat lengser atau perang...... > Aulia > > Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Bagaimana Indonesia disuruh tiru system USA, sedangkan lingkungan sosiobudayanya beda? Cukup kan bahwa gadis2 kita yang berambut hitam dan hidung rata rata tidak mancung mencat rambut menjadi pirang? > > > Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Lain ladang, lain belalang > Lain lubuk, lain ikannya > > > --- "Farishad I. Latjuba" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Film Indonesia Tanpa Sensor, Mungkinkah? > > oleh Ichwan Persada > > > > Kasus penarikan Buruan Cium Gue justru memunculkan > > pemikiran baru > > bagian sebagian kalangan. Mungkinkah film Indonesia > > beredar tanpa > > sensor? Misalnya dengan meniru sistem yang dianut > > Amerika, terkenal > > dengan MPAA Rating System itu. > > Selengkapnya di > > > http://www.layarperak.com/news/articles/2004/index.php?id=1093010952 > > > > *************************************** > > Web Administrator layarperak.com *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT --------------------------------- Yahoo! Groups Links To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

