23.08.2004
   
Seandainya ia masih hidup, hari Minggu besok tokoh
pembaru Cina, Deng Xiaoping genap berusia 100 tahun.
Deng yang meninggal tahun 1997, dan di jaman kekuasaan
Mao Zedong tidak berkutik 25 tahun lalu untuk
mengakhiri era revolusi kebudayaan untuk selamanya dan
merintis politik reformasi dan politik keterbukaan
Cina. Sejak itu disebut-sebut tentang perekonomian
pasar di bawah selubung "Sosialisme ala Cina", dimana
Deng menempatkan Ekonomi sebagai Panglima. Kemajuan
apa yang telah dicapai Cina sejak saat itu dan dimana
masih tetap terdapat kekurangan? Lalu, apakah Cina
dengan 1,3 milyar penduduknya akan menjadi negara
adidaya atau hanya sebuah negara besar yang rapuh di
segi politik?

Apakah dalam waktu dekat terjadi Kepemimpinan Adikuasa
di dunia? 

(Apakah Indonesia juga akan menyusul bahkan melampaui
Cina? Saya berharap demikian.)

======================================================
25 tahun pembaruan di Cina  

Oleh: Ranier Sollich

Bayangkan saja seandainya Leonid Breshnev pada
jamannya memutuskan untuk berpaling dari
ekonomi-sosialis-terkendali dan mempropagandakan
pembangunan sistem ekonomi kapitalis. Ia dan para
penggantinya membangkitkan semangat kaum muda Rusia
agar kuliah di negara-negara imperialis barat dan
kemudian mengatakan, itu sama sekali tidak berarti
berpaling dari tujuan komunisme, melainkan hanyalah
perkembangan yang khusus ditempuh oleh Uni Sovyet. 
Mungkin sulit dibayangkan tetapi boleh dikatakan sejak
25 tahun warga Cina dikelabui dengan cara demikian.
Pemimpin pembaruan Cina, Deng Xiaoping menyelamatkan
sekaligus mengubur sosialisme Cina dengan kalimat yang
patut diingat. Dikatakannya, "tidak peduli apakah
kucing itu putih atau hitam, yang penting dia
menangkap tikus". Dengan kata lain, sejak saat itu
semua yang mendatangkan keuntungan di segi enonomi
boleh dilakukan sehingga dengan demikian kekuasaan
partai juga terjamin. Partai Komunis Cina kini memang
memberikan kebebasan sehari-hari yang dulunya tidak
dapat dibayangkan, walaupun samapi sekarang penduduk
masih tetap tidak memiliki hak ikut menentukan arah
politik.
Dan Partai Komunis mengawasi sepenuhnya boom ekonomi
yang dikagumi oleh negara-negara barat, yang keamjuan
ekonomitersebut tidak ada kaitannya lagi dengan
keadilan sosial. Sebab boom ekonomi di Shanghai dan
Beijing dibebankan kepada penduduk di pedesaan yang
mencakup dua per tiga seluruh penduduk Cina. Dengan
diberlakukannya sistem ijin tinggal oleh kota-kota
besar maka penduduk desa dicegah datang ke kota. Para
petani Cina adalah kelompok yang dirugikan oleh
globalisasi. Pendapatan seorang petani selama setahun,
ibaratnya dapat saja dihabiskan oleh seorang manajer
di Beijing untuk sekali makan siang bersama
mitra-mitra bisnisnya.
Deng Xiaoping, yang hari Minggu besok genap berusia
100 tahun seandainya ia masih hidup, sekarang pun
masih tetap merupakan sosok kontradiksi di Cina.
Dialah yang menjadikan Cina sebagai lokasi produksi
dengan upah murah dan menjadi magnet bagi
perusahaan-perusahaan internasional namun sekaligus
dia juga yang pada tahun 1989, memerintahkan tentara
melepaskan tembakan ke arah mahasiswa yang tidak
berdaya dan demonstran lainnya.
25 tahun politik reformasi di Cina, artinya bangsa
yang secara tradisional merupakan bangsa pedagang 
akhirnya dapat melepaskan diri dari belenggu
perekonomian terkendali. Walaupun, masih belum
diketahui sejauh mana keberhasilan ekonomi di
kota-kota itu akan mengakibatkan masalah sosial di
tempat lain. 25 tahun pembaruan di Cina juga berarti,
bahwa intelegensia masyarakat Cina masih tetap
dilecehkan dan dikekang dengan slogan-slogan partai
dan gertakan nasionalis terhadap Taiwan. Dan hasrat
untuk meraih kesejahteraan boleh dikatakan merupakan
satu-satunya perekat yang mempertahankan keutuhan
masyarakatnya.
Setidaknya ada segi positifnya, yaitu bahwa Cina
semakin ikut memikul tanggungjawab internasional. Cina
menjadi negara yang dapat diperhitungkan tetapi untuk
menjadi sebuah negara kuat di dunia sejajar dengan AS
seperti yang diinginkan oleh para politisi Cina, hanya
akan dapat tercapai bila seluruh masyarakatnya
terlibat penuh di segi ekonomi dan terutama juga dapat
ikut berbicara di segi politik. Selangkah demi
selangkah menuju demokrasi tanpa membahayakan
stabilitas negeri, kiranya merupakan tantangan
terbesar bagi para ahli waris Deng Xiaoping.
Sayangnya, mereka nampaknya masih belum memulai
langkah tsb.
 



                
__________________________________
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages!
http://promotions.yahoo.com/new_mail 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke