Ini ditulis oleh Ade Armando, Dosen Komunikasi UI dan
anggota KPI:

===================================

FAKTOR RAAM
>
Laporan :ADE ARMANDO
>
> Film Buruan Cium Gue (BCG) diprotes dan diminta
ditarik dari peredaran. Sebagian pihak menganggap ini
sebagai pertanda menguatnya konservatisme cara
beragama di Indonesia. Memang, ada kesan bahwa
keberatan datang terutama dari kalangan beragama. Yang
datang ke LSF, mendatangi Kementerian Budaya dan
Pariwisata, serta melakukan kampanye ''boikot BCG''
adalah Aa Gym bersama rombongan yang di dalamnya ada
beberapa artis berjilbab. Begitu pula Majelis Ulama
Indonesia, beberapa rohaniawan Kristen dan Katolik,
bersuara.
>
> Pernyataan-pernyataan Aa Gym sendiri memang tampak
''menakutkan''. Ia misalnya menyamakan ''cium''
sebagai ajakan zina. Dalam pandangan saya, menafsirkan
gerakan protes itu sebagai bentuk ketertutupan
berpikir adalah salah besar. Kalau kita melihat
perkembangan film nasional, justru tampak kebebasan
berekspresi ditoleransi di negara ini. Misalnya ada
film Arisan yang mengandung muatan tema kontroversial
seperti homoseksualitas di masyarakat kota. Dalam film
populer seperti Ada Apa dengan Cinta (AADC)dan Novel
Tanpa Huruf R (NTHR), ditampilkan karakter dengan
latar belakang komunis. Bahkan NTHR, untuk derajat
tertentu, menggugat Tuhan. Film-film itu sepi protes.
>
> Begitu juga ciuman. Film remaja AADC dan Eifel I'm
in Love menampilkan adegan ciuman antarremaja. Ini
bukannya tidak sempat diributkan. Namun masyarakat
menoleransi itu, mengingat kewajaran konteks di mana
adegan itu dihadirkan. Dengan kata lain, masyarakat
menghormati ruang gerak para sineas selama kebebasan
berekspresi itu dituangkan dalam produk kreatif yang
tidak secara provokatif melecehkan tatanan nilai yang
dipercaya.
>
> Kondisi saling menghormati semacam itu sebenarnya
merupakan lahan subur bagi tumbuhnya produk-produk
budaya populer nasional yang mencerahkan. Para sineas
dengan leluasa mengekspresikan ide-ide kreatif yang
berkualitas, sementara masyarakat dengan rasa hormat
mendatangi gedung bioskop, atau membeli VCD original,
untuk menyaksikan, menikmati, dan belajar dari
karya-karya yang dilahirkan seniman Indonesia.
Masyarakat 
beragama Indonesia sudah menunjukkan bukti bahwa
mereka dengan senang hati terlibat dalam proses itu.
>
> Celakanya, selalu saja ada orang semacam Raam
Punjabi dengan Multivision-nya yang berpotensi
menghancurkan masa depan cerah ini. BCG adalah film
buruk, bukan saja karena secara teknis film itu memang
seutuhnya buruk, namun juga karena ia dengan begitu
saja menghancurkan kredibilitas film nasional yang
sedang dibangun dengan susah payah. BCG menjadi
semacam bukti yang meneguhkan proposisi bahwa bila
pembuat film dibiarkan bebas, ia akan memanfaatkan
kebebasan itu untuk mengeksploitasi selera rendah 
manusia.

BCG justru menjadi mesiu bagi mereka yang berkeras
bahwa kebebasan akan membawa mudharat bukan manfaat.
BCG meruntuhkan kepercayaan bahwa sineas memiliki dan
mendengarkan hati nurani.
>
> Jangan salah sangka. Raam bukanlah jenis manusia
yang dengan sengaja ingin menghancurkan Indonesia. Dia
sekadar pedagang yang tak mengenal etika. Buat Raam,
yang terpenting adalah ''dapat untung banyak''. Jangan
bicara soal tanggung jawab artistik, apalagi tanggung
jawab sosial. Karena, bagi pedagang sejenis Raam, pada
akhirnya yang menentukan kebahagiaan di dunia ini
adalah uang. Kalau untuk meraih keuntungan, Indonesia 
terpaksa dikorbankan, ya apa boleh buat.
>
> Dengan kata lain, kalau pada konteks tertentu, yang
akan menguntungkan secara finansial adalah sinetron
agama yang dibintangi Siti Nurhaliza, yang bersih dari
seks, kata-kata kotor, atau pameran kemewahan; Raam
tidak akan sungkan memproduksi sinetron sejenis itu.
Hanya saja, saat ini yang rupanya tebersit di pikiran
adalah gagasan dangkal untuk mengeksploitasi ciuman.
Kebetulan pula, ada sutradara, ada produser, ada
penulis skenario, ada deretan pemain yang punya cara
berpikir yang sama dangkalnya. Jadilah BCG.
>
> Protes terhadap BCG selayaknya dipahami secara
proporsional. Yang agak  menyedihkan sikap keras itu
secara terbuka sejauh ini baru ditunjukkan terutama
oleh kalangan agama. Padahal, BCG adalah produk yang 
> sebenarnya menghina bukan saja kesusilaan dan asas
kepantasan, namun juga akal sehat, selera beradab,
kesenian, dan film nasional.



                
_______________________________
Do you Yahoo!?
Win 1 of 4,000 free domain names from Yahoo! Enter now.
http://promotions.yahoo.com/goldrush


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke