Sejak hari Senin lalu dua kelompok pemberontak dari
kawasan krisis Darfur di sebelah barat Sudan dan
pemerintah Sudan mengadakan perundingan di ibukota
Nigeria, Abuja. Sejak satu setengah tahun berlangsung
aksi pembunuhan dan pembakaran di Darfur. Sekurangnya
50 ribu orang tewas, ratusan ribu penduduk terancam
kelaparan. Jumlah warga yang terusir dan pengungsi di
wilayah perbatasan ke negara tetangga di sebelah barat
-Chad, telah mencapai angka jutaan. Dari perundingan
di Abuja tidak dapat diharapkan banyak, mudah-mudahan
krisis Darfur segera selesai dengan cara yang baik dan
terhormat.
=======================================================
25.08.2004
Krisis di Darfur dan perundingan di Abuya dan Khartoum
Oleh: Heinrich Bergstresser
Kiranya apa yang digelar pada waktu bersamaan di
Khartum dan Abuya patut menjadi pelajaran bagi
diplomasi modern dan hubungan internasional. Para
pemimpin Uni Afrika - terutama Presiden Nigeria
Olusegun Obasanjo dan ketua Komisi Uni Afrika Alpha
Omar Konare bertindak sebagai mediator dalam
perundingan antara kedua kelompok pemberontak dan
delegasi tingkat dua dari pemerintah pusat di
Khartoum. Sementara ini Menlu Inggris Jack Straw tiba
di bekas koloni itu untuk mengumpulkan fakta.
Sebelumnya Sekjen PBB Kofi Anan, Menlu AS Colin Powell
dan Menlu Jerman Joschka Fischer telah melakukan hal
yang sama. Tampaknya bagi dunia barat, Afrika tidak
memainkan peran penting, padahal situasi di Darfur
sangat kritis. Di Darfur sedang terjadi tragedi
kemanusiaan yang berkembang dari konflik lokal dan
kini akan merembet ke negara-negara tetangga.
Masyarakat internasional telah memberikan reaksi �
paling tidak di permukaan saja. Sebab, kapan pernah
terjadi kasus seperti itu di mana para politisi dunia
terkemuka dan berpengaruh mengunjungi tempat di di
luar pusat-pusat kekuasaan. Tetapi apa hasilnya? Hanya
sangat sedikit. Sebab rupanya waktu di Afrika berjalan
amat lambat bahkan sama sekali berbeda. Perundingan
mengenai perang dan perdamaian, mengenai soal hidup
dan mati, tidak mengikuti pola dan peraturan diplomasi
modern. Tidak mengherankan, kalau banyak diplomat dan
pengamat barat frustrasi menyaksikan perkembangan atau
perundingan di Abuja dan Khartoum. Rupanya di sini
kekuasaan pribadi masih memainkan peran utama dan
siapa yang memegang pucuk pimpinan akan membelanya
mati-matian, kalau perlu dengan kekerasan akan melawan
siapa saja. Mengadakan kompromi, melepaskan posisi
yang tidak dapat dipertahankan, rupanya tidak dikenal
oleh para pemimpin politik di Afrika. Baru kalau sudah
berada di tepi jurang, para politisi Afrika bersedia
mengalah, namun caranya harus dengan cara terhormat
dan jangan sampai kehilangan muka. Proses seperti itu
akan memakan waktu, membutuhkan banyak waktu,
sementara ribuan warga telah tewas. Namun bagi
pimpinan elite di Afrika, tragedi kemanusiaan bukanlah
kriteria politik untuk bertindak cepat. Pola itu malah
diperkuat dengan hirarkhi konflik internasional. Sebab
dalam daftar prioritas, Afrika dan Sudan menduduki
tempat paling bawah. Dan karena di wilayah itu juga
tidak ada kepentingan bahan mentah atau minyak ,
masyakarat dunia merasa tidak perlu untuk bertindak
tegas dan keras. Malah dunia internasional berusaha
menyelesaikan konflik dengan cara "afrikanisasi"
dengan segala konsekuensi yang pahit dan tragis.
Proses pelajaran itu menyakitkan baik bagi Afrika
maupun bagi dunia internasional. Meski demikian
politik keamanan Afrika mulai bergerak meski sangat
lamban dan dengan mengorbanan rakyat yang tampaknya
penderitaannya belum mencapai titik puncaknya. Mungkin
baru setelah itu pimpinan politik di Afrika tidak
dapat memanfaatkan lagi, penderitaan rakyatnya untuk
kepentingannya.
__________________________________
Do you Yahoo!?
Y! Messenger - Communicate in real time. Download now.
http://messenger.yahoo.com
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/