Dari Notes Belajar Seorang Awam:



CERITA-CERITA KECIL UNTUK AGUK IRAWAN [20].


Mukaddimah Lekra


Apa bagaimana gerangan isi Mukaddimah Lekra yang dipandang  demikian  berbahaya oleh 
lawan-lawannya dan menyebabkan para seniman anggota-anggotanya jadi buruan, sasaran 
likwidasi fisik, dilempar ke penjara dan dikirim ke pulau pembuangan tanpa proses 
hukum apapun oleh kekuasaan yang menyebut diri Republik dan Indonesia? Sesudah keluar 
dari sarang siksa dan derita itu, mereka tetap disingkirkan, diawasi dan dicurigai?


Untuk jelasnya agar kau bisa membaca sendiri maka di bawah ini Mukaddimah tersebut 
kusalin ulang tanpa mengobah ejaannya. Setelah membacanya kuharap kau bisa memberikan 
komentar di mana bahayanya isi Mukaddimah Lekra ini. Dengan menyiarulang Mukaddimah 
ini [semestinya dokumen ini kumasukkan ke dalam  Annexes serie cerita ini], dan dengan 
membaca serta menelaahnya sendiri, kau tidak jadi pengikut "ilmu kuping" atau 
"dengar-dengaran" yang sering bersifat gunjing, latah dan jelas amat dangkal.Seniman 
yang adalah seorang pencari serius, kukira tidak ingin menggunakan "ilmu kuping", 
latah, dan suka bergunjing. Lekra "membakar buku", "Lekra pernah berkuasa", "Lekra 
organisasi kebudayaan berdarah","Lekra memalsukan sejarah", kukira adalah contoh dari 
ocehan latah dari para penggunjing sambil memasang di dahi merek seniman dan 
cendekiawan atau pun wartawan budaya.


Pada saatnya, aku ingin menguraikan isi Mukaddimah ini alinea demi alinea. Menyusul 
dokumen ini nanti aku juga akan memberimu dokumen pidato Andrei Zdanov di depan 
Kongres Pengarang-pengarang Uni Soviet pada 17 Agustus 1934. Pidato ini kukira perlu 
ditelaah jika kita ingin memahami realisme sosialis yang dikatakan jadi slogan Lekra, 
padahal pada kenyataannya Lekra tidak menggunakannya. Inipun ujud dari kelatahan di 
kalangan kita, kesukaan bicara tanpa tahu apa yang diucapkan. Bangga dengan kengawuran 
dan ketidaktahuan.

Inilah Guk, Mukaddimah Lekra itu yang kukutip dari "Dokumen Kita", Lampiran Khusus 
Majalah Kancah, Paris, No.10-X -1984.


Lembaga Kebudajaan Rakjat.  
Mukaddimah

Menyadari, bahwa rakjat adalah satu-satunya pentjipta kebudajaan, dan bahwa 
pembangunan kebudajaan, dan bahwa pembangunan kebudajaan Indonesia baru hanja dapat  
dilakukan oleh rakjat, maka pada hari 17 Agustus 1950 didirikan Lembaga Kebudajaan 
Rakjat, disingkat Lekra. Pendirian ini terjadi ditengah-tengah proses perkembangan 
kebudajaan jang sebagai hasil keseluruhan daja-upaja manusia setjara sadar untuk 
memenuhi, setinggi-tingginya kebutuhan hidup lahir dan batin, senantiasa madju dengan 
tiada putus-putusnja.


Revolusi Agustus 1945 membuktikan, bahwa pahlawan di dalam peristiwa bersedjarah ini, 
seperti halnja di dalam seluruh sedjarah bangsa kita, tiada lain adalah rakjat. Rakjat 
Indonesia dewasa ini adalah semua golongan di dalam masjarakat jang menentang 
pendjadjahan. Revolusi Agustus adalah usaha pembebasan diri rakjat Indonesia dari 
pendjadjahan dan peperangan, pendjadjahan dan penindasan feodal. Hanja djika panggilan 
sedjarah ini Revolusi Agustus terlaksana, djika tertjipta kemerdekaan dan perdamaian 
serta demokrasi, kebudajaan rakjat bisa berkembang bebas. Kejakinan tentang kebenaran 
ini menjebabkan Lekra bekerdja membantu pergulatan untuk kemerdekaan tanahair untuk 
perdamaian diantara bangsa-bangsa, di mana terdapat kebebasan bagi perkembangan 
kepribadian berdjuta-djuta rakjat.


Lekra bekerdja chusus dilapangan kebudayaan, dan untuk masa ini terutama dilapangan 
kesenian dan ilmu. Lekra menghimpun tenaga dan kegiatan seniman-seniman, 
sardjana-sardjana pekerdja-pekerdja kebudajaan lainnja. Lekra membantah pendapat bahwa 
kesenian dan ilmu bisa terlepas dari masjarakat. Lekra mengadjak pekerdja-pekerdja 
kebudajaan untuk dengan sadar mengabdikan daja-tjipta, bakat serta keahlian mereka 
guna kemadjuan Indonesia, kemerdekaan Indonesia, pembaruan Indonesia. 


Zaman kita dilahirkan oleh sedjarah jang besar, dan sedjarah bangsa kita telah 
melahirkan putera-putera jang baik dilapangan kesusastraan, senibentuk, musik, maupun 
dilapangan-lapangan kesenian lain dan ilmu. Kita wadjib bangga bahwa kita terdiri dari 
suku-suku jang masing-masingnja mempunjai kebudajaan jang bernilai. Keragaman bangsa 
kita ini menjediakan kemungkinan jang tiada terbatas untuk pentjiptaan jang 
sekaja-kajanja serta seindah-indahnja.


Lekra tidak hanja menjambut setiap sesuatu jang baru; Lekra memberikaan bantuan jang 
aktif untuk memenangkan setiap jang baru madju. Lekra membantu aktif perombakan 
sisa-sisa "kebudajaan" pendjadjahan jang mewariskan kebodohan,rasarendah serta watak 
lemah pada bangsa kita. Lekra menerima dengan kritis peninggalan-peninggalan nenek 
mojang kita, mempeladjari dengan saksama segala-gala segi peninggalan-peninggalan itu, 
seperti halnja  mempeladjari dengan saksama pula hasil-hasil tjiptaan kelasik maupun 
baru dari bangsa lain jang manapun, dan dengan ini berusaha meneruskan setjara kreatif 
tradisi jang agung dari sedjarah dan bangsa kita, menudju kepentjiptaan kebudajaan 
nasional jang ilmiah. Lekra menganjurkan kepada anggota-anggotanja, tetap djuga kepada 
seniman-seniman sardjana-sardjana dan pekerdja-pekerdja kebudajaan lainnja diluar 
Lekra, untuk setjara dalam mempeladjari kenjataan, dan untuk bersikap setia kepada 
kenjataan dan kebenaran.


Lekra mengandjurkan untuk mempeladjari dan memahami  pertentangan-pertentangan jang 
berlaku didalam masjarakat maupun didalam hati manusia, mempeladjari dan memahami 
gerak perkembangannja serta hari depannja. Lekra menganjurkan pemahaman jang tepat 
atas kenjataan-kenjataan didalam perkembangnnja jang maju, dan mengandjurkan hal itu, 
baik untuk tjara-kerdja dilapangan ilmu, maupun untuk pentjiptaan dilapangan kesenian. 
Dilapangan kesenian Lekra mendorong inisitatif, mendorong keberanian kreatif, dan 
Lekra menjetujui setiap bentuk, gaja ,dsb., selama ia setia kepada kebenaran dan 
selama ia mengusahakan keindahan artistik jang setinggi-tingginja.


Singkatnya, dengan menolak sifat anti-kemanusiaan dan anti-sosial dari kebudajaan 
bukan-rakjat, dengan menolak perkosaan terhadap kebenaran dan terhadap nilai-nilai 
keindahan. Lekra bekerdja untuk membantu pembentukan manusia baru jang memiliki segala 
kemampuan untuk memadjukan dirinja dalam perkembangan kepribadian jang bersegi banjak 
dan harmonis.


Di dalam kegiatan Lekra menggunakan tjara salinjg-bantu,saling-kritik dan 
diskusi-diskusi persaudaraan didalam masalah-masalah pentjiptaan. Lekra berpendapat, 
bahwa setjara tegas berpihak pada rakjat dab lengabdi kepada rakjat, adalah 
satu-satunja djalan bagi seniman-seniman, sardjana-sardjana maupun pekerdja-pekerdja 
kebudajaan lainnja untuk mentjapai hasil jang tahanudji dan tahanwaktu. Lekra 
mengulurkan tangan kepada  organisasi-organisasi kebudajaan jang lain dari aliran atau 
kejakinan apapun, untuk bekerdjasama dalam pengabdian ini.

[Disalin ulang dari "Dokumen Kita", Majalah Kancah, Paris, Lampiran Khusus NO.10, 
TH.X, 1984].



Kukira Guk, sari dari Mukaddimah di atas terletak pada bahwa "Lekra mengadjak 
pekerdja-pekerdja kebudajaan . Sedangkan hal-hal boleh dikatakan cara melaksanakan 
ajakan tersebut. Mukaddimah inilah yang dijadikan matapelajaran pokok dalam setiap 
sekolah Lekra dan membimbing kegiatan-kegiatan para seniman anggotanya. Ajakan "untuk 
dengan sadar mengabdikan daja-tjipta, bakat serta keahlian mereka guna kemadjuan 
Indonesia, kemerdekaan Indonesia, pembaruan Indonesia" memang menjadi demikian 
berbahaya hanya bagi pihak-pihak yang anti rakjat, tidak menginginkan "kemadjuan 
Indonesia, kemerdekaan Indonesia, pembaruan Indonesia". Ide dan kegiatan-kegiatan para 
seniman Lekra yang beginilah yang membuat mereka dibunuh, dikejar, dibuang, dipenjara 
,dikucilkan, dicurigai  dan dicerca sampai sekarang. Jika demikian maka pertanyaan 
yang tetinggal: Quo vadis sastra seni kita dan Indonesia?   



Paris, Agustus 2004.
-------------------
JJ.KUSNI

     
           
     
     





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke