Duhai Para Suami....

it is good for husband especilally for me..

Publikasi 29/05/2003 11:01 WIB
"Sebaik-baik kamu adalah orang yang paling baik
terhadap istri, dan aku adalah orang yang paling baik
diantara sekalian terhadap istri" (At-Turmudzi)

Suatu hari, dalam perjalanan pulang ke rumah.
Disela-sela kemacetan, saya melihat dengan
jelas,seorang lelaki dengan kasar menyuruh perempuan
yang sedang diboncengnya untuk turun dari motor.
Tampak sekali perempuan itu ketakutan. Air matanya
bercucuran, dengan gemetar hati-hati dia turun.
Rupanya yang menyebabkan lelaki itu kalap adalah
tangisan rewel sang bayi yang sedang digendong.
Setelah menumpahkan sumpah serapah pada perempuan tak
berdaya itu, dengan seenaknya dia pergi. 

Tinggallah perempuan itu kebingungan, menggendong bayi
mungil yang menangis tak kunjung berhenti. Dua ibu
dalam angkot yang sedang saya naiki, spontan turun.
"Sabar ya dek, biarin aja si keparat itu pergi" dengus
si ibu berbaju biru. "Adek mau kemana? Sekarang adik
pulang, kasihan anaknya nangis terus" kali ini ibu
yang berbaju hitam bertanya. Perempuan itu gemetar,
kelu lidahnya berujar "Ibu, boleh saya pinjam uang 500
untuk ongkos. Suami saya pergi begitu saja tanpa
memberi uang". Ibu-ibu tadi spontan membuka tas dan
memberinya uang. Dan air mata itu, melimpahi kami rasa
kasihan. 

Hari lain, dalam bis yang mengantarkan saya ke kampung
halaman. Di sebelah saya duduk perempuan sederhana,
berpakaian sangat sederhana tanpa bawaan yang berarti,
hanya mengepit tas kresek berwarna hitam. Tapi yang
tidak sederhana, sejak duduk tadi lirih mulutnya
berucap "Laa hawlaa Walaa Quwwata Illa billah". Dalam
kesempatan selanjutnya saya mengetahui ia sudah
berkeluarga dan mempunyai beberapa anak. Suaminya
menganggur, dan ia yang menanggung beban nafkah untuk
keluarga dengan menjadi buruh kasar di pasar
kebayoran. 

Tapi bukan itu yang membuat dia kurus kering dan
sakit-sakitan. Perilaku kasar suaminya yang sering
menganiaya dan melecehkannyalah yang membuatnya sangat
tersiksa. Tanpa risih dia memperlihatkan telapak
tangannya yang melepuh akibat banyak sundutan rokok.
"Masya Allah, ibu" refleks saya menutup mulut dengan
tangan kanan. Dia tertunduk, dan air mata itu,
tertumpah begitu mudah.

"Mbak, saya ditinggalin suami pas hamil 7 bulan". Dia
mulai bercerita. "Suami saya tertarik wanita lain yang
lebih cantik," tambahnya tanpa beban. Kini giliran
saya memandangnya lekat, seorang perempuan muda yang
tegar, hati saya membatin. Saya mengenalnya baru
beberapa bulan. Selama itu saya mengagumi pergulatan
hidupnya. Perempuan yang kuat, buktinya sekarang dia
membesarkan anak laki-lakinya yang berusia hampir
setahun seorang diri. Dia bekerja keras meski dengan
pekerjaan yang tidak sebanding dengan pengeluaran
untuk memenuhi kebutuhan si kecil.

"Kalau tidak ada anak ini, entahlah saya mungkin sudah
tinggal nama, mati bunuh diri," tambahnya. 
Saya kagum dengan ketegarannya, tapi ternyata dugaan
saya salah, beberapa menit kemudian ia terisak kecil
selanjutnya tersedu-sedu. Dan air mata itu, menganak
sungai dipipinya yang tak pernah terlihat dipoles
bedak.

Saya meyakini masih banyak fenomena tidak manusiawi
yang dilakukan para suami terhadap istri. Lihat saja
berita-berita di media massa, itu baru yang terekspos.
Padahal yang tidak muncul ke khalayak ramai pasti
lebih banyak lagi. Perlakuan tidak wajar bahkan
kekerasan suami terhadap istri bisa dikatakan
persoalan internal rumah tangga.

Sebuah aib, sehingga sang istri harus memaksakan diri
menelan bulat-bulat pil pahit perlakuan suaminya. Saya
pernah melihat seorang ibu yang pura-pura bilang baru
jatuh dari kamar mandi hingga memar cukup serius di
muka tirusnya, padahal banyak orang tahu dia baru saja
dihajar sang suami tercinta.

Apa yang menyebabkan suami begitu tega terhadap
istrinya? Menurut saya, suami yang demikian tidaklah
gentle, karena ia berani hanya pada seorang perempuan.
Perempuan yang seharusnya ia lindungi. Perempuan yang
seharusnya mendapatkan perlakuan yang baik karena
telah begitu banyak berjasa. Istri adalah perempuan
yang mengandung anaknya dengan susah payah dalam
hitungan waktu yang tidak sebentar, setelah itu
mempertaruhkan nyawa untuk proses melahirkan. Istrinya
yang menyediakan makanan untuk seluruh keluarga,
bahkan mungkin menyediakan telinga untuk menjadi
pendengar yang baik, menyediakan stock kata-kata yang
menghibur ketika suami mendapatkan masalah, bahkan
mungkin solusi. 

Apakah ada alasan setelah istri berbuat yang terbaik
untuk keluarganya mendapatkan perlakuan yang
sewenang-wenang? 

Kepada para suami, ingatlah istri adalah sesuatu yang
istimewa. Sayangilah ia, karena ia adalah penyejuk
mata, pembangun rumah tangga yang menjelma surga.
Bimbinglah istri dengan lemah lembut, karena ia
dicipta dengan banyak anugerah mulia. Jangan pernah
mencampakkan istri, untuk kondisi apapun, karena ia
adalah ibu dari anak-anak yang kau bina secara
bersama. Ibu adalah madrasah pertama bagi
anak-anaknya, jangan pernah meruntuhkan madrasah
pembentuk karakter bangsa. 

Sayangi ia, karena ibumu juga istri dari suami yang
menyayangi. Tersenyumlah untuk segala hal yang ia
persembahkan kepadamu. Berjanjilah untuk tidak
membuatnya mengeluarkan air mata-air mata kedukaan.
Tirulah Rasulullah yang selalu berbuat baik kepada
para istrinya. 

Dalam hadistnya beliau menekankan "Sebaik-baik kamu
adalah orang yang paling baik terhadap istri, dan aku
adalah orang yang paling baik diantara sekalian
terhadap istri" (At-Turmudzi), Bahkan beliau pernah
bersabda: "Barang siapa yang menggembirakan seorang
wanita (istri), seakan-akan menangis karena takut
kepada Allah. Barangsiapa menangis karena takut kepada
Allah, maka Allah mengharamkan tubuhnya dari neraka". 

Wallahu a'lam...


=====

Wassalam


                
__________________________________
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages!
http://promotions.yahoo.com/new_mail 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke