26 Agustus 2004 15:41

  
  Menelusuri Kebocoran Minyak di Depo Plumpang (1)
  Setiap Bertemu Karyawan Berarti Uang Keluar

  Pengantar:

  MENTERI BUMN Laksamana Sukardi mengusung tekad membabat mafia minyak.

  Beberapa direksi Pertamina telah diganti. Sebenarnya, siapa mafia minyak
  itu? Bagaimana jaringannya bekerja? Media menelusuri Unit Instalasi
  Pengisian III PT Pertamina, Depo Plumpang, Tanjung Priok, Jakarta
  Utara,dan menemukan permainan secara terbuka. Artinya, kebocoran minyak
  sudah biasa dari dulu. Laporan tersebut ditulis berseri.

  Pada 31 Juli 2004, harian ini mengungkapkan terjadi kebocoran bahan
  bakar minyak (BBM) minimal 100.000 liter per hari di Unit Instalasi
  Pengisian III PT Pertamina, Depo Plumpang. Modusnya, sangat sederhana,
  sebanyak 56 dari 88 master pompa BBM di depo tersebut tanpa tera.

  Karena pengisian dilakukan tanpa alat ukur, berapa pun dikeluarkan dari
  depo, tidak ada yang tahu. Kenapa bisa terjadi demikian, tentu banyak
  sekali orang berkepentingan atas kebocoran tersebut. Pejabat Pertamina
  tidak merasa dirugikan karena memang negara yang harus menanggung semua
  kebocoran itu. Angka 100.000 liter tersebut diperkirakan sangat
  minimalis jika dihitung fakta di lapangan. Setiap hari sekurangnya 1.500
  truk mengisi BBM ke Depo Plumpang. Jika per truk kelebihan 200 liter
  saja maka kebocoran mencapai 300.000 liter per hari.

  Jika BBM tersebut jenis premium maka per hari dari Depo Plumpang saja
  negara dirugikan Rp540.000.000. Berapa depo yang ada di Indonesia?

  Supaya terlihat bahwa Pertamina peduli dengan laporan tersebut,petugas
  keamanan setempat langsung melakukan penertiban. Hari pertama dan kedua
  petugas terlihat sangat teliti memeriksa setiap pengisian ke truk
  tangki.

  Hari ketiga dan keempat, masih ada. Seminggu kemudian, tidak terlihat
  batang hidungnya. Situasi kembali normal seperti sedia kala tanpa tera.

  Herry, seorang pemuda yang hidup dari mengambil sisa minyak truk tangki
  di Plumpang, mengaku setiap ada laporan pers, pihak Pertamina memang
  langsung tanggap.

  "Tetapi, hanya untuk seminggu. Setelah itu, semua berjalan seperti
  semula. Sopir kembali mendapat BBM lebih walaupun jumlahnya tidak
  sebanyak dulu, yang penting, pegawai pengisian masih mendapat uang dari
  para sopir," tuturnya.

  Yang mendapat BBM melebihi delivery order (DO) umumnya sopir truk tangki
  solar dan premium. Sedangkan truk tangki minyak tanah, agak sulit
  mendapatkan BBM lebih, sebab harganya agak murah.

  Herry yang kesehariannya bergaul dengan para sopir truk tangki
  mengungkapkan saat ini hampir semua truk tangki pengangkut solar dan
  premium, dilengkapi alat untuk mencuri BBM.

  Alat untuk mencuri Jika sopir tidak mendapatkan BBM lebih dari depo,
  mereka akan mencurinya pada saat BBM disuplai ke pom bensin (SPBU). Para
  sopir telah memasang alat yang dapat menghentikan suplai BBM dari dalam
  tangki, walaupun keran dibuka, sehingga pegawai SPBU mengira BBM telah
  habis disalurkan ke penampungan. Padahal, di dalam tangki masih terdapat
  sekitar 200 liter lebih.

  Alat tersebut dipasang para sopir tangki baru-baru ini menyusul ancaman
  Laksamana Sukardi yang akan membabat mafia perminyakan. Agar penghasilan
  tidak berkurang, sopir ramai-ramai pasang alat. Tombolnya dipasang di
  dekat sopir. Warnanya merah dan hijau. Harga alat tersebut Rp3 juta.

  Wawan yang bekerja sebagai kernet mobil tangki premium tertawa ketika
  ditanya apakah kebocoran BBM terjadi dalam enam bulan terakhir
  sebagaimana laporan penyidik Polda Metro Jaya. Menurutnya, praktik
  'memiskinkan' negara itu sudah berlangsung lama dan sangat lama.

  Uang yang dikeluarkan sopir setiap pengisian di depo Plumpang
  bervariasi, dari Rp80 ribu sampai Rp100 ribu. "Kalau sisipkan Rp80 ribu,
  kelebihan minyaknya bisa sampai dua drum," katanya.

  Setiap kali berhubungan dengan pegawai depo, sopir selalu mengeluarkan
  uang, walaupun cuma Rp1.000. Truk yang ingin parkir di antrean depan
  harus memberikan uang minimal Rp20 ribu dari biasanya Rp50 ribu kepada
  satpam.

  Jika sopir mendapat lokasi parkir jauh dari pintu masuk, tarifnya lebih
  murah. Sopir itu akan lama menunggu giliran. Ketika mengambil DO dan
  surat-surat lainnya, sopir lagi-lagi memberikan uang kepada petugas
  berkisar Rp10 ribu-Rp20 ribu.

  Sesuai aturan, setiap masuk ke depo, kondisi tangki truk harus diperiksa
  dengan teliti. Namun, hal tersebut bisa dilalui dengan membeli blangko
  kosong seharga Rp20 ribu dan ditempelkan di kaca depan, sebagai bukti
  bahwa truk sudah diperiksa oleh pegawai depo.

  Truk lalu menuju tempat pengisian BBM. Di sini sopir akan bernegosiasi
  dengan operator pompa supaya BBM diisi melebihi DO. Untuk ini, harga
  tergantung kelebihannya, jika sampai penuh bisa Rp40 ribu. Sebelum
  keluar dari Depo, petugas akan memeriksa kelebihan BBM dalam tangki.
  Caranya, mengukur jarak permukaan minyak dengan garis indikator yang
  menunjukkan kapasitas maksimum tangki. Biasanya dalam cm dan setiap cm
  ada harganya, walaupun tidak tertulis secara baku.

  Jumlah dana yang dikeluarkan sopir belum termasuk uang yang diberikan
  kepada setiap satpam yang dilalui. Biasanya satpam yang menjaga di
  setiap gerbang mendapat Rp1.000-Rp2.000, tergantung posisinya.

  Jika sopir mau jujur dan ikut prosedur, uang yang dikeluarkan memang
  sedikit, tetapi tetap tidak gratis. "Sejujur-jujurnya sopir pasti akan
  mengeluarkan uang dalam setiap kali pengisian BBM," jelas Wawan yang
  mengaku lelah melihat permainan tersebut. (*/J-1)

  dari Media Indonesia, Kamis, 19 Agustus 2004



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke