Keistimewaan Tauhid dan Dosa-dosa yang Diampuni
Karenanya
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab 


--------------------------------------------------------------------------------
Firman Allah Ta'ala:
"Orang-orang yang beriman dan tidak menodai iman
mereka dengan kedhaliman (syirik) mereka itulah
orang-orang yang mendapat ketenteraman dan mereka itu
adalah orang-orang yang menepati jalan hidayah."
(Al-An'am: 82) 
Iman yaitu ucapan hati dan lisan yang disertai dengan
perbuatan, diiringi dengan ketulusan niat Lillah dan
dilandasi dengan berpegang teguh kepada sunnah
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. 

Syirik disebut kedhaliman, karena syirik adalah
perbuatan menempatkan sesuatu ibadah tidak pada
tempatnya dan memberikannya kepada yang tidak berhak
menerimanya. 

'Ubadah ibn Ash-Shamit radhiyallahu 'anhu, menuturkan:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Barangsiapa bersyahadat bahwa tidak ada sesembahan
yang hak selain Allah saja, tiada sekutu bagi-Nya, dan
Muhammad adalah Hamba dan Rasul-Nya; dan (bersyahadat)
bahwa 'Isa adalah hamba Allah, Rasul-Nya dan
kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam serta
ruh daripada-Nya; dan (bersyahadat pula bahwa) surga
adalah benar adanya dan neraka-pun benar adanya; maka
Allah pasti memasukkannya ke dalam surga betapapun
amal yang diperbuatnya." (HR Bukhari Muslim) 

Syahadat ialah persaksian dengan hati dan lisan,
dengan mengerti maknanya dan mengamalkan apa yang
menjadi tuntutannya, baik lahir maupun batin. 

Bukhari dan Muslim meriwayatkan pula hadits dari
'Itban: "Sesungguhnya Allah mengharamkan kepada neraka
orang yang berkata: Laa ilaha illa Allah (Tiada
sesembahan yang hak selain Allah), dengan ikhlas dari
hatinya dan mengharapkan (pahala melihat) Wajah
Allah." 

Diriwayatkan dari Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu,
bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda: "Musa berkata: Ya Tuhanku, ajarkanlah
kepadaku sesuatu untuk berdzikir dan berdo'a
kepada-Mu. Allah berfirman: Katakanlah hai Musa: "Laa
ilaha illa Allah". Musa berkata lagi: Ya Tuhanku,
semua hamba-Mu mengucapkan ini. Allah pun berfirman:
Hai Musa, andaikata ketujuh langit dan penghuninya,
selain Aku, serta ketujuh bumi diletakkan pada salah
satu daun timbangan, sedang Laa ilaha illa Allah
diletakkan pada daun timbangan yang lain, maka Laa
ilaha illa Allah niscaya lebih berat timbangannya."
(Hadits riwayat Ibnu Hibban dan Al-Hakim dengan
menyatakan bahwa hadits ini Shahih) 

At-Tirmidzi meriwayatkan hadits, yang dinyatakan
hasan, dari Anas: Aku mendengar Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda: "Allah Ta'ala berfirman:
Hai anak Adam, seandainya kamu datang kepada-Ku dengan
dosa sepenuh jagad, sedangkan kamu ketika mati berada
dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikitpun
kepada-Ku, niscaya akan Aku berikan kepadamu ampunan
sepenuh jagad pula." 

Kandungan dalam tulisan ini: 

Luasnya karunia Allah Ta'ala. 

Banyaknya pahala tauhid disisi Allah Ta'ala. 

Selain itu, tauhid menghapuskan dosa-dosa. 

Tafsiran surah Al-An'am ayat 82, menunjukkan
keistimewaan tauhid dan keuntungan yang diperoleh
darinya dalam kehidupan dunia dan akhirat; dan
menunjukkan pula bahwa syirik adalah perbuatan zhalim
yang dapat membatalkan iman jika syirik itu akbar
(besar) atau mengurangi iman jika syirik itu ashghar
(kecil). 

Perhatikan kelima masalah yang tersebut dalam hadits
'Ubadah. 

Apabila anda mempertemukan hadits 'Ubadah, hadits
'Itban dan hadits sesudahnya, akan jelas bagi anda
pengertian kalimat "Laa ilaha illa Allah" dan jelas
pula kesalahan orang-orang yang tersesat karena hawa
nafsunya. 

Perlu diingat persyaratan yang dinyatakan di dalam
hadits 'Itban yaitu ikhlas semata-mata karena Allah
dan tidak mempersekutukan-Nya. 

Para nabi perlu diingatkan pula akan keistimewaan "Laa
ilaha illa Allah" 

Bahwa Laa ilaha illa Allah berat timbangannya
mengungguli berat timbangan seluruh makhluk, padahal
banyak diantara orang yang mengucapkan kalimat
tersebut ringan timbangannya. 

Dinyatakan bahwa bumi itu tujuh, seperti halnya
langit. 

Langit dan bumi ada penghuninya. 

Menetapkan sifat-sifat Allah, berbeda dengan pendapat
Asy'ariyah yaitu salah satu aliran teologis, pengikut
Syaikh Abul Hasan Ali bin Ismail Al-Asy'ary (260-324H
= 874-936M). Dan maksud penulis disini ialah
menetapkan sifat-sifat Allah sebagaimana disebutkan
dalam Al Qur'an dan Sunnah. Termasuk sifat yang
ditetapkan adalah kebenaran adanya Wajah bagi Allah,
mengikuti cara yang diamalkan kaum Salaf Shaleh dalam
masalah ini, yaitu: mengimani kebenaran sifat-sifat
Allah yang dituturkan oleh Al Qur'an dan Sunnah tanpa
tahrif, ta'thil, takyif, dan tamtsil. 
Adapun Asy'ariyah dalam masalah sifat yang seperti
ini, sebagian mereka ada yang menta'wilkannya
(menafsirinya dengan makna yang menyimpang dari makna
yang sebenarnya) dengan dalih bahwa hal tersebut
apabila tidak dita'wilkan bisa menimbulkan tasybih
(penyerupaan) Allah dengan makhluk-Nya. 

Akan tetapi, perlu diketahui bahwa Syaikh Abul Hasan
Al Asy'ary sendiri dalam masalah ini telah menyatakan
berpegang teguh dengan madzab salaf shaleh,
sebagaimana beliau nyatakan dalam kitab yang ditulis
diakhir masa hidupnya, yaitu Al-Ibanah 'An
Ushulid-Diyanah (editor: Abdul Qadir Al-Arna'uth,
Beirut: Maktabah Dar Al-Bayan, 1401 H), bahkan dalam
karyanya ini beliau mengkritik dan menyanggah tindakan
ta'wil yang dilakukan orang-orang yang menyimpang dari
madzhab Salaf. 


Apabila anda memahami hadits Anas, anda akan tahu
bahwa sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
dalam hadits 'Itban maksudnya ialah dengan tidak
melakukan perbuatan syirik sedikitpun, bukan sekedar
mengucapkan kalimat tauhid dengan lisan saja. 

Perhatikanlah perpaduan sebutan Hamba Allah dan
Rasul-Nya dalam pribadi Nabi 'Isa dan Nabi Muhammad
shallallahu 'alaihi wa sallam. 

Mengetahui keistimewaan Nabi 'Isa sebagai kalimat
Allah, maksudnya yaitu bahwa Nabi 'Isa diciptakan
Allah dengan firman-Nya "Kun" (jadilah) yang
disampaikan-Nya kepada Maryam melalui Malaikat Jibril.


Mengetahui bahwa Nabi 'Isa adalah ruh diantara ruh-ruh
yang diciptakan-Nya. 

Mengetahui keistimewaan iman kepada kebenaran adanya
surga dan neraka. 

Mengetahui sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam: "betapapun amal yang telah diperbuatnya". 

Mengetahui bahwa timbangan mempunyai dua daun. 

Mengetahui kebenaran adanya Wajah bagi Allah Ta'ala. 
Dikutip dari buku: "Kitab Tauhid" karangan Syaikh
Muhammad bin Abdul Wahhab.
Penerbit: Kantor Kerjasama Da'wah dan Bimbingan Islam,
Riyadh 1418 H. 
http://www.assunnah.or.id/artikel/tauhid/3tauhid.php

=====
Visit my daughter's homepage at:
http://www.geocities.com/hana_hanifah7


                
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - You care about security. So do we.
http://promotions.yahoo.com/new_mail


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke