Rekan-rekan milis Yth,
Dalam beberapa hari ini, milis nasional ppiindia
sedang diliputi "musibah" yg memprihatinkan kami -
para moderator. Musibah ini berawal dari sebuah
posting kontroversi yg dikirim oleh seorang member.
Posting apa itu? Tentu saja mudah diduga posting
apalagi yg bisa memancing kekeruhan, nafsu, passion,
anger para member lain kecuali posting menyangkut
agama tertentu?
Maka mudah diduga, terjadilah attack dan
counter-attack, insult dan counter-insult. Agama,
siapapun tahu, adalah 'way of life', 'the soul and
heart', bahkan 'life in itself' bagi para pemeluknya.
Karena itu, tidak ada topik atau isu paling sensitif
--online atau offline-- selain topik/isu agama.
Dari situlah kami memahami betapa perlunya kita --
member milis ini -- menghindari sekuat mungkin dan
melakukan self-restrain, godaan untuk memposting atau
merespons topik/isu yg berkaitan dg agama. Begitu
juga, menghindari sebisanya menghubungkan suatu
fenomena sosial/politik/ekonomi dg agama apalagi dalam
bentuk penghinaan/pelecehan atas agama tertentu.
Percayalah, penghinaan/pelecehan pada agama tertentu
tidak akan membuat agama yg kita anut menjadi lebih
'agung' dan pemeluknya menjadi lebih 'bergengsi'.
Kami memaklumi, terkadang terjadi seorang member baru
yg belum mengetahui spirit nasionalisme dan pluralisme
di milis ini, khilaf memposting topik2 sensitif i.e.
topik agama. Tapi kami tentu saja tidak akan
mentolerir lagi -- from now on -- posting2 serupa yg
dikirim oleh member lama.
Spirit pluralisme, nasionalisme dan keinginan kuat
milis ini untuk menjadi "miniatur kebhinnekaan
Indonesia" begitu jelas dan gamblang tersurat di
catatan kaki setiap posting. Namun, masih tidak jarang
terjadi "kekhilafan-kekhilafan" yg dilakukan member.
Apakah ini menggambarkan juga realitas di lapangan
bahwa ternyata, ketika menyangkut urusan agama, kita -
bangsa Indonesia, memang sulit terkendali dan bersikap
bijak?
Apakah ini menunjukkan gambaran realitas di lapangan
adanya kecenderungan dalam diri para pemeluk agama di
Indonesia untuk selalu mencari-cari kesalahan,
kenaifan dan kelemahan agama lain dalam rangka untuk
memenuhi "hasrat kepuasan" dalam diri kita bahwa
ternyata agama yg kita anut yg lebih baik?
Iya atau tidak, itu tidak penting bagi kami. Yg paling
signikan, dalam hemat kami, adalah bagaimana kita
dapat membedakan antara berbicara "di depan publik" dg
ketika berbicara "dalam lingkungan kita sendiri". Kami
kira, kalau kita belum bisa bersikap "fair" secara
tulus terhadap agama/pemeluk-agama lain, minimal kita
dapat bersikap manis atau "pura-pura bijak" ketika
kita berbicara di tengah-tengah kerumunan rakyat
Indonesia dg berbagai kultur dan agama yg berbeda;
sebagaimana halnya ketika kita berbicara di milis ini.
Kami sangat menghormati dan menghargai rekan-rekan
member yg bijak dan tidak ikut terpancing dg "perang
argumen" isu agama. Kami ucapkan terima kasih dan
apresiasi yg mendalam. Kami juga berterima kasih dan
apresiatif terhadap para member yg sangat aktif
menuliskan ide-idenya dg brilian di milis ini, dan
kami memaklumi apabila terkadang Anda "khilaf" ketika
membahas soal agama. Semoga, "musibah" yg terjadi
beberapa hari belakangan ini menjadi pelajaran dan
hikmah bagi kita semua. Tidak ada yg lebih indah dari
perdamaian dan rekonsiliasi, bahkan Hitler pun
memimpikan untuk hidup damai. Hidup sudah susah, kata
Bung Satrio, tidak perlu diperumit lagi. :)
Saya pribadi juga ingin minta maaf pada Bung Reza, yg
postingnya soal sekolah di India, belum sempat
terjawab. Sekedar diketahui bahwa moderator milis ini
tidak hanya di India, tapi juga ada di Amerika, Eropa
dan Tanah Air. Pertanyaan yg tipikal India tentu saja
akan dijawab oleh moderator yg di India. Akan tetapi,
belakangan ini kami yg di India lagi disibukkan oleh
berbagai kegiatan kampus dan organisasi, termasuk di
antaranya sedang dalam tahap pembuatan situs baru yg
sebentar lagi akan bisa terakses oleh Anda semua.
Apabila situs ini sudah rampung, maka pertanyaan
seputar pendidikan di India akan bisa diakses melalui
situs tersebut. Sehingga tidak lagi terjadi
pengulangan jawaban dari pertanyaan yg sama. Harap
sedikit sabar.
Last but not least, mengutip ucapan Mas Anton Hartomo,
"mari kita mulai hidup baru, dg visi baru dan
pemahaman baru tentang how and what to talk and
what/how not to talk. :)
salam hangat dan damai,
a.n. Moderator Milis Nasional PPI-India
=====
Mario Gagho
Political Science,
Agra University, India
__________________________________
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - 100MB free storage!
http://promotions.yahoo.com/new_mail
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/