From: Ki Segoro Alas <[EMAIL PROTECTED]>
Date:  Fri Nov 21, 2003  9:26 pm 
Subject:  [temu_eropa] Fwd: [pergerakan-indonesia] essay ttg model kepemimpinan Budiman

Essay tentang Model kepemimpinan Budiman

Oleh : Lanie Siahaan

BAB I. PENDAHULUAN

Kepemimpinan boleh jadi bukan sesuatu hal yang rumit jika kepemimpinan itu
bisa membuat orang senang dan puas. Kepemimpinan memang tidak dinilai dari
gelar yang disandang, tapi bisa diukur dari kepuasaan orang banyak yang
dipimpin.Namun bagaimana halnya jika kepemimpinan itu mendatangkan deraian
air mata bagi masyarakat? Apa yang akan terjadi? Haruskah membisu? Bukankan
seorang pemimpin adalah orang yang dapat dipercayai oleh publik?.
Demikianlah ungkapan pertanyaan yang muncul saat kepemimpinan presiden
Suharto di Indonesia.Namun ada juga sebagian rakyat yang mempunyai pengert
ian bahkan, menganggap bahwa kepemimpinan pada saat itu sangat berjalan
dengan baik, damai, dan tertib. Demonstrasi menentang tirani ditafsirkan
oleh sebagian orang sebagai ketidakpatuhan dan cenderung dimaknai
pelakunya sebagai lawan dan musuh pemerintah. Kepemimpinan yang powerful
dan otoriter mengakibatkan gelembung ekonomi, korupsi dan kekerasan terus
berjalan tiada taranya hanya menyebabkan berjuta rakyat bersimbah luka ,
lapar, haknya dirampas, tergusur dan menderita.

Jika anda berhasil membohongi orang banyak setiap saat, JANGAN senyum dulu,
karena tidak semua orang yang bisa anda bohongin setiap saat, ujar Abraham
Lincoln1 Kutipan tersebut ternyata kurang lebih sama terjadi di Indonesia.
Benih benih menentang tirani di kalangan generasi muda mulai bangkit .
Suara kaum yang termarginal dan menjadi victim[1] oleh penguasa,
menimbulkan kesadaran tentang telah pudarnya demokrasisasi oleh struktur
yang tidak adil di Indonesia. Keinginan untuk membebaskan rakyat dan
membela haknya terdengar melalui gegap gempita dalam satu suara dengan
sebutan Pembebasan pada awal 1990-an .

Tokoh muda bangkit menyuarakan perubahan dinamis dalam kepemimpinan di
Indonesia yang diawali oleh Budiman Sudjatmiko dengan teman-temannya
melalui bendera PRD( Persatuan Rakyat Demokratik), yang mulai mengusik
kepemimpinan di Indonesia dengan pembela bagi rakyat kecil dan buruh, yang
mana haknya dirampas. Figur kepemimpinannya adalah anti fasisme
yaitu mengutamakan kedaulatan rakyat dengan dasar kemanusiaan dan keadilan.

Profil kepemimpinan Budiman Sudjatmiko menjadi berita yang hangat,
khususnya dikalangan mahasiswa/ angkatan muda dan masyarakat. Kehadiranya
menimbulkan kontroversial dalam pencaturan politik Indonesia. Tidak heran
bengitu banyak sebutan atas dirinya seperti Tokoh Revolusioner dan Anarkis.
Namun dia tidak kalang kabut menghadapi semuanya. Meskipun pemerintah
melarang perjuangannya, bahkan menjebloskan dirinya ke penjara, dia tetap
maju. Hati nuraninya tetap bergelora bangkit mencoba membela masyarakat
yang tertindas. Keberanian dan kompromistis membuat dia mampu mendobrak
kebekuan kepemimpinan pada masa orde baru. Berlatar- belakang hal tersebut
di atas, membuat penulis mencoba menelaah kepemimpinannya yang mana
hasilnya diharapkan akan berguna sebagai salah satu topik dalam penerapan
School Democracy dimana penulis bekerja.

Untuk memperoleh data yang akurat tentang profil kepemimpinanya, penulis
melakukan melalui library research dengan melihat dan menganalisa pendapat
para tokoh nasional maupun pengamat internasional seperti Pramoedya Ananta
Toer, Herbert Freith, beberapa pendapat lain yang dimuat majalah berupa
artikel dan serta wawancara dengan Budiman Sudjatmiko. Hal itu dilakukan
dengan pertimbangan bahwa belum ada satupun buku yang secara lengkap
memuat kepemimpinan Budiman Sudjatmiko serta keterbatasan waktu yang
relatif singkat. Dalam makalah ini, penulis membatasi permasalahan hanya
difokuskan pada gaya kepemimpinan Budiman Sudjatmiko dengan aplikasi Style
Approach2, yaitu suatu pendekatan gaya dalam kepemimpinan.

Topik topik pembahasan dalam makalah meliputi:

1. Pendahuluan
2. Budiman Sudjatmiko:
a. Biografi singkat
b. Biarkan Sejarah Berbicara
3. Kepemimpinan Budiman Sudjatmiko
a. Gaya Kepemimpinan ( Style Approach)
b. Budiman Sudjatmiko dan Gaya Kepemimpinannya
4. Analisa Kepemimpinan Budiman Sudjatmiko
5. Rangkuman Kepemimpinan Budiman Sudjatmiko



BAB II. BUDIMAN SUDJATMIKO

A) SEBUAH BIOGRAFI SINGKAT

Untuk memperoleh informasi yang akurat mengenai sosok tokoh
Syarir Muda ini, penulis memulai dengan mengumpulkan momen momen yang
signifikan berpengaruh terhadap komitmennya terhadap demokrasi. Berikut ini
adalah ringkasan singkat sebagian kecil yang tertulis dalam profil
Budiman Sudjatmiko di majalah Gatra (2003)3.

Nama : Budiman Sudjatmiko

Tempat/Tanggal Lahir : Cilacap, 10 Maret 1970

Pendidikan : -Master Degree lulusan Department of
Political Studies SOAS ( School of Oriental and African Studies)
University of London.

-Mahasiswa program MPhil in International Relations, Clare Hall, University
of Cambridge



Pengalaman Berorganisasi


q Dewan Pendiri Persatuan Rakyat Demokratik( PRD) tahun 1994

q Ketua seksi acara di PRD tahun 1994 1996

q Ketua PRD tahun 1996 2001

q Anggota Presidium KP Pergerakan Indonesia



Pengalaman Kerja

q Penulis di beberapa media cetak nasional

q Pembicara dalam forum seminar nasional dan internasional.

B) Biarkan Sejarah Berbicara

Mengenang suatu gerakan yang bersifat sosial-kultur telah lama memudar
mengandung makna tersendiri. Perubahan perubahan yang terjadi yang
diakibatkan ketidakadilan dan ketidakpuasaan sering menjadi pemicu terjadi
suatu gerakan. Gerakan itu dapat dilakukan secara individu maupun
berkelompok dalam struktur masyarakat. Hal itu disebut mengenang kiri
gerakan baru oleh Budi Hardiman.4 Dalam masyarakat yang ada terjadi
kontradiksi dengan impian untuk menjadi masyarakat yang dicita citakan.
Masyarakat menginginkan perubahan baik dibidang politik, ekonomi, dan
sebagainya.

Gerakan kiri baru diprakarsai oleh mahasiswa dan kaum pelajar di masyarakat
modern.Tentu masalah masyarakat modern disini tidaklah diartikan sebagai
masyarakat makmur seperti di negara negara eropa, namun masyarakat yang
sudah mempunyai pemikiran pentingnya keadilan. Di Indonesia gerakan ini
diprakasai oleh Budiman Sudjatmiko dibawah bendera PRD. menggalang
massa untuk membela hak rakyat dalam penggusuran tanah di Kedunggombo,
memimpin melakukan aksi menuntut gaji buruh di berbagai tempat,dan
memperjuangkan kepemimpinan ketua PDI, Megawati Soekarno Putri. Pada
akhirnya dituding sebagai orang yang melakukan subversif, menggalang
masyarakat melakukan aksi demostrasi melawan pemerintah, dengan se butan
dalang kerusuhan 27 Juli, dan lain sebagainya. Akibatnya figur
kepemimpinannya dikenal radikal dan revolusioner.

Sejak awal, saya dan PRD dituduh sebagai dalang Kerusuhan 27 Juli..
Penghasut masyarakat untuk melawan pemerintah, antipemerintah, wajah
komunis ..kami hanya menegakkan keadilan dan kedaulatan masyrakat kecil,
buruh,petani..

Apakah semuanya tuduhan pemerintah benar ? Siapa akan yang mengungkapkan
kebenaran?Atau adakah peradilan yang fair menangani kasus yang
berlatar-belakang politik seperti ini?Tentu ada jawaban yang benar dan
benar-benar nyata..

Untuk kasus kasus yang berlatar bekang politik, apalagi dituduh anti
pemerintah, sulit saya mengharapkan adanya peradilan yang fair karena
hakim berada diatas otoritas kekuasaan yang secara langsung terlibat dalam
proses politik itu. Saya pesimistis pengadilan ini akan menjadi suatu
peradilan fair . Karena itu ,saya menyadari yang terjadi bukan proses hukum
namun proses politik. Dalam proses politik ditentukan oleh kekuasaan, oleh
Power. Tapi saya berharap bahwa sejarah akan mendengar saya dan biarlah
kebenaran dan kesalahan ditentukan oleh sejarah


Perubahan situasi politik dan kepemimpinan di Indonesia menjawab segala
tuduhan pada tokoh Budiman Sudjatmiko.Sejarah mulai berbicara dan
mengangkat kebenaran gerakan yang dipimpinnya. Dia menjadi tokoh penggerak
dalam memecahkan kebekuan politik di Indonesia seperti dikutip dari Majalah
Gatra5 awal proses demokrasi di Indonesia yaitu dengan runtuhnya
kepemimpinan di masa Orde Baru dan diganti dengan masa reformasi. Dan
bahkan dalam buku Biografi Presiden Megawati Soekarno Putri dijabarkan
Budiman Sudjatmiko mengawali proses demokrasi dengan keikutsertaanya
mempertahankan kepemimpinan Megawati di PDI.

Dalam menginterpretasi kata sejarah berbicara, penulis
mengutip istilah Waktu dan Aletheia kata Yunani artinya kebenaran, yang
dikemukakan oleh Budi Hardiman6. Itu mengandung makna konotasi yang
diartikulasi ada waktu yang dapat menyikap kebenaran . Dengan kata lain,
waktu yang menjadi ratu adil akan mengungkapkan kesalahan dan kebenaran.
Demikian dengan kepemimpinan Budiman Sudjatmiko yaitu adanya waktu untuk
mengungkapkan ketidaktersembunyian fakta dan kenyataan yang mengandung
kebenaran atas kehadirannya untuk membela kepentingan masyarakat. Salah
satu contohnya memimpin demonstrasi menentang kenaikan harga BBM dan tarif
listrik, serta mengingatkan Presiden Gus Dur akan bahaya neoliberalisme.
Apakah aksi itu masih identik dengan tindakan kekerasan ? Atau sebaliknya
tindakan yang benar untuk menjawab suara rakyat yang menunggu keadilan?


BAB III. KEPEMIMPINAN BUDIMAN SUDJATMIKO


A). GAYA KEPEMIMPINAN STYLE APPROACH

Dunia ini memang panggung sandiwara. Demikian lirik lagu yang
dikumandangkan seniman, yang mengwakili keberadaan kehidupan sosial
masyarakat. Secara hermeneutik, syair lagu tersebut bisa menjadi
interpretasi sebagian lukisan penguasa yang didalamnya ada makna menguasai,
mempengaruhi, dan mengarahkan pengikutnya dengan tujuan tertentu. Politik
merupakan seni dari hal yang mungkin Politics is the art of the possible or
Die Politics ist die Lehre von Moglichen ujar Prince Bismarck1. Dan tentu
setiap pemimpin mempunyai corak politik tertentu yang merupakan seni yang
menciptakan sesuatu mungkin terjadi khususnya dalam mempertahankan
kepemimpinanya.

Untuk mencari dan menjadi seorang pemimpin, dalam terma Aristotelian2,
memang tidak muda. Sebab seorang pemimpin yang baik harus memiliki ethos(
karakter moral yang menjadi dasar bagi kemampuan melakukan pendekatan),
pathos( kemampuan untuk menyentuh perasaan guna menggerakkan orang secara
emosional), dan logos (kemampuan untuk memberikan alasan yang menyakinkan
atas sebuah tind akan, guna menggerakkan orang secara intelektual). Di
samping itu harus diakui bahwa setiap pemimpin mempunyai
kapasitas memimpin dengan gaya yang berbeda tentunya dengan pemimpin lain.

Ada banyak pendekatan digunakan dalam memimpin tergantung siapa
pemimpinnya. Dalam makalah ini, penulis mencoba menganalisa profil
kepemimpinan Budiman Sudjatmiko dengan pendekatan gaya atau style
approach3. Pendekatan ini menekankan pada perilaku pemimpin,
bagaimana pemimpin bertindak dan apa yang pemimpin lakukan dalam memimpin.
Selanjutnya pekembangan kepemimpinannya dapat dilihat dari prilakunya dalam
memimpin baik yang bersifat task behaviors maupun relationship behaviors
terhadap pengikutnya. Tujuan akhir style approach adalah bagaimana pemimpin
mampu menggabungkan dua perilaku tadi untuk mempengaruhi pengikutnya dalam
usaha mencapai tujuan. Ada 3 riset yang dikategorikan dibawah bayangan
style approach, untuk melihat implikasi pendekatan ini secara dekat antara
lain the Ohio State studies (melakukan observasi melalui kuestioner untuk
melihat perilaku pemimpin dengan pengikut), the University of Michigan
studies( prilaku pemimpin pada employee orientation dan production
orientation), dan Blake and Moutons Managerial (Leadership) Grid (
kepeduliaan pada hasil concern for production dan kepeduliaan pada
pengikutnya concern for people)

Untuk menganalisa kepemimpinan Budiman Sudjatmiko, penulis menerapkan
style approach dengan implikasi Blake and Moutons Managerial( Leadership)
Grid yaitu kepemimpinannya secara horizontal peduli pada hasilconcern for
production dan kepemimpinan secara vertikal yaitu peduli pada pengikutnya
Concern for people. Untuk melihat aplikasinya dalam kepemimpinan Budiman
Sudjatmiko, berikut ini penjabaranya.


5 Gaya Kepemimpinan Menurut Garis Kepemimpinan ( The Leadership Grid)

1. Authority Compliance (9.1)

Gaya kepemimpinan ini menitik-beratkan pada tugas dan pekerjaan atau lebih
perduli pada hasil ,sehingga komunikasi terhadap bawahan minim kecuali hal
hal yang berhubungan dengan pekerjaan atau tugas

1. Country Club Management (1.9)

Gaya kepemimpinan yang lebih fokus pada kepedulian pada hubungan
Interpersonal. Dalam hal ini, pemimpin lebih menstreskan pada sikap dan
perasaan pengikutnya, menyakinkan kebutuhan personal dan sosial pengikut
terpenuhi.Di sini pemimpin menciptakan iklim yang positif dengan pengikutnya.

1. Impovorished Management( 1.1)


Gaya kepemimpinan dimana pemimpin menjadi apatis, dia tidak perduli akan
pengikut dan hasil. Profil kepemimpinannya seperti ini, intensitas
berinteraksi dengan pengikutnya sangat minim.


1. Middle of the Road Management (5,5)


Gaya kepemimpinan seperti ini adalah pemimpin yang kompromistis, dimana
kepeduliaanya tinggi terhadap pengikut dan pekerjaan yang dia lakukan.
Pemimpin akan memberi dorongan untuk bekerja secara produktif disamping
tetap memperhatikan kebutuhan pengikutnya. Jadi seimbang antara concern for
people dan concern for results.


1. Team Management (9.9)


Gaya (9.9)ini menitik-beratkan pada kedua-duanya yaitu pekerjaan dan
hubungan interpersonal. Dalam hal ini dituntut adanya partisipasi tinggi
dan team work dalam organisasi serta memuaskan kebutuhan dasar pengikut
yang terlibat dan komit akan pekerjaannya. Secara garis besar gaya pemimpin
seperti ini adalah lebih menstimulasikan partisipasi, terbuka akan isu,
membuat prioritas secara jelas, terbuka, dan suka bekerja.



B) BUDIMAN SUDJATMIKO DAN GAYA KEPEMIMPINANYA

Berdasarkan penjabaran gaya kepemimpinan diatas atau Leadership Grid,
profil kepemimpinan Budiman Sudjatmiko menerapkan kombinasi dari ke 5 gaya
dasar kepemimpinan atau yang lebih dikenal dengan Opportunism yang berarti
menggunakan semua gaya kepemimpinan untuk kepentingan visi organisasinya
bukan kepentingan pribadi khususnya pada situasi yang kurang kondusif.
Berikut gaya kepemimpinannya disalurkan dalam bentuk :


a) Interaksi /Komunikasi

Menjalin interaksi/ komunikasi dengan pengikutnya tentang visi
kepemimpinannya berupa gagasan/pemikiran yang diungkapkan melalui bahasa
lisan dan tulisan.

Meskipun saya dipenjara, saya tetap menjalin komunikasi dengan rakyat.Kita
berdialog dengan masyarakat, hati ke hati dengan mereka. Saya kebetulan
melakukan itu saat mengorganisir mahasiswa dan petani di perkebunan di Jawa
Timur dan Jawa Tengah


Untuk melawan kekuasaan Machiavelis seperti ini adalah jauh lebih berharga
bila dari penjara LP Cipinang, saya dapat mewariskan pemikiran pemikiran
politik saya dalam soal demokrasi ..

menyampaikan pidato politik yang diberi judul Mari Kibarkan Panji Panji
Kedaulatan Rakyat


b) Task Behaviour

Budiman Sudjatmiko tipe pemimpin yang terlibat aktif turun mendukung dan
memimpin pengikutnya dalam melaksanakan kegiatan kegiatan organisasi
seperti memimpin aksi buruh PT Great River Industries (Bogor 18/7/95), ikut
dalam ujuk rasa di DPR (23/8/95), memimpin aksi buruh PT Elektro (6/9/95),
mengkoordinasikan pelaksanan aksi buruh Sritex (Solo,11/995), memimpin
unjuk rasa di Kantor Menko Polkam (7/7/96), .[2]

Di samping itu memilih dan menyeleksi pengikutnya secara profesional,
kemudian memberi pengarahan dan latihan yang benar tentang hal yang akan
dikerjakan.Terakhir memberi waktu dan kepercayaan kepada pengikutnya untuk
mengantikan posisinya sebagai pemimpin

Orang orang kami pilih dan seleksi dan sifatnya hanya ngurusin tugas yang
diberi dengan catatan mereka harus profesional ..kami juga memberi
pengarahan agar mereka terlatih dengan baik dan benar saat bekerja
membagikan selebaran dan buku buku tentang PRD

Dengan saya berhenti menjadi pimpinan PRD, saya bermaksud memberi nuansa
yang baru dalam tubuh PRD agar lebih inovatif , lebih segar dengan
kepemimpinan generasi setelah saya..

c) Team Management.

Salah satu keberhasilan tokoh Budiman Sudjatmiko dalam memimpin adalah
program kerja yang well organized khususnya dalam melakukan suatu aksi atau
pergerakan dalam bentuk tim, sama seperti saat melakukan aksi demonstrasi
untuk membela kaum buruh dan masyarakat miskin. Tim menejemennya bukan
memfokuskan di pusat atau sentralisasi tapi disentralisasi, tersebar di
hampir semua provinsi di Indonesia untuk seecara aktif melakukan weekly
meeting untuk menganalisa hasil kerja.

..sudah mulai terbentuk Care Taker di beberapa daerah Jawa Tengah, Jawa
Timur, Yogyakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Sulawesi Utara, dan Sulawesi
Tengah. Yang terdaftar men-support daerah cabang cabang ..

Care Taker dan Support ini sangat berguna untuk merekrut pengikut, yang
diorganisir dalam bentuk team work.

Kita memulai membentuk organisasi -organisasi payung nasional maupun lokal
sehingga kita dapat tetap berkomunikasi dengan rakyat

Hal itu sesuai dengan petikan pendapat Pramoedya Ananta Toer 2yang menjawab
pertanyaan saat diwawancarai :

Reporter: Mengenai calon presiden, siapa yang ideal menurut Anda?

Pramoedya: Budiman Sudjatmiko. Saya tidak ragu Budiman sangat organisator


IV. ANALISA KEPEMIMPINAN BUDIMAN SUDJATMIKO


C Wright Mills 3(1988) dalam bukunya The Power Elite menyatakan bahwa
keberhasilan seseorang dalam menduduki kursi kekuasaan tidak hanya
bergantung pada kepintaran, akan tetapi banyak factor lain yang mendukung
seperti cultural capital dan structural capital. Jika Cultural capital
diartikan sebagai modal budaya dengan segala pernik-perniknya, maka
structural capital dapat diartikan sebagai jaringan yang telah terbentuk
dalam kelompok. Dalam melihat prilaku (behavior)elit politik; menarik
disimak sosok Budiman Sudjatmiko yang bertahan dalam penjara dan usaha dia
menyikapi perspektif publik akan dirinya. Dengan latar belakang Jawa,
pengagum Che Guavara dan Machester United membentuk dirinya sebagai
pemimpin yang mempunyai keyakinan yang tinggi akan sikap dan visi
kepemimpinannya. Gaya kepemimpinan Budiman Sudjatmiko merupakan
KEPEMIMPINAN yang berupa GAGASAN, yang dituangkan dalam bentuk ide ide dan
pemikiran tampa mengurangi visi kepemimpinan demokrasi yang dianut.

Dalam menganalisa gaya kepemimpinan Budiman Sudjatmiko, penulis melihat
dari dua (2) perspektif yang berbeda yaitu hal kelebihan dan kelemahan.
Kelemahannya adalah merupakan suatu kritikan akan kepemimpinannya.
Sebaliknya yang menjadi analisa kelebihan merupakan feedback yang baik yang
mungkin dapat diterapkan dalam memimpin. Secara garis besarnya kepemimpinan
Budiman Sudjatmiko mempunyai kelebihan yaitu:

1) Gagasan

Pemberi gagasan berupa ide ide dan pemikiran baik secara lisan dan tulisan.
Contohnya ide melancarkan pendidikan politik bagi masyarakat. Hal ini
sangat penting bagi masyarakat, untuk membentuk paradigma berpikir
masyarakat, khususnya masyarakat pinggiran, sehingga mereka tidak mudah
terdistorsi akan isu isu yang negatif, tindakan kekerasan dan lain
sebagainya.

2) Interaksi/ Komunikasi

Interaksi terjalin secara rutin dengan pengikut baik secara lisan maupun
tulisan, meskipun berada di dalam penjara. Bentuk interaksi menunujukan
bahwa dia perduli akan hubungan interpersonal dengan pengikutnya

3) Organisator

Mampu mengorganisir pengikutnya dengan baik dan tepat.

4) Visi Kepemimpinan

Visi kepemimpinannya adalah demokrasi dan social progress yang mengutamakan
asas kerakyatan tanpa menyimpang dari ideologi Pancasila. Untuk saat masa
akan datang mungkin asas kerakyatan akan lebih berguna untuk mengamankan
asset aset pembangunan di Indonesia.

5) Kemampuan intelektual dan spirit yang tinggi.

Seperti uraian bab-bab terdahulu, kepemimpinan Budiman Sudjatmiko dan PRD
merupakan sebagai kekuatan angkatan muda yang diharapkan sebagai elit masa
depan. Kemampuan intelektual dan spirit yang dimiliki menempatkan kelompok
ini sebagai elit terdepan generasi .

Selanjutnya sebagai kelemahan sekaligus kritikan terhadap kepemimpinan
Budiman Sudjatmiko, yang dilihat dari segi :

1) Structural capital dan cultural capital .

Kepemimpinan Budiman Sudjatmiko tidak memiliki structural capital dan
cultural capital yang kuat, sehingga sangat sulit untuk memposisikan
dirinya untuk menarik perhatian massa, khususnya saat memasuki politik
formal.( Bandingkan dengan Megawati yang masih mempunyai kepemimpinan
populis, adanya pengaruh bayangan Bung Karno pada dirinya). Faktanya, saat
mencoba Memboikot Pemilu 1997 tidak dapat menggerakkan massa dalam jumlah
yang besar. Ini tentu karena alatnya - front aliansi belum dibuat. Program
pembangunan front aliansi baru bersifat propaganda, belum menjadi kerja
politik yang real, walaupun sudah dicoba. Padahal kondisi objektif
menyediakan syarat untuk itu.

2) Tidak menempatkan diri sebagai pihak Oposisi. Seperti pendapat Herbert
Freith3 yang menyatakan bahwa seharusnya mereka berada sebagai kelompok
oposisi sehingga dapat bergerak secara bebas tampa melanggar rambu rambu.
Seharusnya posisi kepemimpinan Budiman Sudjatmiko sebagai tokoh
revolusioner harus berada di luar system.

3) Asas Kerakyatan yang dianut masih sulit dimengerti masyarakat. Paradigma
berpikir masyarakat asas itu secara histories dipahami asas Partai Komunis
meskipun sebenarnya bukan begitu interpretasinya.


V. Kesimpulan

Kepemimpinan merupakan suatu proses dimana sang pemimpin mampu mempengaruhi
pengikutnya untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Dalam memimpin, tentu
setiap pemimpin mempunyai gaya kepemimpinan tersendiri yang merupakan
cerminan ciri khas kepemimpinannya. Budiman Sudjatmiko adalah tokoh muda
yang disebut penggerak untuk memecahkan kebekuan politik di Indonesia.
Cercaan dan penderitaan harus dibayar dengan harga yang mahal untuk
menembus gelap gempita dalam kehidupan orang yang termarginal menuju
pembebasan.

Kemampuan intelektualnya yang tinggi, telah membentuk gaya kepemimpinan
gagasan , organisasi adalah hanyalah alat atau instrumen dari sebuah
pemikiran yang diusung bersama sama, dipahami, dan disepakati bersama sama.

Namun harus diakui ada banyak hal positif yang bisa dipelajari dari profil
kepemimpinan Budiman Sudjatmiko, khususnya prinsip hati nuraninya untuk
kaum pinggiran. Menentang tirani demi membebaskan rakyat dari belenggu
ketidak-adilan dan menegakkan keadilan adalah perbuatan yang terpuji.
Gaya kepemimpinanya dan ide idenya perlu dipelajari untuk menjawab
permasalahan di negara kita yang masyarakatnya majemuk.

Adalah hal yang susah mensintesiskan pribadi seseorang baik atau buruk
dalam soal kepemimpinan, tergantung paradigma berpikir seseorang. Untuk
menjadi pemimpin yang benar bukan hal yang mudah.

Waktu akan mengungkapkan Aletheia



DAFTAR PUSTAKA

1. Northouse.G Peter, Leadership: Theory and Practice. London :Sage
Publiscations, 1997

2. Hardiman Budi. F, Melampaui Positivisme dan Modernitas.Yogyakarta :
Kanisius 2003

3. Hardiman Budi F, Heidegger dan Mistik Keseharian .Jakarta :
Kepustakaan Populer Gramedia. 2003

4. Sudjatmiko Budiman, Wawancara Pribadi November 2003

5. Feith Herbert, 1999. Pemilu 1955 di Indonesia.Jakarta: Kepustakaan
Populer Gramedia

6. Zubir Zaiyardan : Radikalisme Kaum Pinggiran: Yogyakarta: INSIST
Press.2002

7. Mill.C Wright.1998. The Power Elite dalam Zubir Zaiyardan :
Radikalisme Kaum Pinggiran: Yogyakarta: INSIST Press.2002

8. Majalah Tempo Pramoedya : Saya Tidak Pernah Jadi Budak Edisi Maret
April 1999

9. Majalah Gatra Revolusi Kaum MudaNo 40 thn/IX.23.Aug.2003

10. Green Left Weekly, Australia.March 11.1998

11. Majalah D &R. Dec 21.1996

12.
<http://www.munindo.brd.de/archiv/mimpi/mimpi%20muda.Httml>Http://www.Munindo.br\
d.de/archiv/mimpi/mimpi
muda.Httml

13. Http://www.Detik.Com/peristiwa/2000/03/04


1 .Lih: Lincoln ,Abraham.Ouatation,Oxford English . Hal 337

[1] Disadur dari Radikalisme Kaum Pinggiran : Yogyakarta : INSIST Press 2002

2 Lihat Leadership : Theory and Practice, hal.32, 1997

3 Lih: Budiman Sudjatmiko, Pencarian Makna Kiri Tengah. Majalah Gatra 23
Augustus. hal 25.

4 Lihat Melampaui Positivisme dan Modernitas, hal 131. 2003.

5 . Bagian ini disarikan dari Majalah Gatra. Edisi 40. IX 23. Agustus 2003

6 Lihat Heidegger dan Mistik Keseharian, hal 134. Tahun 2003

Lihat Prince Bismarck In conversation with Meyer von Waldeck) , Oxford
English hal 329

Disadur dari 90 Menit Bersama Aritoteles, tahun 2001

Lihat Leadership: Theory and Practice, 1997

[2] Disadur dari http://www.detik/peristiwa/2000/03/04

2 Lih.Wawancara Pramoedya: Saya Tidak Pernah Jadi Budak - Tempo
No.04/XXVIII/30 Mar-5April 1999

3 Lih. C. Wright Mills. The Power Elite Tahun 1988)

3 Feith,Herbert,1999, Pemilu 1955 Di Indonesia, Jakarta: Kepustakaan
Populer Gramedia



                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - Now with 25x more storage than before!

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke