Salam
Komunitas Penggiat Sastra Padang (KPSP) bekerjasama
dengan Dewan Kesenian Sumatra Barat menyelenggarakan
acara "Syukuran atas Penghargaan Sastra ASEAN (SEA
WRITE AWARD 2004) yang diberikan Pemerintah Kerajaan
Thailand kepada Sastrawan Gus tf Sakai, sastrawan
Indonesia asal Sumatra Barat.
Penyerahan penghargaan ini akan dilakukan pada bulan
Oktober 2004. Acara ini berangkat dari keprihatinan
tiadanya perhatian yang sifnifikans bagi
sastrawan/budayawan yang berhasil oleh pemerintah,
baik pusat maupun daerah, dan sangat kontradiktif
dengan bidang-bidang lainnya, seperti olahraga.
Dengan alasan demikianlah, dengan bentuk acara apa
adanya, KPSP dan DKSB memberikan ANUGERAH SENI bagi
Gus tf Sakai. Acara ini dilaksanakan pada,
Hari/Tanggal: Sabtu, 4 September 2004,
Tempat:Gedung Abdullah Kamil Genta Budaya Padang,
Pukul: 14.00-selesai.
Materi acara, salah satunya, adalah "Dia yang Membaca
Mitos" yang disampaikan oleh Ivan Adilla (kritikus
sastra, dosen Fakultas Sastra Unand Padang).
Selain itu, juga akan ditampilkan pembacaan
karya-karya Gus yf Sakai, baik prosa maupun puisi oleh
sastrawan Sumatra Barat, sekaligus penyerahan ANUGERAH
SENI 2004.
Di bawah ini saya kopikan tulisan yang dimuat di
Harian Kompas, Selasa 27 Juli 2004, sebagai bahan bagi
kita bersama.
Salam
Nasrul Azwar
Kompas, Selasa, 27 Juli 2004
Gus tf Sakai, Sastra yang Melintas
TAK seperti biasanya, Gus tf Sakai, sastrawan yang
kini bermukim di Kota Payakumbuh, sebuah kota kecil
sekitar 30 kilometer utara Bukittinggi, Sumatera
Barat, tertegun begitu lama.
Menerima kabar saya memperoleh SEA Write Award, saya
tertegun, tak percaya, bukan karena kemudaan usia,
tetapi juga karena sebenarnya saya tak terlalu yakin
pada pilihan akan apa yang telah saya tulis,"
katanya, tentang penghargaan sastra bergengsi di Asia
Tenggara dari Kerajaan Thailand itu.
Gus meraihnya berkat kumpulan cerpennya; Kemilau
Cahaya dan Perempuan Buta (1999). Dengan demikian,
Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta sudah tiga kali
meraih penghargaan bergengsi. Sebelumnya, Penghargaan
Sastra Lontar dari Yayasan Lontar (2001) dan
Penghargaan Penulisan Karya Sastra dari Pusat Bahasa
(2002).
Apa yang menarik dari buku kumpulan cerpen tersebut?
Coba kita simak nukilannya; Jadi� perempuan buta itu
memang ada. Seperti si tua pencari rotan, pemburu
separo baya itu pun dikerumuni orang. "Bukan
kecantikannya. Tapi itulah wajah di mana segenap
ketulusan, segenap kegembiraan, memancar bersamaan. Ia
seperti bayi� tapi tentu saja memiliki apa pun hal
yang pantas bagi kemudaan perempuan. Ia tanyakan
tentang cahaya. Semacam sinar, kata kalian! Tapi
apakah itu sinar? Aku �" Pemburu separo baya itu
menangkupkan tangan ke wajah. Pundaknya tiba-tiba
bergetar turun naik. Ia menangis.
ADA yang unik dan menarik dari Gus tf Sakai. Bukan
karena t pada namanya (harus) huruf kecil. Bukan pula
karena kepalanya plontos. Akan tetapi, bagaimana ia
"membelah" diri menjadi dua nama, Gus tf dan Gus tf
Sakai. Orangnya satu, tapi dengan dua nama yang, dalam
dunia sastra Indonesia, sama terkenalnya. Padahal,
nama aslinya Gustrafizal.
"Saya menulis nama Gus tf untuk karya sastra jenis
puisi dan dan Gus tf Sakai untuk karya sastra jenis
prosa. Kedua nama itu terus memberi sugesti sehingga
saya tak punya cukup waktu untuk menekuni hal-hal
selain sastra. Waktu selama 24 jam seperti tak cukup
untuk mempertahankan eksistensi kedua nama tersebut,"
katanya.
Hidupnya dicurahkan untuk "menghidupi" sastra
Indonesia. Sebaliknya, ia pun hidup dari sastra.
Bedanya dengan sastrawan lain, bagi Gus menulis
bukanlah pekerjaan. Yang menjadi pekerjaannya adalah
membaca.
Gus mengatakan, setiap hari 60 persen waktunya untuk
membaca. Istilah ini mestilah dianggap berada di
antara tanda kutip: "membaca". Yang ia maksud dengan
membaca tidak saja membaca buku-buku beragam kategori,
tetapi juga membaca fenomena masyarakat. Ketika
dirinya tersugesti untuk menulis pascamembaca, ia baru
menulis.
"Menulis tidak ada target-targetan dan bukan pula
sebagai mesin uang. Kalau menulis jadi pekerjaan,
kenapa sejak 25 tahun lalu baru hanya bisa melahirkan
11 buku? Cuma di balik karya itu ada satu keyakinan;
apa pun profesi, tak mungkin tak ada penghargaan,"
ujar Gus, yang kini memiliki kekayaan berupa buku
sekitar 3.000 judul, yang memenuhi dua kamar. "Harta
kami yang utama adalah buku. Dan, ada kebanggaan kami
bila bisa beli buku, apalagi bisa menghasilkan buku."
Di antara sebelas buku yang sudah dihasilkan Gus ada
dua kumpulan puisi, yaitu Sangkar Daging (1997) dan
Daging Akar (dalam proses). Ia juga menghasilkan tiga
kumpulan cerpen, yaitu Istana Ketirisan (1996),
Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta (1999), serta
Laba-laba (2003). Selebihnya, sebanyak enam buku,
adalah novel: Segi Empat Patah Sisi (novel remaja,
1990), Segitiga Lepas Kaki (novel remaja, 1991), Ben
(novel remaja, 1992), Tambo Sebuah Pertemuan (2000),
Tiga Cinta, Ibu (2002), dan Ular Keempat (dalam
proses).
Buku Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta sudah
diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Lontar. Sementara
Tambo Sebuah Pertemuan kini tengah diterjemahkan oleh
Michael Bodden ke dalam bahasa Inggris, dan
dinegosiasikan oleh penerjemah ke penerbit Metafor.
Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta dinilai penulisnya
sebagai ajaib sebab itu merupakan karya-karya pertama,
ditulis tahun 1990-an awal. Selama 14 tahun kemudian
barulah buku itu dapat diapresiasi. Ada yang lebih
berharga, tetapi kurang diminati. Barangkali, karya
semacam ini mungkin beberapa tahun ke depan baru bisa
diapresiasi oleh para pembaca atau kritikus sastra.
Meski Gus banyak menulis dengan latar belakang budaya
Minang, tidak semata-mata persoalan masyarakat Minang.
Minang dalam cerita Gus diposisikan sebagai pandangan
orang luar. Makanya, jangan heran, persoalan
keindonesiaan dengan apik ia sajikan
APA pandangan Gus soal sastra? Menurut Gus, yang
tanggal 15 Agustus mendatang genap 39 tahun, sastra
mestinya harus memisahkan diri dari isme-isme dan
pengaruh yang lain. Sastra akan termiskinkan apabila
diulas dengan acuan pemikiran-pemikiran lain, seperti
filsafat.
"Karya sastra punya pesona dari karya itu sendiri. Ia
bisa dibuat sebagai dunia sendiri. Shakespeare nyaris
tak bisa dikaitkan dengan karya-karya lain, kecuali
dengan sastra," tandas suami Zurniati dan ayah dari
Abyad Barokah Bodi, Khanza Jamalina Bodi, dan Kuntum
Faiha Bodi.
Arti penting sastra, menurut Gus yang sarjana
peternakan (1994) Universitas Andalas Padang, adalah
"melintas". Ia bisa mempertemukan manusia yang
berlainan suku, agama, ras, dan lain perbedaan karena
kemampuan sastra atau filsafat karena kemampuannya
dalam melintas. Begitu pula ia mempertemukan beragam
bidang, seperti sains, psikologi, atau filsafat,
karena kemampuannya dalam melintas. Hanya dengan
kemampuan melintaslah, sastra bisa menciptakan sebuah
dunia di mana kita, setiap kali membacanya, semakin
dalam dan semakin dalam terengkuh, lalu mempertanyakan
kembali keberadaan kita, manusia.
Dengan pandangan demikian dan keseriusan dalam
berkarya, hampir semua karya-karya Gus memenangi
berbagai perlombaan. Ia telah mengoleksi lebih kurang
40 kali gelar juara mengarang cerpen, menulis puisi,
mengarang novel dan meraih lima penghargaan, yang
terbaru adalah Penghargaan SEA Write Award dari
Kerajaan Thailand. (YURNALDI)
___________________________________________________________ALL-NEW Yahoo! Messenger -
all new features - even more fun! http://uk.messenger.yahoo.com
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/