Dari berita di bawah ini, Seandainya tradisi ini (pakaian renang
bagi para pelamar kerja) sudah lama dilakukan di beberapa tempat,ini 
perlu ditindak utk mencegah hal hal tidak diinginkan pada para lelaki 
untuk mencolek para wanita pekerja baru. (perzinaan bebas, selingkuh, 
pelecehan)

   sebaiknya ada dari kita agar mengajak para wanita telah menjadi
korban untuk melaporkan keluhan pada yang berwenang atau ulama. Agar
bisa dibersihkan cara cara buruk di wilayah Indonesia,supaya tidak
terulang lagi di masa mendatang. 

ini demi anak anak kita maupun cucu cicit yang perempuan.

Wassalam Alaikum Wr.Wb,
-------------------------
Warga Kecam Tes Pegawai Pemprov DKI Pakai Baju Renang

detikcom - Jakarta, Bagaikan seleksi Miss Universe, seleksi 
penerimaan calon Pegawai Tidak Tetap (PTT) untuk ditempatkan sebagai 
Polisi Pamong Praja (Banpol) di Pemprov DKI Jakarta, diwarnai dengan 
tes dengan memakai pakaian renang bagi pelamar perempuan. Tak ayal, 
sejumlah warga Jakarta pun terperanjat.

"Saya menyesalkan kabar itu, itu sama saja dengan pelecehan," 
komentar Ratna (32), karyawati swasta di bilangan Jl.Hang Jebat III, 
Jaksel, pada detikcom, Selasa (7/9/2004).

Hal senada diungkapkan Endah, warga Priok. "Itu jelas pelecehan," 
komentarnya geram. Erian, pria berusia 30 tahun, menilai bahwa tes 
dengan memakai baju renang tidak ada relevansinya. "Kalau jadi 
pramugari atau model, masih ada relevansinya," komentarnya.

Harian <I>Warta Kota</i> edisi hari ini melaporkan, puluhan wanita 
mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh petugas saat mereka 
menjalani tes penerimaan calon PTT pada Senin kemarin (6/9/2004).

"Kami kaget dan sempat teriak juga soalnya kami tahunya cuma pakai 
traning aja. Tiba-tiba untuk tes terakhir yang disebut tes raga, kami 
disuruh pakai baju renang. Terus yang ngetes laki-laki lagi. Yang 
bikin kesel, nggak tahunya entah sengaja atau enggak, petugas itu 
nyuruh narik pakaian renang yang sudah sebatas paha ke atas lagi 
mendekati bagian yang sensitif," tutur Santi, bukan nama sebenarnya. 

Pakaian renang yang dipakai peserta tes disediakan panitia, sehingga 
mereka memakai secara bergantian. Untuk satu gelombang/rombongan, 
jumlah wanita yang dites memakai pakaian renang adalah 40 orang. 
Mereka disuruh maju dua-dua ke depan pengetes yang semuanya pria.

"Sebenarnya malu campur sebel. Memang pakaian renangnya bukan yang 
you can see, ada tangannya, tapi tetap aja yang bawah pendek. Abis 
itu disuruh naik-naikin biar keliatan semua paha kita. Tapi mau 
gimana lagi, daripada nggak lulus," cerita Mia, juga nama samaran.

Tidak semua peserta tes bersedia ikut tes aneh itu. Misalnya saja Rt 
(22) yang memakai jilbab. Karena menolak, salah seorang petugas 
seleksi mengatakan bahwa Rt dinyatakan gagal. 

Warta Kota menulis, Kepala Bidang Pengadaan BKD DKI Jakarta Budi 
Astuti, yang bertugas mengurusi teknis penerimaan PTT, menjelaskan, 
dalam tes fisik memang ada tes postur. Tapi yang mengetes bukan laki-
laki, resmi dari Jasdam Kodam Jaya, bukan pegawai DKI. "Yang mengetes 
itu wanita. Saya yakin karena itu di bawah kontrol kita," tegas Budi. 
Budi tidak percaya terhadap fakta di lapangan bahwa yang mengetes 
adalah kaum pria.

Sementara, Kahumas Pemprov DKI Jakarta, Muhayat, saat ditanya  
mengenai berita itu, menyatakan pihaknya akan merekonfirmasi kabar 
itu. "Itu kan informasi yang belum diketahui kebenarannya. Saya akan 
cek dulu," katanya pada detikcom, hari ini pukul 10.00 WIB.



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke