innalillahi wainnailaihi roji'un..... =============
http://jawapos.co.id/index.php?act=detail <http://jawapos.co.id/index.php?act=detail&id=3720> &id=3720 Kamis, 09 Sept 2004, Misteri Supersemar Dibawa Mati MAKASSAR - Indonesia kembali kehilangan tokoh besar. Jenderal (pur) TNI Mohammad Jusuf meninggal dunia di kediamannya di Jalan Sungai Tangka 23, Makassar, Sulsel, sekitar pukul 21.35 Wita tadi malam. Mantan Menhankam dan panglima ABRI itu meninggal karena usia tua, 76 tahun. Tokoh yang citranya tetap cemerlang hingga akhir hayat itu lahir di Bone Selatan, Sulawesi Selatan, pada 23 Juni 1928. Dia merupakan orang terakhir yang menjadi saksi pembuatan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) 1966 yang mengantarkan Pak Harto menjadi presiden. Dua orang saksi lainnya, Amirmachmud dan Basuki Rahmat, sudah lebih dahulu wafat. Ketika Supersemar yang asli hilang, M. Jusuf menjadi tokoh yang diharapkan mau memberikakan penjelasan panjang untuk memudahkan pelacakan. Namun, tokoh yang tak suka menonjol itu berdiam diri. Mantan ketua Badan Pengawan Keuangan (BPK) itu lebih memilih mengonsentrasikan diri mengurus Masjid Al Markaz yang pendiriannya dia pelopori. Meski sudah sepuh, kepergian tokoh yang dikenang bersih dan dekat anak buah itu cukup mengagetkan. Sebab, kondisi kesehatannya sempat membaik pada Selasa siang. Namun, tiba-tiba drop pada malamnya dan wafat tadi malam. Ketua tim medis almarhum, Prof Dr John Adam dari RS Akademis Makassar, mengemukakan bahwa pada Selasa pagi hingga sekitar pukul 15.00 Wita, kondisi fisik almarhum tampak membaik. Namun, tiba-tiba drop sekitar pukul 19.30 Wita. Sembilan orang dokter ahli yang terdiri atas dua orang ahli jantung, tiga ahli penyakit dalam, dua ahli penyakit saraf, satu ahli ginjal, dan satu ahli anestesi terus mengawasi kondisi fisik Jusuf. Namun, kondisinya terus menurun hingga dia mengembuskan nafas yang terakhir. John mengatakan bahwa tidak ada penyakit yang diderita almarhum. Kondisi fisik almarhum merosot disebabkan tidak suka makan sejak dirawat di RS Pertamina, Jakarta, selama dua pekan hingga dibawa kembali ke Makassar pada 31 Agustus 2004. "Semua organ tubuh almarhum berfungsi dengan baik. Hanya karena almarhum tidak mau makan, ditambah lagi faktor usia yang sudah lanjut, menyebabkan kondisi fisiknya terus merosot," ujar John di rumah duka. Ramai orang datang melayat jenazah jenderal yang tak pernah dikaitkan dengan pelanggaran HAM itu. Di antara mereka adalah Gubernur Sulsel H M. Amin Syam dan ibu, Kapolda Sulsel Irjen Pol Saleh Saaf, Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Suprapto, dan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. Jenazah almarhum direncanakan dikebumikan di pemakaman umum Islam Panaikang, dekat makan putra tunggalnya, M. Jauri Jusuf, pada Kamis siang dengan upacara militer. (ant/jpnn) http://www.kompas.co.id/utama/news/0409/09/001034.htm Masyarakat Sulsel Kibarkan Bendera Setengah Tiang Selama Tiga Hari Makassar, Kamis Masyarakat Sulawesi Selatan, diminta mengibarkan bendera setengah tiang selama tiga hari mulai Kamis (9/9), untuk menghormati dan mengenang jasa-jasa Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf yang wafat di Makassar, Rabu (8/9) malam. "Saya himbau seluruh warga Sulsel baik di kantor-kantor maupun rumah penduduk, untuk mengibarkan bendera merah putih setengah tiang selama tiga hari mulai besok," ujar Gubernur Sulawesi Selatan Amin Syam, kepada pers usai melayat di rumah duka Jl. Sungai Tangka No.23 Makassar. Menurut Amin yang juga purnawirawan TNI AD berpangkat Mayjen itu, almarhum Jenderal (Purn) M. Jusuf adalah tokoh Sulawesi Selatan bahkan tokoh nasional yang mempunyai jasa-jasa yang sangat besar dalam sejarah pembangunan di Sulawesi Selatan dan di Indonesia. "Beliau adalah seorang pejuang yang tegas, tokoh nasional asal Sulsel yang jujur, besih, berani dan selalu memperhatikan prajuritnya baik pada saat menjabat sebagai Menhankam/Pangab maupun Pangdam di Makassar," ujarnya. Ia mengatakan bahwa bangsa Indonesia sungguh kehilangan salah seorang putera terbaik dan tokoh panutan yang terus mengabdikan dirinya bagi bangsa dan negara hingga akhir hayatnya. Mengenai rencana pemakaman almarhum, dirinya membenarkan, jenazah almarhum akan dimakamkan siang nanti, dengan upacara militer di pemakaman umum Islam Panaikang Makassar. Belum diputuskan siapa yang akan memimpin upacara tersebut, namun kemungkinan adalah Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Suprapto. Sedangkan Aswar Hasan, Kabag Humas pengelola Masjid Al Markas Al Islami yang didirikan Jenderal Jusuf tahun 1995 mengatakan, ada tiga hal penting yang dimiliki oleh almarhum Jenderal (Purn) M. Jusuf yakni integritas yang tidak diragukan, kredibilitas yang tinggi dan semangat pengabdiannya yang ditunjukkan sampai akhir hayatnya. "Beliau adalah sosok seseorang yang sosial yang selalu memperhatikan Masjid Al Markas mulai dari hal yang kecil seperti kebersihan, wc, taman, sampai pembangunan fisiknya," ujarnya. Menurutnya, hingga akhir hayatnya, aqlmarhum meninggalkan dua misteri sejarah yakni mengenai keberadaan naskah asli Supersemar dan letak makam Kahar Mudzakar, tokoh DI/TII. "Kedua misteri itu hanya almarhum sendiri yang tahu persis. Mengapa beliau tetap merahasiakan kedua hal itu, karena beliau lebih rela mengorbankan dirinya sendiri daripada melihat rekan-rekannya sesama tokoh nasional saling gontok--gomntokan," ujar dosen Unhas Makassar itu. (Ant/dna) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

