Jawa Pos
Senin, 13 Sept 2004,

Pejuang HAM Lintas Agama
Tom Saptaatmaja *

Munir pejuang HAM asal Jatim wafat Selasa 7 September 2004. Kita, khususnya
warga Jatim, ikut berbelasungkawa. Munir tutup usia dalam penerbangan
pesawat Garuda Indonesia dari Jakarta ke Amsterdam. Almarhum Munir ke
Belanda untuk melanjutkan studi Hukum Kemanusiaan pada Universitas Utrecht
atas beasiswa ICCO, Organisasi Lintas Gereja untuk Kerja Sama Pembangunan.

Kepada seorang kerabatnya, Munir mengatakan ingin melanjutkan studi sambil
istirahat. Tak dinyana, dia akhirnya istirahat untuk selamanya (Radio
Nerdeland 8 September 2004).

Munir dikenal sebagai narasumber yang sangat gampang untuk dikontak. Penulis
merasakan, di mana pun Munir gampang dihubungi untuk talkshow. Kalau lagi di
jalan, dia akan menjawab lewat ponselnya: "Mas, sebentar ya, saya berhenti
dulu."

Dia tidak pernah menolak untuk diwawancarai atau diskusi. Biasanya, dalam
setiap diskusi, Munir juga tak sungkan-sungkan untuk mengekspresikan
keyakinannya. Tak peduli hal itu akan menyinggung narasumber lain yang juga
hadir di studio. Keyakinan dan komitmen Munir untuk perjuangan HAM di negeri
ini memang sangat tinggi. Itu sudah dimulai ketika dia terjun langsung
membela para buruh di Surabaya di akhir 1980-an dan awal 90-an. Tidak heran,
teramat banyak -terutama korban kekerasan dan pelaggaran HAM di Indonesia
dan aktivis HAM- yang menyukai dan mencintai Munir.

Setiap aktivis HAM dan demokrasi di Indonesia pasti kenal nama Munir. Di
mancanegara pun dia berkibar. Di forum internasional mana saja, asal saja
masalah HAM Indonesia menjadi tema pembicaraan, kehadiran Munir bisa
dipastikan. Tidak kebetulan bahwa dia pada 2000 dihormati oleh "The Right
Livelyhood Award", dengan pemberian Roll of Honour, untuk keberanian dan
dedikasinya dalam perjuangan untuk hak-hak manusia dan supremasi sipil atas
militer di Indonesia.

Sebelum itu, pada 1998, Munir dihormati di Indonesia dengan pemberian Yap
Thiam Hien Human Rights Award kepadanya. Munir pernah mengatakan bahwa
hak-hak manusia dalam pengertian solidaritas manusia telah menciptakan suatu
bahasa baru yang universal dan sama yang melintasi batas-batas ras, gender,
etnis, atau religi.

Karena itu, bagi penulis, Munir merupakan perintis menuju dialog bagi semua
orang. Dia pejuang HAM lintas agama, lintas kultural. Seorang pejuang HAM
sejati memang tidak akan pilih-pilih dalam memperjuangkan kemanusiaan. Munir
lantang mengecam pelanggaran HAM di Aceh yang mayoritas warganya muslim.

Munir juga geram melihat penyalahgunanan HAM di Timtim atau Papua yang
mayoritas warganya kristen. Bagi pejuang HAM, kemanusiaan itu jauh lebih
penting daripada sekadar sekat-sekat yang memisahkan kemanusiaan.

Boleh jadi, karena alasaan itu, ICCO, Organisasi Lintas Gereja untuk Kerja
Sama Pembangunan Belanda, mengundang Munir untuk studi hukum lebih lanjut di
Negeri Kincir Angin itu. Ketika pihak organisasi ICCO dan Kerkinactie
ditanya Radio Nederland, apakah perbedaan agama Munir yang muslim dan pihak
ICCO tidak menjadi kendala, Feije Duim dari organisasi itu menjawab, "Oh
sama sekali tidak. Dari segi agama, siapa pun yang mengejar hak, keadilan,
perdamaian bisa menjadi sahabat. Saya pikir untuk Islam begitu, untuk
Kristen juga begitu.

Jadi, perjuangannya sama, jadi menganggap itu kawan seperjuangan.
Sebenarnya, agama di situ berperan sebagai pendorong, tapi tidak untuk
membedakan atau memisahkan satu dari yang lain."

Ketika ditanya lagi apakah bagi Munir sendiri yang muslim, itu bukan
hambatan untuk bersahabat dengan sebuah organisasi lintas gereja? Feije Duim
menjawab, "Ya memang, Munir muslim. Itu keyakinan kehidupannya dan itu main
peran. Tetapi, untuk mencari sekutu dalam perjuangan, demi keadilan dan
perdamaian, perbedaannya tidak main peran. Jadi, di dalam gerakan human
rights di seluruh Indonesia, saya kira begitu. Dari segi agama, tidak ada
persoalan." (Gema Warta Radio Nederland, http://www.ranesi.nl 9/9).

Sikap Munir yang mantan aktivis HMI atau ICCO rasanya perlu digarisbawahi.
Sebab, selama ini amat gampang dalam beragama kejadian apa pun di mana pun
di belahan dunia ini, termasuk di Jatim, Islam-Kristen dipertentangkan. Di
tengah isu terorisme, dalam konflik di Iraq, dalam kampanye pilpres di
Jatim, isu-isu yang mempertentangkan Islam-Kristen ini amat gampang
diembuskan.

Padahal, dalam keberpihakan pada hak asasi manusia, sebenarnya Islam-Kristen
punya visi sama. Maka, mereka yang sudah mencapai level kematangan beriman
dan berpikir seperti Munir bisa bekerja sama dengan siapa pun, termasuk
dengan yang bukan muslim.

Penulis masih ingat ketika berdialog dengan Munir menjelang Natal 1995,
menyangkut agama dan HAM, Munir melontarkan gagasan yang sangat menarik.
Menurut dia, perbedaan dalam hal beragama jangan pernah menjadi kendala
untuk memihak pada kemanusiaan, apalagi jika manusia-manusia lemah
mengharapkan bantuan kita.

Munir menyentuh hati ketika berkata, "Kalau ada buruh yang kecelakaan di
jalan atau di tempat kerja, siapa pun yang tahu harus segera menolongnya,
tidak perlu melihat dulu agama buruh itu apa, tak perlu berpikir apakah
tindakan menolong kita sesuai dengan ayat sekian Quran atau Injil."

Sikap Munir itu tidak bermaksud mempertentangkan tindakan membela HAM dengan
membela agama. Kalau dikaji dan direfleksikan dengan jujur, tidak ada
dikotomi antara tindakan membela HAM dengan membela agama. Islam, misalnya,
merupakan agama rahmatan li al-'alamin (rahmat bagi alam semesta). Sementara
itu, Injil yang menjadi dasar iman umat Kristen berarti pertama-tama adalah
kabar baik bagi dunia ini.

Jadi, jika esensi kedua agama itu disinergikan, rasanya dunia ini akan jadi
lebih baik. Bahkan, di tengah isu terorisme dan pelanggaran HAM hebat
seperti akhir-akhir ini, Munir dan pejuang HAM yang beragama apa pun sudah
menunjukkan teladan bahwa kita sebenarnya bisa bekerja sama.

* Teolog lintas agama alumnus STFT Widya Sasana, Malang, dan Seminari St
Vincent de Paul


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke