Akhir-akhir ini Klowor sering jengkel bila memperhatikan tingkah laku adiknya, Kliwir. Setiap melihat Kliwir sedang baca koran, pasti terlihat senyum-senyum dan cengengas-cengenges. Klowor menangkapnya selalu merasa sedang diledek atau disindir Kliwir. Ya, seperti yang dia temui sekarang....
"Ngapain lagi, Wir? Setelah kemarin kau sindir aku seperti orang panuan, sekarang apa lagi?!" "Walaaaah... kok sekarang jadi peka amat sih Kang perasaanmu? Dikit-dikit nyangka aku sedang ngetawain, sedang nyindir... nggak Kaaaang, blas tidak kali ini. Yang ini mah lepas dari masalah bom kek, teroris kek, pokoknya... eh, tapi tar dulu... lho ada je Kang, kaitannya. Wah, gimana ya... malah lebih gawat. Lha, yangkut gelar perang Capres Megawati lho... Yang kata Cak Gigih atau siapa itu, katanya sedang menggelar Cakra Byuha.... hehehehe.... Lha tapi pakta je Kang... pakta...." "Pakta-pakta... opo sih? Paling masih mengetawai masalah korban hancur lebur itu kan? Pemilik Serpihan Tubuh yang diduga Tersangka itu, kan?" "Hahahaha.... ya termasuk dah... itu kan secara gramatikal jadi lucu kan Kang. Coba apa sinonimnya duga itu? Kan sangka kan? Hehehehe, jadi kalau judul berita di Berita Utama Kompas itu dijadikan ulangan Bahasa Indonesia dengan perintah: 'Ubahlah menjadi kalimat yang tidak menggunakan kata-kata bersinonim', kan jadi dua kemungkinan. Pertama menjadi 'Pemilik Tubuh yang Hancur Diduga sebagai Terduga'. Kedua menjadi 'Pemilik Tubuh yang Hancur Disangka sebagai Tersangka' hahahaha.... qeqeqeqeqeq.... jadi kesimpulannya malah masih hidup... wong pemilik kok?" "Hehehehe... qeqeqeqeq.... macem-macem aja Kau!" "Naaa.... mbok ketawa gitu... biar cerah. Wah sudah rindu aku dengan wajah ketawamu, Kang... hehehehe, tambah kalau alinea kedua berita diteliti... lho, jebulnya keluarga pengebom itu malah polisi... hihihi, coba dibaca ini: "Kami masih mencocokkan DNA (deoxyribonucleic acid) dari potongan tubuh yang hancur tersebut dengan keluarga. Hasilnya tidak bisa segera, perlu proses dan waktu," kata Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Inspektur Jenderal M Firman Gani, Selasa (14/9). Lho kan, keluarganya mau dicocokkan dengan DNA serpihan tubuh.... Lha gimana menemukan keluarga dari seseorang yang 'ghaib'?" "Wooo tambah gak keruan Koen... Memang yang ngebom itu sangat sakti kok, Wir. Lha sudah berupa serpihan tubuh 117 potong saja masih bisa nge- bom, kok.. hahaha, coba alinea pertamanya dibaca dengan betul... 'Jakarta, Kompas - Polisi meyakini serpihan tubuh yang hancur menjadi sedikitnya 117 bagian merupakan pelaku bom bunuh diri di depan Kedutaan Besar Australia, di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.' Hayoh Koen.... aku kok diajak engkel-engkelan tentang Bahasa Indonesia... haha, sipiiiiil!" "Nyiak sombongnyeeeeee... hehehe, tapi kan nasibmu tak seindah Ali Imron, Kang.... Bisa sampeyan nulis pesan buat Presiden yang dipajang bersama pesan-pesan dari berbagai tokoh, termasuk para menteri...? Bisa Sampeyan diajak ngopi di Starduck? Tak mu'iiiiiiin... Kang, kalau namanya masih Klowor bin Pithi itu... hahaha.... beda sama Ali Imron al Lamington tak iye...?" "Hussy... Masak gitu sih Wir?" "Lha iya makanya yang tak ketawai itu kan lebih gawat daripada kemarin, karena menyangkut gelar kampanye untuk pemilihan presiden, lho Kang. Lihat, coba baca yang ini, dah gitu kok ya Bu Mega itu malah ketawa-ketiwi tanya pesan itu buat siapa... hahahaha... alamat nih, sedang menggelar Cakra Buyar... hahaha" Klowor senyum-senyum membaca berita utama itu, terutama pada bagian: "Dalam pesan yang tertulis di buku yang peluncurannya dihadiri beberapa menteri, di antaranya Menteri Kebudayaan dan Pariwisata I Gede Ardika, Ali Imron menyampaikan agar presiden dan wakil presiden terpilih nanti harus selalu mendengar dan memerhatikan kata hati yang paling dalam, dan meyakini bahwa korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) adalah tindakan yang tidak dibenarkan oleh hukum dan agama. "Praktik KKN yang meluas dan upaya pemberantasan yang terkesan lamban dan berlarut-larut akan menjadi pemicu tindakan kekerasan," tulisnya. "Wah gawat nih. Kalau para koruptor dan pelaku KKN tak segera diurus dan diopeni oleh presiden, apa mau dibom juga ya Wir. Terus yang di bom siapa dan dimana?" "Ya entahlah. Yang jelas, Kang.... Kok enaaak gitu lho jadi Ali Imron itu.... Gitu-gitu, lho kok ya bisa-bisanya jadi salah satu bagian dalam gelar kampanye CAKRA BUBYAR!" ===== mBah Soeloyo ===================================== Suradira Jayaningrat Lebur dening Pangastuti Ojo lali: http://www.geocities.com/soeloyo/ mampir ke:http://www.geocities.com/ulerkambang/ __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

