Tafsir Al-Quran adalah penjelasan tentang maksud firman-firman Allah 
sesuai kemampuan manusia. Kemampuan itu bertingkat-tingkat, sehingga 
apa yang dicerna atau diperoleh oleh seorang penafsir dari al-Quran 
bertingkat-tingkat pula. Kecenderungan manusia juga berbeda-beda, 
sehingga apa yang dihidangkan dari pesan-pesan Ilahi dapat berbeda 
antara yang satu dengan yang lain. Jika Fulan memiliki kecenderungan 
hukum, tafsirnya banyak berbicara tentang hukum. Kalau 
kecenderungannya filsafat, maka tafsir yang dihidangkannya bernuansa 
filosofis. Kalau studi yang diminatinya bahasa, maka tafsirnya banyak 
berbicara tentang aspek-aspek kebahasaan. Demikian seterusnya.

Keberadaan seseorang pada lingkungan budaya atau kondisi sosial, dan 
perkembangan ilmu, juga mempunyai pengaruh yang tidak kecil dalam 
menangkap pesan-pesan Al-Quran. Keagungan firman Allah dapat menampung 
segala kemampuan, tingkat, kecenderungan, dan kondisi yang berbeda-
beda itu. Karena itu, bila seorang penafsir membaca Al-Quran maka 
maknanya dapat menjadi jelas di hadapannya, tetapi bila ia membacanya 
sekali lagi ia dapat menemukan lagi makna-makna lain yang berbeda 
dengan makna sebelumnya. Demikian seterusnya, hingga boleh jadi ia 
dapat menemukan kata atau kalimat yang mempunyai makna berbeda-beda 
yang semuanya benar atau mungkin benar. "Ayat-ayat Al-Quran bagaikan 
intan, setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbeda dengan apa yang 
terpancar dari sudut-sudut lainnya, dan tidak mustahil jika kita 
mempersilahkan orang lain memandangnya, maka ia akan melihat banyak 
dibandingkan apa yang kita lihat", demikian lebih kurang tulis 
Abdullah Darraz dalambukunya an-Naba' al-'Azhim.

Al-Quran al-Karim turun sedikit demi sedikit. Ayat-ayatnya 
berinteraksi dengan budaya dan perkembangan masyarakat yang 
dijumpainya. Kendati demikian, nilai-nilai yang diamanatkannya dapat 
diterapkan pada setiap situasi dan kondisi. Mufassir dituntut untuk 
menjelaskan nilai-nilai itu sejalan dengan perkembangan masyarakatnya, 
sehingga Al-quran benar-benar dapat berfungsi sebagai petunjuk. Di 
samping itu mufassir dituntut pula untuk menghapus kesalahpahaman 
terhadap Al-Quran atau kandungan ayat-ayatnya, sehingga pesan-pesan 
Al-Quran diterapkan dengan sepenuh hati dalam kehidupan pribadi dan 
masyarakat.

Setiap kali ayat turun, sambil memerintahkan para sahabatnya 
menulisnya, Nabi s.a.w. memberi tahu juga tempat ayat-ayat itu dari 
segi sistematika urutannya dengan ayat-ayat atau surah-surah yang 
lain. Semua ulama sepakat bahwa sistematika urutan ayat-ayat Al-Quran 
adalah tauqifi, dalam arti berdasarkan petunjuk Allah yang disampaikan 
oleh malaikat jibril kepada Nabi Muhammad saw, dan bahwa urutan 
tersebut bukan atas dasar urutan masa turunnya. Seandainya berdasar 
hal itu, tentulah lima ayat pertama surah Iqra'  (al-'Alaq) yang 
merupakan wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad saw akan menempati 
lembaran pertama mushaf Al-Quran, disusul dengan awal surah Al-Qalam, 
dan al-Mudatststir, yang menurut sekian riwayat merupakan wahyu kedua 
atau ketiga yang beliau terima. Penyusunan urutan surah-surah Al-Quran 
yang berjumlah 114 surah itu juga dmeikian dalam pandangan mayoritas 
ulama. Sementara orientalis mengkritik tajam sistematika urutan ayat 
dan surah-surah Al-Quran, sambil melemparkan kesalalahan kepada para 
penulis wahyu.

Dalam buku "Bells Introduction to the Qur'an" oleh W. Montgomery Watt 
(diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dgn judul "Richard Bell, 
Pengantar Qur'an" oleh Lilian D. Tedjasudhana), dikemukakan apa yang 
dia namai bukti adanya revisi dan perubahan dalam pengumpulan atau 
peletakan bersama satu-satuan kecil bentuk asli wahyu yang 
disampaikan. Dia menulis: "Ada alasan untuk menduga bahwa proses ni 
dimulai oleh Nabi Muhammad sendiri, yaitu bahwa ini berlangsung terus-
menerus bersama penerimaan wahyunya". Bahkan lebih jauh dariitu, 
dikemukakannya pula bahwa bacaan-bacaan tidak saja ditempatkan bersama 
untuk membetnuk surah tetapi juga bahwa ketika ini sudah selesai 
terjadi beberapa penyesuaian. Salahs atu buktinya, tulis Bell, adalah 
munculnya rima-rima yang tersembunyi. Tampaknya, terkadang ketika 
sebuah bacaan dengan asonansi ditambahkan pada surah berasonansi lain, 
frase-frase ditambahkan untuk asonansi yang belakangan. Contoh yang 
dikemukakan adalah QS al-Mu'minun [23]:12-16.

Orientalis ini juga berpendapat bahwa ada bagian-bagian al-Qur'an yang 
ditulis pada masa awal masa kerasulan Nabi Muhammad saw, tetapi ada 
lagi sesudah itu yang ditulis di samping atau di belakang "kertas" 
yang telah bertuliskan ayat-ayat. (kata "kertas" yang dimaksud adalah 
segala jenis bahan yang digunakan untuk menuliskan ayat-ayat al-
Qur'an).  Contoh bukti yang dikemukakannya antara lain adalah QS al-
Gasyiyah. Di sana digambarkan mengenai hari kiamat dan nasib orang-
orang durhaka, kemudian dilanjutkan dengan gambran orang-orang yang 
taat. 

Ayat 17-20 menurutnya tidak mempunyai kaitan pikiran, baik dengan apa 
yang disebutkan sebelumnya maupun sesudahnya, dan hal ini ditandai 
dengan rimanya. Jika diasumsikan bahwa susunan ayat-ayat itu 
diletakkan oleh para pengumpul, kita masih bertanya -tulis Bell- 
apakah seorang pengumpul yang mempunyai tanggung jawab tidak bisa 
menemukan tempat yang lebh cocok untuk itu? Bell kemudian mengemukakan 
hipotesanya bahwa ayat 17-20 ditempatkan di sana karena ayat-ayat itu 
ditemukan tertulis di bagian belakang ayat-ayat 13-16. Selanjutnya dia 
berpendapat dalamkasus khusus ini bahwa ayat 13-16 yang ditandai 
dengan rima dari ayat-ayat sebelumnya, adalah tambahan dari ayat-ayat 
itu, dan kebetulan ditulis pada sisi belakang potongan kertas yang 
sudah berisi ayat 17-20.

Pendapat ini tidak dapat diterima, karena seperti dikemukakan di atas, 
riwayat-riwayat membuktikan bahwa bukan sahabat Nabi, bahkan bukan 
pula Nabi Muhammad saw atau malaikat Jibril as yang menyusun 
sistematika peurutan ayat dan surah, tetapi yang menyusunnya adalah 
Allah swt sendiri. Khusus untuk kasus QS al-Gasyiyah, bagaimana 
mungkin penempatannya dilakukan oleh para penulis al-Qur'an, sedangkan 
surah itu turun di Mekkah, jauh sebelum pengumpulan al-qur'an pada 
masa Abu Bakar dan usma ra. Bagaimana mungkin mereka yang menyusunnya, 
padahal surah ini amat sering dibaca oleh Nabi saw. Bukankah beliau 
membacanya setiap malam dalam shalat witir sebagaimana diriwayatkan 
oleh sekian banyak ulama hadis dan melalui sekian banyak sahabat Nabi? 
Dan tentu ini diikuti oleh sahabat-sahabat beliau, bahkan hingga kini 
oleh ummatnya. Nabi saw juga membacanya pada shalat idul Fithri yang 
tentu didengar sesuai dengan susunan itu oleh ribuan - kalau enggan 
berkata puluhan ribu - umat Islam?

(Dikutip dari "Tafsir Al-Mishbah", oleh M. Quraish Shihab)


> --- In [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] wrote:
> > 
> > > Fyi,
> > > Cuma jadi wacana pemikiran aja....dicomot dari millist tetangga
> > >
> > > =============




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke