Kutipan dari bawah: "Oleh karena itu, kami menduga kuat bahwa operasi intelijen asing Amerika (termasuk Israel) dan Australia berada di balik peristiwa tersebut mengingat merekalah yang sering mengeluarkan travel warning"
Komentar: weksss...... benul juga kata tukang bajaj kemalen, pokoknya kalo nyang urusan telolis pasti kerjaan bule2 ngamerika, israel ampe australia. tapi berarti pinteran ciblek yg kemaren digaruk hansip simpang lima, katanya investasi terbesar di Indonesia dari jaman dulu keluarganya sehat secara keuangan ampe sekarang saking susahnya, dia terpaksa jadi ciblek senior itu yah negara2 Amerika, Jepang, ama ngeropa... kata si ciblek, wong aku aja yg berinvestasi di simpang lima, ga pengen ngeliat simpang lima dibom.. eh kok negara2 itu abis ngucurin duit kok maen bom.... mustahalllll satu2nya anak SMP paling rajin ke perpustakaan di desa west progo aja tahu dari daftar investasi di BPS isinya cuma negara2 yg disebut ciblek. berarti tukang bajaj tuh notabene ngomong asal ngomong alias Ngawur, mungkin karena terlalu sering bergetar di dalam bajaj... weksssss. ehhhhhh tapi kannnnnnnnnnnnnnn..... tetep aja ngamerika salahhh! kamu pro amerika yah ?!!! belum pernah difatwa modyar kayak ulil?? gue fatwa modyar baru tau rasa loh!! kata si tukang bajaj ke si ciblek.... wekssssssssss. soal israel, emang tuh gue udah liat israel dimana2 di indonesia, di angkot, di busway ampe di pasar induk.. banyak banget!! pada dagang kali nyak? semua kalo ditanya "orang israel yah?!!" pada ga mau ngaku... jawabnya "gila aja yah.. guwa dari west bekasi lagee" semua deh gitu.. ampe ga ada satupun nyang ngaku... jadi pengen numpang tanya: NgoRang NGisraEl di Indonesia nyang gimana yakk? weksssssssssssssssssssssssss.............. ohhhhhhhhh pasti si GusDur neh!! dia kan ikut yayasan sih Israel sebagai anggota kehormatan ataw think tank kagak nyaho gue!! tapi pasti si GusDur neh!!! Berarti gusdur neh nyang jadi mak comblang azahari nyang butuh duwit ama israel nyang gatel maenan bom!! wekssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss eh telakhir waktu aye jalan2 ke singapoer ama malaysia, kenafe pada ngumfet semua itu yg ngaku2 JI... kalo ga salah.. cuek ajaaa jgn ngumpet...... wah ini gara2 Dr ayu azahari sih pake ngumfet segala!! Itu bukan ngumfet!! emang ga ada itu sih azahari, itu kayalan de police!! weksssssssssssssssssssssssssssssss amrozi itu baru nyata, tapi man!! gue bilang dgn keras neh: Pake otak ente, masa amrozi bisa bikin petasan segitu gede?? fake ngotak!! liat tampangnya nyang bloon gitu!! la massssssss massssssssss.... sumanto aja mukanya ga beda ama anggota dpr yg baru dilantik lah kok manusia dimakan ama sumantooooo OOOOOOOOOooo kalo sumanto pasti kanibal, tapi amrozi pasti bukan pembom.... buktinya dia wajahnya ga salah gitu kok..... wekkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkksssssssssssssssss ssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss ah gue mo ngikut nyalahin guru basa inggris di jerman ah, gara2 dia ga ngajar di bandung, liat tuhhhhhhhhhhhhhhhh temen2 gue di bdg basa inggrisnya jelek.. gue mo bikin petisi ah.. pake nama apa yah? hmmm koalisi anti basa inggris! eh salah koalisi basa inggris non jerman eh salah koalisi asal hantam kromooooooooooooooooooo eh benerrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr rrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr wis podo stupid po.. asal njeplak spt kutipan paling atas!!?? --- In [EMAIL PROTECTED], Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > BOM KUNINGAN > Oleh Fauzan Al-Anshari > (Ketua Departemen Data dan Informasi Majelis > Mujahidin) > > Musibah bom kembali menimpa Jakarta. Sekitar pukul > 10.30 hari Kamis (9/9/04) bom berkekuatan high > explosif meledak di depan kedubes Australia. Korban > pun berjatuhan. Dari kejadian ini Majelis Mujahidin > telah menyampaikan keprihatinan yang mendalam terhadap > meledaknya bom tersebut dan mendoakan kepada mereka > yang meninggal semoga arwahnya diterima Allah swt dan > dibalas sesuai dengan amalnya masing-masing. Bagi > keluarga yang ditinggalkan semoga tetap sabar dan > diberikan pengganti yang lebih baik. Bagi korban > luka-luka semoga cepat sembuh. > > Kami juga menolak dan mengecam pelaku peledakan itu, > siapa pun orangnya, baik individu, kelompok atau > negara, dan atas nama apa pun peledakan itu dilakukan. > Namun, kami lebih menyayangkan lagi terhadap sikap > aparat polri dan intelijen, mengapa kejadian semacam > itu terulang kembali (sebelumnya Bom Bali 12/10/02 dan > Bom Marriott 5/8/03). Bahkan, kami tidak habis pikir, > mengapa bom Kuningan itu terjadi justru ketika Kapolri > usai menyatakan dan meyakinkan anggota parlemen bahwa > situasi keamanan menjelang pilpres putaran kedua ini > dalam keadaan aman. Nampaknya bom itu meledek Kapolri. > > Lebih aneh lagi, mengapa setiap kali ada ledakan > selalu dituduhkan kepada kelompok Jamaah Islamiyah > (JI). Kemudian pelakunya selalu dikaitkan dengan dua > orang warga Malaysia yang hingga kini masih buron itu. > Selanjutnya sebagai puncaknya, mengapa pula > pertanggungjawaban semua aksi pengeboman itu harus > dipikulkan ke pundak seorang ulama sepuh yang tawadhu > dan murah senyum, tetapi sangat vokal dalam > menyuarakan wajibnya umat Islam menerapkan syariat > Islam di lembaga pemerintahan itu, yakni Ustad > Abubakar Ba'asyir (66). > > Bahkan, entah dari mana pemasok informasi tersebut, > Kepala BIN tiba-tiba menuding bahwa selama kelompok > Islam radikal tidak ditangkap dan organisasi mereka > tidak dibubarkan, maka Indonesia akan terus kacau. > Kami menduga, tudingan itu adalah logika orang kalap > dan putus asa akibat kegagalan terus menerus dalam > melindungi warga dan memberi rasa aman bagi seluruh > rakyat Indonesia. Seharusnya sebagai pejabat > profesional yang memiliki martabat dan harga diri, > jika gagal dalam menjalankan tugas maka akan segera > mengundurkan diri tanpa harus dituntut. Demikian pula > halnya dengan Kapolri. Tidak kemudian diserahkan > kepada presiden yang mengangkatnya, jelas ini alasan > halus untuk menolak mundur. > > Terus terang, kita tidak pernah mendengar istilah JI > kecuali sejak bom Bali dan kita pun tidak pernah > mendengar adanya ancaman terorisme selain sejak > runtuhnya WTC. Setelah kedua peristiwa itu, isu > terorisme tidak pernah sepi dari telinga kita. > Seolah-olah tidak ada lagi masalah selain itu. KKN, > illegal logging, penjualan asset negara, pencemaran > lingkungan, narkoba, prostitusi, pornografi dan > berbagai kejahatan lain yang dampaknya jauh lebih > dahsyat walau suaranya tak sekeras ledakan bom, justru > tak tertangani dengan baik. Sehingga sampai detik ini > berbagai kejahatan tersebut semakin menggila dan > hampir pasti tidak bisa diatasi lagi. > > Oleh sebab itu, kami menduga kuat bahwa bom Kuningan > tersebut adalah upaya false flag (meninggalkan bukti > palsu untuk menarget kelompok tertentu) sehingga > perburuan terhadap kelompok Dr. Azahari dan Nordin M > Top yang telah mengalami trial by the public opinion > (penjatuhan vonis oleh opini publik bahwa dialah > pelakunya sebelum persidangan digelar) akan terus > berlangsung. Karenanya otomatis, proyek Satgas Bom > pimpinan Brigjen Pol Gories Mere yang bertugas > menangkap pelaku bom Bali dan memberangus jaringannya > akan semakin meningkat. Apalagi Amerika telah > mengucurkan bantuan senilai 600 milyar rupiah lebih > guna membangun gedung Detasemen Khusus (Densus) 88 > bertingkat 23 di areal Mabes Polri dalam waktu dekat. > > Saya masih ingat, sekitar bulan Juni 2004 publik > sempat dikejutkan oleh ancaman bom yang akan dilakukan > anggota JI terhadap lima kedubes asing di Jakarta, > yakni Amerika, Inggris, Australia, Spanyol, dan > Belanda. Isu semacam itu jelas bagian dari black > propaganda dan sangat meresahkan masyarakat, karena > mengesankan Indonesia sebagai tempat yang tidak pernah > aman dan tidak serius memerangi teroris. Isu tersebut > mempengaruhi pilpres yang lalu, yakni munculnya rasa > antipati terhadap capres yang dianggap dekat dengan > kelompok aktivis muslim yang oleh Amerika disebut > radikal. Hal yang mirip juga telah terjadi di Amerika > menjelang pilpres Nopember mendatang, di mana kubu > Bush meneror masyarakat Amerika, bahwa jika John F > Kerry terpilih menjadi presiden, maka serangan teroris > akan meningkat lebih dahsyat. > > Pola semacam itu kita dapati sejak sebelum bom Bali > yaitu penyampaian travel warning melalui beberapa > pejabat mereka, seperti Paul Wolfowitz, Donald > Rumself, Collin Powell, dan Bush sendiri. Juga melalui > agennya seperti Lee Kuan Yew, Howard, dan Alexander > Downer. Bahkan Kapolri juga pernah menyatakan bahwa > ancaman pilpres berasal dari kelompok JI. Setelah itu > mereka secara sistematis membangun opini masyarakat > bahwa calon pelakunya adalah JI karena adanya berbagai > kemiripan, baik bahan peledak maupun modus > operandinya. Yang jelas, ujung dari semua tuduhan itu > kembali mengkambinghitamkan umat Islam, khususnya > Ustad Abubakar Ba'asyir. Karenanya, ketika beliau > menerima tuduhan harus bertanggungjawab pada peledakan > bom Marriott, --ketika itu beliau sedang ditahan dan > mengikuti proses persidangan-- maka beliau > berkomentar: "Tuduhan polisi itu belum lengkap, karena > belum memasukkan kasus bom KPU." Barangkali sekarang > ini komentar itu ditambah dengan "bom Kuningan". Ini > benar-benar > anekdot. > > Untuk penggalangan opini ke arah itu, mereka pun telah > menerbitkan buku yang memfitnah kelompok yang mereka > sebut Islam radikal dan Ustad Abubakar Ba'asyir. Buku > itu berjudul "Terorisme di Indonesia" karya Luqman > Hakim, penerbit Forum Studi Islam Surakarta. Namun > setelah penulis dan alamat penerbit tersebut dicek > ternyata palsu. Demikian juga telah beredar berbagai > selebaran gelap yang menyatakan bahwa Ustad Abubakar > Ba'asyir adalah pendiri JI. Terakhir adalah munculnya > situs yang mengklaim bertanggungjawab atas peledakan > bom Kuningan dan SMS yang dikirimkan kepada salah > seorang pejabat Satgas Bom yang isinya mengancam akan > meledakkan bom bila polisi tidak membebaskan Ustad > Abubakar Ba'asyir. > > Menghadapi berbagai isu ancaman bom tersebut nampaknya > aparat intelijen (BIN-TNI-Polri-Kejaksaan-Imigrasi) > tidak melakukan konter terhadap operasi intelijen yang > dilakukan oleh intel asing dan agen-agennya yang > merugikan Indonesia atau segera mengambil tindakan > tegas terhadap mereka tanpa pandang bulu. Padahal > KASAD Jendral TNI Ryamizard Ryacudu telah menyatakan > bahwa keberadaan 60-an ribu agen asing itu sudah > memasuki taraf yang sangat membahayakan. Akan tetapi, > sekali lagi, nampaknya polisi selalu berpikir > stereotipe, bahwa pelaku peledakan bom itu "pasti" > anggota JI hanya karena berbagai kemiripan tadi. > Padahal ketika menilai bom Riau yang menurut Kapolri > juga dituduh dilakukan oleh JI lantaran kemiripan dari > bahan peledaknya (RDX), ternyata penilaian itu salah. > Bom Riau itu konon dilakukan pemiliknya untuk > mendapatkan klaim asuransi. > > Oleh karena itu, kami menduga kuat bahwa operasi > intelijen asing Amerika (termasuk Israel) dan > Australia berada di balik peristiwa tersebut mengingat > merekalah yang sering mengeluarkan travel warning. Itu > artinya, mereka memperoleh informasi dini tentang > adanya peledakan bom tersebut. Sehingga warganya dapat > segera diselamatkan dari bencana tersebut dan > membiarkan warga negara lainnya menjadi korban. Kasus > pembatalan 20-an kamar yang pernah di-booking untuk > keperluan Kedubes AS di hotel Marriott beberapa jam > sebelum terjadi peledakan bom menjadi indikasi kuat > adanya informasi dini tersebut. Demikian pula > informasi dini yang disampaikan oleh jasa pengirim > berita Odigo (milik Israel) kepada karyawan Israel di > WTC 2 jam sebelum peristiwa, sehingga tak seorang pun > warganya menjadi korban sia-sia. > > Ada lagi beberapa peristiwa yang cukup menarik untuk > dianalisa sebelum terjadinya bom Kuningan. Misalnya, > digelarnya latihan militer bersama AS di Singapura. > Sebelumnya, muncul ancaman oleh Menhan AS Donald > (bebek) Rumself di atas kapal induk USS Assex di Selat > Malaka, bahwa pemerintahnya akan melakukan pre-emptive > karena teroris banyak berseliweran di mandala. > Sementara itu, pemerintah Australia telah memasang > rudal balistik jarak jauh (400km), konon sebagai upaya > membangun sistem keamanan menghadapi ancaman Korea > Utara. Kemudian pertemuan Gories Mere dengan terpidana > 20 tahun bom Bali (Ali Imron) di sebuah kafe dan > ditemukannya tersangka lainnya (Abu Fida) yang penuh > dengan bekas siksaan, membuat wajah polri kian bopeng. > Oleh karena itu, peledakan bom itu merupakan strategi > usang untuk mengalihkan perhatian publik. > > Pada akhirnya harus saya katakan bahwa kami sangat > khawatir, kasus bom Kuningan ini nantinya akan > dikaitkan dengan Ustad Abubakar Ba'asyir dan > menjeratnya dengan tuduhan keji. Indikasi ke arah itu > sudah jelas ketika anggota hakim yang akan mengadili > beliau nanti telah mendapat briefing dan pengarahan > dari pemerintah Australia. (Republika, 10/9). Sebelum > semua itu terjadi (dan saya telah mendapatkan banyak > teror via SMS) menuntut pemerintah secara independen > mampu mengungkap motif dan aktor intelektual > pengeboman tersebut tanpa campur tangan asing. Karena > selama ini, kerjasama teknis antara Polri dan polisi > Australia (ASIO) tidak membuahkan hasil yang > memuaskan. > > Kami juga menghimbau agar seluruh rakyat Indonesia > tetap tenang, beraktivitas seperti biasa dan terus > waspada terhadap berbagai manuver dan provokasi > pemerintah asing dan antek-anteknya yang ingin > mengobok-obok bangsa Indonesia dan mengadu-domba > antarwarga negaranya. Bila ada sesuatu yang > mencurigakan, maka segeralah memberitahu kami untuk > mengambil langkah yang tepat. > > > > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

