kate bang bokir, teroris yg ngebom di kuningan org australia, 
amerika ama israel.. lah kok org australia ama org indonesia yg 
termehek2 hampir modyar...... dan yg modyarrrrrrrrrrrrr tuh org 
indonesia

ah dasar bokirrrrrrrrrrrrrrrrrrrr!! kalo mikir pake sendal!

eh kata pemerintah malaysia, si azahari ama nurdin ngetop ga pernah 
nongol di malaysia sejak 2001 (baca detik.com) - hebat yah pem. 
malaysia ama pem. indonesia bisa bareng2 ama dunia internasional 
ngeboongin org indonesia kalo azahari dan nurdin itu bener2 HIDUP 
dan NYATA!!
ah bokir dasar tukang lenong lo! semua elo lenongin!

--- In [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] wrote:
> 
> 
> Rekans,
> Ini salah satu cerita seorang teman yang bekerja di Australian 
Embassy,
> mungkin bisa sebagai bahan informasi buat kita.
> 
> Wassalam
> ===========================================================
> From: Adam-Rozelly (Jakarta) [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Kamis, 9 September 2004.
> Pagi itu gw berangkat tepat pukul 06.00am untuk menghindari 
kemacetan
> yang lebih parah dari rumah gw. Entah kenapa begitu mencapai 
gerbang
> tol dalam kota mesin mobil yang gw kendarai tiba-tiba saja mati
> seperti kehilangan tenaga. Hal ini sama sekali belum pernah 
terjadi,
> gw berusaha tenang dan kembali menyalakan mesin. Alhamdulillah 
mesin
> kembali menyala, namun selang beberapa detik kemudian tiba-tiba 
mesin
> kembali mati dengan sendirinya tanpa ada gejala mogok atau 
kerusakan.
> Panel instrumen elektrik yang terpampang didekat setir juga sama
> sekali tidak menunjukkan ada kerusakan atau gejala mal-function 
pada
> mesin. Dengan membaca doa untuk menenangkan diri kembali gw mencoba
> menyalakan mesin, Alhamdulillah langsung kembali menyala dan 
berjalan
> dengan normal.
> Sesampainya di gerbang Australian Embassy, melewati security check
> seperti biasa para security guard memberikan salam selamat pagi dan
> sempat gw lihat Almarhum Anton Sujarwo salah satu security guard 
yang
> meninggal terkena pecahan bom memeriksa kap mesin dan bagasi mobil 
gw
> sambil tersenyum sopan.
> Jam menunjukkan pukul 07.10am ketika gw sampai dilantai 3 kantor gw
> yang masih gelap. Hanya ada rekan gw Audrey yang tiba lebih pagi 
dari
> gw. Ketika gw coba menyalakan lampu-lampu dikantor, lagi-lagi 
terjadi
> hal yang tidak biasa. Semua tombol yang gw sentuh memercikan api 
kecil
> seperti ada korsleting. Gw sempat kaget, begitu juga rekan gw 
Audrey
> yang melihat kejadian itu. Anehnya lagi, sebagian lampu kantor
> tiba-tiba juga malah mati dengan sendirinya. Hal ini belum pernah
> terjadi selama gw bekerja disini. Gw pikir, mungkin ini lagi-lagi 
ulah
> jahil para "mahluk" yg konon suka menampakkan diri ke para security
> guard yang bekerja disini termasuk juga menampakkan diri ke para
> polisi federal australia melalui camera video keamanan yang 
tersebar
> diseluruh penjuru. Gedung ini memang dibangun diatas tanah bekas
> pemakaman seperti juga gedung-gedung lainnya di kawasan ini, 
berikut
> juga apartemen taman rasuna. Sama sekali tidak terpikir bahwa
> kejadian-kejadian ini merupakan salah satu "pertanda" akan terjadi
> sebuah malapetaka di kantor ini.
> Jam menunjukkan sekitar pukul 10.30am ketika tiba-tiba kami 
mendengar
> suara ledakan dan getaran kecil teman-teman gw langsung menengok ke
> arah gw dan sempat berujar pendek "dam........", kemudian disusul
> sebuah ledakan yang sangat dahsyat yang menghempaskan tubuh gw dari
> meja gw. Secara reflek, gw langsung merebahkan diri dengan posisi
> tiarap untuk menghindari pecahan bom maupun kemungkinan adanya 
peluru
> tembakan dari sniper karena sebelumnya gedung ini juga beberapa 
kali
> mendapat serangan dari penembak gelap yang akhirnya menyebabkan
> seluruh kaca langsung dibuat anti peluru. Gw langsung 
berteriak "semua
> tiaraaap...........tiarap !!! Get down we're under attack !!!", gw
> bahkan sempat membentak boss gw, atase perdagangan pemerintah
> australia yang terlihat panik dan tengah berjalan terbungkuk-
bungkuk
> berusaha melindungi para staff-nya yang orang Indonesia.
> "Bob.........get down now !!! Stay Down and don't move !!!". Saat 
itu
> gw pikir kita lagi diserang oleh teroris yang mungkin sudah 
menguasai
> lantai dasar gedung kedutaan tempat suara ledakan berasal karena 
saat
> gw lihat gedung menara gracia dan plaza kuningan kaca-kaca gedung 
itu
> hancur secara berurutan persis seperti di film-film sehingga gw 
sempat
> berpikir ada teroris yang menggunakan semacam bazoka dan senapan 
mesin
> sekelas M-60 anti pesawat yang menyerang secara membabi buta. 
Sebelum
> pecah berurutan, kaca-kaca itu sempat memantulkan sebuah asap
> berbentuk cendawan seperti sebuah ledakan mini nuklir yang berasal
> dari depan kedutaan.
> Ternyata dugaan gw salah, ledakan itu berasal dari gerbang utama
> kedutaan yang dilapisi dengan besi baja tebal yang kini hancur.
> Jendela kaca kedutaan yang terbuat dari bahan khusus polycarbonate
> anti peluru setebal 10 Cm berlapis 2 dilapisi lagi dengan kaca 
biasa
> dibagian luar beterbangan dan sempat menimpa rekan-rekan gw yang
> wanita dan kebetulan duduk membelakangi jendela yang menghadap 
kearah
> gerbang. Dalam hitungan detik dari pintu khusus muncul beberapa 
orang
> anggota pasukan khusus Australia yang segera memerintahkan kita 
untuk
> melakukan evakuasi ke lantai dasar kedutaan yang memang dirancang
> mirip bunker sehingga tahan terhadap segala jenis serangan. Saat gw
> mencoba untuk keluar dari tempat tersebut agar mendapatkan sinyal 
HP,
> Asap putih memenuhi kawasan seputar kedutaan dan jalan kuningan
> sehingga jarak pandang kurang dari 1 meter dan pecahan bom yang 
masih
> berasap dan juga pecahan kaca dari gedung plaza kuningan serta 
menara
> gracia yang masih berjatuhan di samping kanan-kiri kedutaan 
membuat gw
> mengurungkan niat gw. Ibu Naruma, Seorang staff yang cukup senior 
dan
> sudah berumur terlihat dipapah krn kakinya terluka terkena pecahan
> kaca krn dirinya lupa mengenakan alas kaki saat melakukan evakuasi.
> Krn nggak tega melihat hal itu gw pinjamkan kedua sepatu gw untuk
> beliau pakai menghindari pecahan kaca disana sini meskipun gw tahu
> resikonya kaki gw sendiri yang mungkin terluka. Gw yakin insya 
Allah,
> Allah akan terus melindungi gw bahkan dari pecahan kaca maupun
> kepingan bom yang bertebaran disana sini. Alhamdulillah lagi-lagi 
gw
> bisa berjalan diatas pecahan kaca tanpa terluka karena perlindungan
> Allah. Meskipun direpotkan dengan pecahan kaca yang menempel di 
kaus
> kaki gw, gw terus menerus berzikir untuk menahan rasa sakit dikedua
> telapak kaki gw.
> Seluruh staff baik Australian maupun Indonesian berkumpul di 
lapangan
> tenis belakang kedutaan sambil mendata siapa-siapa yang hilang atau
> terluka. Terlihat seorang driver tergeletak diatas meja tengah
> diperiksa oleh tim P3K dengan wajah dan tubuh bersimbah darah. 
Ketika
> gw mencoba untuk berjalan ke gerbang kedutaan tempat sumber 
ledakan,
> bau belerang dan anyir darah dimana2 disertai teriakan para staff 
lain
> agar gw menghindari tempat tersebut membuat gw mengurungkan niat 
gw.
> Pengalaman gw pada penembakan 12 Mei 98, tragedi semanggi I maupun
> penembakan pada tragedi II nggak pernah sedikit pun membuat surut
> nyali gw. Tapi entah kenapa, hari ini nyali gw terasa surut melihat
> potongan-potongan tubuh berserakan dan darah dimana-mana. Apalagi 
saat
> gw melihat sekeliling kedutaan, menara gracia dan plaza kuningan di
> samping kanan-kiri kedutaan serta plaza 89 dan Departemen Koperasi 
&
> UKM diseberang kedutaan yang hancur total membuat gw bergidik. 
Gedung
> Sentra Mulia yang terletak hampir 1 KM dari kedutaan pun tak luput
> dari kehancuran karena ledakan tersebut. Gw segera mengevakuasi
> rekan-rekan kantor gw melalui sebuah pintu rahasia yang tembus ke
> samping pasar festival. Untung pengalaman gw melakukan evakuasi
> puluhan kali jaman kuliah dulu ternyata sangat berguna disaat2 
genting
> seperti ini.
> Alhamdulillah, krn pertolongan Allah gw dan rekan2 gw selamat dan
> berhasil melakukan evakuasi dengan lancar. Mudah-mudahan peristiwa
> sejenis tak kan pernah terulang lagi. Semoga Allah menerima amal
> ibadah para syuhada yang menjadi korban pada peristiwa ini dan
> mengampuni segala dosa mereka. Amiiin...........
> 
> Regards,
> Adam Rozelly Ahmad
> InterScan_SafeStamp.t
> 
> 
> http://www.groups.yahoo.com/group/Islam-Bersatu/



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke