"Kita sering menyebut diri kita "sekuler" tapi -- as a matter of 
fact -- ternyata kita tidak. Ini berbeda dg umumnya orang barat..."

That's absolutely true!

Makin sadar kita akan ke-sekular-an bangsa kita yang multibudaya dan 
multietnis ini, makin sedikit benturan yang timbul.

Dalam berdiskusi nalar, orang Austria dan Jerman sering memakai kata 
pepatah " Lassen wir doch die Kirche im Dorf " - arti harfiahnya, 
Tinggalin kek tu gereja di desa (jangan di-gotong2). Arti maknanya 
adalah, tinggalkanlah masalah keimanan kita dirumah (dan dihati 
sanubari). Ini masalah pribadi.

Makin sedikit artikel bernuansa dakwah disini, ataupun argumentasi2 
yang me-nyeret2 agama (langsung atau tak langsung), makin damai dan 
rational diskusi2 yang digelar.

Bravo mas Mario.

Salam hangat dari Vienna

RM Danardono HADINOTO





--- In [EMAIL PROTECTED], Mario Gagho <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Sdri Fauziah dan rekan-rekan milis,
> 
> 1. Apa yg dikatakan oleh Anda benar,bahwa kita
> hendaknya berusaha sekuat mungkin untuk tidak
> terjerumus dalam debat kusir. Ketika kita khilaf
> melakukan hal ini, tentu natural kalau kita kemudian
> menyadarinya dan menghentikan sendiri perdebatan itu
> tanpa harus diingatkan. Namun, mengingatkan juga lebih
> bagus, karena waktu yg dipilih oleh setiap member
> untuk menyadari kekhilafan tidak sama. Jadi fungsi
> 'peringatan' di sini adalah untuk "menyeragamkan"
> momen kesadaran kita. Dalam hal ini, Sdr. Fauziah
> telah melakukan hal yg terbaik.
> 
> 2. Soal posting agama, kami sudah ingatkan agar itu
> tidak dilakukan di sini mengingat status milis ini
> sebagai milis umum, milis nasional. Dg kata lain, ini
> milis inklusif Indonesia. Terutama yg menyangkut
> postingan berbau dogma/doktrin agama tertentu. Di sini
> adalah kesempatan kita untuk berdialog
> antar-rakyat,antar-suku, antar-pemeluk agama yg
> terbungkus dalam negara bernama Indonesia. 
> 
> Namun demikian, harus diakui, bangsa Indonesia --
> sebagaimana bangsa Timur yg lain-- bersifat "religius"
> whatever it means. Dalam artian, kita selalu merasa
> kesulitan untuk tidak mencampuradukkan segala
> permasalahan dan fenomena yg terjadi dg agama. Kita
> sering menyebut diri kita "sekuler" tapi -- as a
> matter of fact -- ternyata kita tidak. Ini berbeda dg
> umumnya orang barat. Untuk itu kita bisa belajar dg
> cara terus berdiskusi dan saling mengingatkan apabila
> ada kekhilafan. 
> 
> Visi dan fungsi dari milis ini salah satunya adalah
> menjembatani proses pembelajaran itu. Pembelajaran
> untuk hidup dan berpikir dalam konteks keanekaragaman
> bukan dalam konteks who's-holier-than-whom. :)
> 
> Buat rekan-rekan milis semua, mohon maaf apabila ada
> salah kata. Please, ingatkan saya dan rekan-rekan
> moderator yg lain juga.
> 
> salam,
> a.n. Moderator 
> 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke