Ahmad Assad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dengan divonisnya pemred Majalah Tempo, Bambang
Harymurti oleh rezim Megawati, seharusnya Pers bersatu
memboikot pemerintahan Mega yang otoriter.
Ingat dong bung Megawati hanya berkuasa di Level Eksekutif, sedangkan Yudikatif tidak
dibawah Eksekutif. Jangan pura-pura bodoh dong bung, dengan struktur kekuasaan negara
(Trias Politika).
Rezim Mega yang sewenang-wenang menindas kebebasan
Pers harus dijatuhkan.
Pernyataan ini juga sangat tendensius. Mestinya juga refleksi diri, tetapi malah
menuduh orang lain yang tidak tahu apa-apa. Bukankah si Pramono Anung (PDIP) juga
turut hadir di Persidangan, memberikan dukungan moril kepada Bambang Harymurti
Kebebasan pers juga tetap harus diiringi dengan pers yang egaliter dan bertanggung
jawab. Pers juga butuh duit, sehingga wajar saja dalam setiap berita pers, sering kali
sangat tendensius dan memihak. Pers lebih cenderung menampilkan segala sesuatu dengan
dibumbui dan didramatisir, sehingga lebih cenderung meng-expos secara berlebihan,
tidak berdasar fakta.
Saya rasa ini merupakan perkembangan yang lebih baik dari jaman Udin yang harus
menjadi korban dari orang yang diberitakan oleh Udin(Wartawan Bernas). Perkembangan
Pers menjadi pers yang bertanggung jawab. Pers yang tidak independen, juga banyak
terjadi, dimana Pers oleh sebagian wartawan dipakai sebagai ajang bargaining (uang
saku & Wartawan Bodrex) dengan pihak yang akan diberitakan, sehingga beberapa berita
yang tadinya disorot oleh Pers, kemudian menghilang begitu saja.
Dalam dunia intelektual, untuk membangun opini seorang intelek yang belum dikenal,
harus bermain mata dengan wartawan, sehingga karyanya yang sebetulnya tidak bermutu
bisa dipublikasi.
Jadi kalau Pers itu sendiri belum idealis, tidak independen, dan tidak berdasar fakta;
pastilah akan tergusur oleh hukum yang berlaku.
Susahnya lagi banyak diantara kita, anak-anak kita dan orang-orang disekitar kita
lebih cenderung suka membaca majalah gosip, tabloid isu, cerita-cerita takhayul, Sex
dll. Bahkan dimedia TV kisah-kisah Dunia Lain, Jakarta Underground dan Gosip-gosip
justru memilik rating yang tinggi.
Acara-acara Olimpiade Fisika menjadi tidak layak tampil dibanding acara entertainment
AFI dll. Inilah realita.
Saya rasa Pers juga harus melakukan refleksi diri, karena melalui Pers, pembentukan
karakter bangsa, karakter anak-anak kita akan dibentuk.
Saya rasa kalau Bambang Harymurti bisa membuktikan kebenaran beritanya, ceritanya
tidak akan menjadi begini.
Semoga Kebebasan Pers dapat menjadi kan Pers lebih bertanggung jawab, independent dan
berperan serta dalam pembentukan karakter bangsa.
Salam
Maya
---------------------------------
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages!
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/