Kita yang datang berduyun-duyun ke TPS besok, akan
menyadari betapa kecilnya dunia ini.  Karena pemilihan
presiden Indonesia secara langsung itu akan diliput
oleh televisi BBC dan CNN secara real time dan akan
dilihat oleh orang biasa di Mongolia sampai Timbuktou.
 Itulah wujud globalisasi.

Untuk meminjam Thomas L. Friedman, dunia telah
menyusut tiga kali.  Globalisasi 1.0 terjadi dari
tahun 1492 ketika Christopher Colombus menginjakkan
kaki di Amerika sampai tahun 1914 yaitu ketika
terbunuhnya pangeran Austria-Hongaria oleh seorang
gila di Sarajevo (Bosnia) menyulut Perang Dunia I --
sebenarnya perang Eropa.  Dunia menyusut dari ukuran L
(large) menjadi ukuran M (medium).  Dunia menyusut
lagi dari ukuran M menjadi S (small) dari Perang Dunia
II sampai hebohnya Y2K menjelang berakhirnya abad
ke-20 kemarin, semoga Anda masih ingat. Mengecilnya
dunia dari ukuran M ke ukuran S itu sebut saja
Globalisasi 2.0.  Sekarang, pada abad ke-21 terjadi
lagi Globalisasi 3.0, yaitu ketika proses 
penggantian health insurance di rumah-rumah sakit
Amerika dikerjakan di oleh orang-orang muda India di
Tydal Park di Madras, yang telah saya saksikan.

DPR dan senat hasil pemilihan legislatif 5 April 2004
dan Presiden/Wapres hasil pilpres 20 September 2004
besok mempunyai kedaulatan penuh untuk menentukan arah
perjalanan bangsa lima tahun kedepan.  Mereka bebas
untuk memilih jalan seperti India, yang swastanya
mengembangkan  call centers dimana anak muda melayani
pertanyaan dari seluruh dunia dengan aksen Amerika
atau aksen Inggris menurut kebutuhan. Atau, terserah
mau memilih jalan Saudi Arabia yang mengembangkan
pesantren model Ngruki dengan bahasa yang para
santripun tidak mengerti.

Sebenarnya manusia Indonesia dan manusia Singapura
atau Malaysia atau India sama dan punya potensi yang
sama untuk maju.  Yang membuat kemajuan berbeda adalah
karena sistem yang dipilih.  Menyaksikan Wagah border
dari sisi Pakistan bulan lalu, saya jadi bertanya
dalam hati apa yang menyebabkan beda orang Pakistan
dengan orang India.  Orang Sindhinya sama satu bahasa
dan satu bangsa, boleh dikata DNA-nya pun mirip-mirip
barangkali.  Mereka sama cerdas atau sama tidak cerdas
dengan orang Marathi di Bombay.  Apa mungkin, ya, yang
menyebabkan mereka jadi beda karena tatanan politik
dan sosial dimana mereka dibesarkan?  Sejelek-jeleknya
demokrasi di India, ya, di kabinet ada 8 menteri yang
tidak patut, tapi India ada demokrasi.  Memang ada
ganjalan untuk berdagang dengan India, tapi ekonomi
India terbuka sejak tahun 1991.  Memang mahkamah agung
kerjanya lambat, tapi setidaknya di India ada rule of
law.  Dan seandainya Manmohan Singh gagal, dia bisa
dijatuhkan dalam pemilu.  Itu semua yang tidak ada di
Pakistan.  Sistem di Pakistan tidak memungkinkan
munculnya tokoh swasta inovatif seperti Azim Premji,
Narayana Murthi dan Nanda Nilekani.  Kalau saja
Pakistan memilih sistem yang sama dengan India,
niscaya di Pakistan ada juga swasta setaraf TCS, Wipro
dan Infosys.

Anak Indonesia tidak kalah cerdasnya, terbukti mereka
mampu menggondol beberapa medali emas dalam Olimpiade
Fisika di Beijing. Coba seandainya semenjak 17 Agustus
1945 pucuk pimpinan Indonesia tidak melakukan
avonturisme politik, dan lebih menitik beratkan pada
pendidikan yang sebenarnya adalah inti dari nation
building, maka anak-anak kita jauh lebih beruntung
dari sekarang ini.  Manusia India dapat berjaya
dimana-mana, karena mereka punya beberapa IIT yang
setara dengan MIT, budaya mereka sangat menghargai
pendidikan utamanya matematika dan sains, dan lulusan
sekolah semuanya lancar berbahasa Inggris.  Tapi
mereka tidak dapat lagi mengaku sebagai satu-satunya
penganut demokrasi di Asia, karena sudah ada
Indonesia.

Ah, tahu-tahu sudah jam 10 malam.  Selamat menetapkan
pilihan Anda.

Salam,
RM    

  




        
        
                
___________________________________________________________ALL-NEW Yahoo! Messenger - 
all new features - even more fun!  http://uk.messenger.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke