Harian Komentar, 23 Sept. 2004
Fahmi Cs Bongkar Dosa Akbar
Perseteruan di Partai Golkar makin memanas. Kini Forum Pembaruan Partai Golkar (FPPG)
yang dimotori Fahmi Idris cs menuding Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung
telah berbohong besar selama persidangan kasus Buloggate II. "Akbar telah berbohong
besar. Terdakwa I dan II, Winfried Simatupang dan Dadang Sukandar adalah nama fiktif
yang sengaja dimunculkan oleh Akbar untuk menjadi bumper."
Penjelasan tersebut disam-paikan anggota FPPG Anton Lesiangi kepada wartawan seu-sai
bertemu dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kra-ton Kilen Yogyakarta, Rabu (22/09).
"Akbar memang tidak menerima uang itu, saya seba-gai saksi hidup. Namun uang tersebut
diambil oleh stafnya Ir Mahdar," kata dia.
Uang itu kemudian dibagi-bagikan kepada MS Hidayat Rp 10 miliar dan Enggartiasto
Lukito Rp 10 miliar. Sedang-kan orang lain yang juga me-nerima antara lain Iris Indira
Murti, Rambe Kamaruzaman, Mahadi Sinambela dan Fadel Muhammad.
"Untuk orang-orang yang ini jumlahnya berapa saya kurang jelas," kata Anton yang baru
saja dipecat sebagai anggota Partai Golkar bersama Fahmi Idris dan Marzuki Darusman.
Menurutnya, selama mende-kam di LP Cipinang kedua ter-pidana kasus Bulog tersebut juga
mendapat fasilitas khusus dan diperlakukan berbeda de-ngan napi lainnya. "Mereka
mendapat fasilitas kemudahan karena semua petugas di LP sudah dibayar Akbar sebesar Rp
3 miliar," katanya.
Sebelumnya, sembilan fung-sionaris Golkar yang tergabung dalam Forum Pembaruan Partai
Golkar sudah mengulti-matum Akbar agar mengun-durkan diri dari jabatan ketua umum dan
tidak perlu me-nunggu munas yang akan da-tang. Akbar dinilai telah mem-buat partai
hancur dan kare-nanya dia harus mundur.
Hal itu dikemukakan Marzu-ki Darusman dan Fahmi Idris dalam jumpa pers di press room
DPR, Rabu (22/09) siang. Mereka yang datang ke press room DPR, selain Fahmi dan
Marzuki Darusman, adalah Burhanuddin Napitupulu, Abu Hasan Sazili, Abu Hanifah, Ny
Juniwati Maschun Sofwan, Anton Lesiangi, Yuslin Nasu-tion dan Firman Subagyo. Me-reka
menyampaikan tiga pesan khusus yang ditujukan kepada Akbar.
Yakni pertama, memberikan batas waktu 3 X 24 jam kepada Akbar untuk mengundurkan diri
dari jabatan ketua umum serta mempercepat Munas Gol-kar menjadi Oktober 2004. Ke-dua,
Fahmi Idris akan mema-sukkan kasus pemecatan masal dari kepengurusan dan keanggotaan
Golkar terhadap dirinya dkk itu ke Museum Record Indonesia (MURI) dan ketiga,
menyatakan Koalisi Ke-bangsaan yang diketuai Akbar, bubar dan tidak punya kaitan sama
sekali dengan Partai Golkar.
Keikutsertaan Golkar dalam koalisi tersebut menjadi tang-gung jawab pribadi Akbar,
tidak ada hubungannya dengan or-ganisasi. Anton Lesiangi meng-ancam, kalau dalam waktu
3X 24 jam, Akbar tidak mau mundur dari ketua umum, pi-haknya akan membuka kasus-kasus
KKN yang diduga melibat-kan Akbar, baik yang sudah diputuskan pengadilan maupun yang
belum masuk ke penga-dilan. "Pokoknya, kalau Akbar nggak mundur, kasus-kasus KKN yang
diduga melibatkan Akbar akan kita buka lagi. Kita sudah siapkan saksi-saksinya," tegas
Lesiangi.
Marzuki Darusman menegas-kan, pernyataan Akbar tentang Golkar akan jadi kekuatan
pe-nyeimbang di DPR dan bero-posisi dengan pemerintahan SBY-Kalla, itu pernyataan
pri-badinya, tidak ada kaitannya dengan Partai Golkar. Partai ja-ngan diseret-seret ke
masalah tersebut. "Itu menjadi tanggung jawab Akbar pribadi. Sekarang ini partai
mengalami keterpurukan karena digiring Akbar untuk koalisi dengan PDIP mendukung
pasangan Mega-Hasyim. Jadi-nya, Akbar telah membuat partai hancur. Untuk itu Akbar
harus mundur dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, tidak usah menunggu munas. Di
munas, mereka hanya pertanggungja-wabkan soal keuangan partai saja, sementara
pertanggung-jawaban politik harus dilakukan sekarang," kata Marzuki. Me-nanggapi hal
ini, Akbar yang dikonfirmasi menyatakan tidak relevan.
"Itu tidak relevan karena orang-orang yang mengata-kannya sudah tidak jadi ang-gota
Golkar lagi. Sedangkan masalah-masalah itu merupa-kan masalah intern Golkar," kata
Akbar. Mengenai putusan Rapim Golkar untuk mendu-kung Mega-Hasyim, ungkap Akbar,
sebenarnya Fahmi Idris cs juga ikut dalam pengam-bilan keputusan. Keputusan itu pun
akan dipertanggungja-wabkan dirinya pada waktu-nya, yaitu pada saat munas bulan
Desember 2004.
"Putusan rapim itu tujuan utamanya adalah membangun kerja sama dengan parpol dan untuk
menciptakan kekuatan DPR yang mengimbangi ekse-kutif. Pada tingkat itu mudah-mudahan
kami berhasil. Ka-rena bila dilihat dari jumlah kursi, ini sudah memadai," ujar Akbar.
Dijelaskan dia, tu-juan utama Koalisi Kebang-saan itu diamanatkan melalui Rapim
Golkar. Sebagai konse-kuensinya, pihaknya memberi dukungan kepada Mega-Ha-syim.
Dirinya pun sudah be-kerja turun ke bawah dan disambut baik oleh rakyat.
"Tapi tentu semua tergantung pada pilihan rakyat. Apalagi waktu kami sangat singkat.
Tidak bisa sepenuhnya disa-lahkan pada kami atau dibe-bankan kepada saya sebagai ketua
koalisi. Karena ini kan tugas bersama," ucap Akbar.
Mengenai langkah hukum Fahmi Idris cs yang akan diala-matkan pada dirinya, Akbar
mempersilakannya. "Silakan saja menuntut balik. Tim hu-kum kami sudah siap
meng-hadapi, baik tuntutan pidana maupun perdata. Toh kami memecat karena mereka tidak
mematuhi amanat rapim, dan rapim itu sudah dilakukan berdasarkan mekanisme yang
demokratis," paparnya.
Menurut Akbar, pihaknya su-dah mengirim surat ke KPU untuk meminta proses peng-gantian
sesuai perundang-undangan terhadap dua orang diberhentikan sebagai anggota partai dan
tadinya duduk dalam parlemen, yaitu Fahmi Idris dan Marzuki Darusman.
"Kalau untuk Jusuf Kalla, kami hanya ingin mengingat-kan supaya dia tidak ikut cam-pur
urusan intern Partai Gol-kar. Karena statusnya seka-rang cawapres dari Partai
De-mokrat. Ini jelas bertentangan dengan putusan rapim yang mendukung Mega-Hasyim.
Maka secara organisatoris, ka-mi berhentikan dia sebagai pe-nasihat partai," demikian
pen-jelasan Akbar.(dtc/zal)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/