Sekedar berbagi cerita menjelang akhir pekan dari wartawati Sunday Times, Yvonne Ridley, di Afghanistan di masa rezim Taliban berkuasa. (Razi)
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0904/23/0804.htm Pengalaman Warga Inggris di Afganistan Hikmah Disandera Taliban KALAU Anda ditangkap Taliban dan dituduh menjadi mata-mata Amerika Serikat (AS), mungkin Anda sulit untuk membayangkan nasib yang akan menimpa. Tetapi, bagi wartawan Yvonne Ridley, pengalamannya di Afganistan membuatnya masuk Islam, dan ia menyebut Taliban sebagai keluarga terbesar dan terbaik di dunia. Mantan guru sekolah yang juga peminum itu masuk Islam setelah membaca Quran usai di lepas Taliban, rezim yang pernah berkuasa di Afganistan. Bekerja sebagai wartawan surat kabar Inggris Sunday Express, Ridley pada September 2001 diselundupkan dari Pakistan ke perbatasan Afganistan. Tetapi, penyamarannya terungkap ketika ia jatuh dari seekor keledai di dekat Jalalabad persis di depan seorang tentara Taliban. Kameranya jatuh. Yang ada di benaknya ketika tentara itu dengan marah mendatanginya adalah �luar biasa tampan.� Bola mata tentara Taliban itu hijau, khas bola mata dari daerah itu dan dengan janggut yang tebal. Tetapi, kemudian ketakutan mulai merayapi ketika ia digiring ke markas tentara dan diinterogasi. �Saya sempat melihatnya lagi dalam perjalanan ke Pakistan setelah saya dibebaskan. Ia sempat melambaikan tangannya dari mobil.� Ridley diinterogasi selama sepuluh hari tanpa diperbolehkan menggunakan ponsel untuk menghubungi anak perempuannya yang sedang merayakan ulang tahun ke-9. Ridley mengatakan bahwa ia tak menyetujui apa yang selama ini digembar-gemborkan media massa Barat tentang kaum Taliban. Menurutnya, anggapan kaum Taliban sebagai monster jauh sekali dari realitas. Ia mengatakan bahwa orang-orang Taliban adalah orang-orang yang baik dan ramah. Tetapi, bantahan itu mengundang reaksi keras. Banyak yang mengatakan perempuan berusia 46 tahun ini terkena sindrom stockholm, di mana sandera malah kemudian memihak kepada penyandera. Namun ia membantahnya. �Saya semula membenci mereka yang menangkap saya. Saya meludahi mereka, kasar terhadap mereka dan menolak makan. Saya tertarik Islam hanya ketika saya sudah bebas.� Tabu Salah satu kejadian lucu adalah ketika Ridley menolak untuk menurunkan celana dalamnya yang baru dicuci dari jemuran. Sehingga Wakil Menteri Luar Negeri Taliban terpaksa turun tangan dan memintanya untuk menurunkannya karena bisa dilihat para tentara. �Afganistan sedang akan dibom oleh negara terkaya di dunia. Tetapi mereka masih sempat memikirkan celana dalam saya yang sudah kedodoran,� kenangnya. �Dari kejadian itu, saya katakan kalau mau mengusir Taliban tak perlu pakai bom segala, Amerika tinggal mengirimkan satu resimen perempuan untuk melambai-lambaikan celana dalam mereka. Taliban pasti akan terbirit-birit,� kata Ridley berkelakar. Begitu kembali ke Inggris, Ridley membaca Quran untuk mencoba memahami pengalaman yang baru dilewatinya. �Saya luluh dengan apa yang saya baca. Tak ada satu pun yang berubah dari isi buku ini, tak satu titik pun, sejak 1.400 tahun yang lalu,� Ridley. �Saya bergabung dengan apa yang saya anggap sebagai keluarga terbesar dan terbaik yang ada di dunia ini. Kalau kami bersatu, kami betul-betul tak tertahankan,� kenangnya. Reaksi orang tua �Pada awalnya keluarga dan teman saya khawatir, tetapi ketika mereka melihat bagaimana bahagianya saya, saya lebih sehat dan merasa hidup saya lebih punya arti, mereka sangat senang. Ibu saya sangat gembira melihat saya tak minum minuman keras lagi,� ungkap Ridley. Tetapi bagaimana dengan tuduhan tekanan terhadap kalangan perempuan di dunia Islam? �Ada perempuan yang ditekan di berbagai negara Islam, tetapi bukankah itu juga bisa terjadi di Inggris utara ini dan bahkan detik ini masih terjadi,� tegasnya. �Ini persoalan budaya bukan Islam. Quran dengan jelas dan tegas menyebut perempuan itu satu derajat dengan pria,� ujar Ridley. Ridley berpendapat manusia tak lagi dinilai berdasarkan besarnya badan atau panjangnya kaki. Tetapi, manusia dihargai karena apa yang ada di benak mereka. Ketika ditanya apa yang masih sulit dijalankan dalam kehidupannya sebagai seorang muslim, Ridley menjawab, �Salat lima kali sehari dan mencoba berhenti merokok.� (Reza S. dari BBC)*** Khairurrazi Aligarh Muslim University Uttar Pradesh, India -- India.com free e-mail - www.india.com. Check out our value-added Premium features, such as an extra 20MB for mail storage, POP3, e-mail forwarding, and ads-free mailboxes! Powered by Outblaze ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

