Neraka itu tidak kekal dan ada akhirnya (1)

Assalamualaikum wr.wb.

Saudara-saudara para hadirin hadirat yang berbahagia,

Neraka dan surga adalah suatu kehidupan diakhirat
kelak yang merupakan ganjaran dari segala amal
perbuatan kita didunia ini. Semua agama menjanjikan
adanya kehidupan demikian dan dalam agama Islam itu
merupakan satu diantara enam buah rukun Iman yang
merupakan sendi dari agama Islam itu. Kekalnya
kehidupan surga tidak disangsikan lagi, bahwa nikmat
surga itu tiada berkesudahan sehingga tidak bisa
dibayangkan bagaimana akhirnya...

Bagaimana dengan azab neraka? Berbagai pendapat
dikalangan Ulama-Ulama Islam mengenai kekal tidaknya
neraka akan tetapi sebahagian besar Ulama-Ulama
Mainstream Islam berpendapat bahwa azab neraka itu
juga kekal selama-lamanya tiada akhir... dan merupakan
ganjaran yang tidak berkesudahan terhadap orang-orang
yang betul-betul kafir dan melawan Allah....

Pendapat yang umum......
Sudah menjadi pendapat yang umum dikalangan Mainstream
Islam bahwa surga dan neraka itu adalah sama-sama
abadi. Orang-orang yang ditetapkan masuk neraka
disebabkan dosa-dosanya di dunia tidak akan keluar
dari sana dan mereka akan tetap menjadi penghuni
tempat api yang bernyala-nyala itu selama-lamanya.
Berikut pendapat salah seorang penafsir Al-Qur'an dan
Ulama dikalangan Mainstream Islam Indonesia lewat
Tafsirnya Al-Furqan dalam Fasal 25 halaman XXIII.
Berkata A. Hassan Bandung dalam Pengantar Tafsirnya
itu :

"Menurut berpuluh-puluh ayat Al-Qur'an bahwa suarga
dan neraka itu kekal selama-lamanya, yakni tiada
berkeputusan. Oleh sebab merasa kasihan dan merasa
tidak "patut" Allah menyiksa hamba-hambanya dengan
tiada berkeputusan , maka ada beberapa orang dan
pengarang putar-putar ayat Qur'an dan gunakan Hadits
palsu hingga mereka jadikan bahwa neraka itu tidak
kekal. Cari-cari jalan dengan memutar-mutar arti
Ayat-ayat itu tidak halal dan bukan perbuatan orang
yang jujur.


" Diayat 107 dan 108 Surah Hud , Allah berkata bahwa
suarga dan neraka itu kekal selama-lamanya, selama ada
langirt dan bumi, kecuali apa yang dikehendaki
Tuhanmu. 'Kecuali apa yang dikehendaki oleh Tuhan-mu
itu satu pintu yang besar dan lebar. Orang kafir,
orang yang dapat hukuman kekal di neraka, orang-orang
kafir yangh berbuat kebaikan di dunia dan siapa-siapa
lagi, kalau Allah mahu keluarkan dari neraka atau mahu
kesuargakan, tidak siapapun yang akan menghalanginya,
bahkan neraka itu , seluruhnya kalau Allah mahu
hapuskan, tidak berhaq siapapun bertanya "mengapa" ?
Memang aneh kalau orang suka cari-cari pintu, tebok
sana dan korek sini , ketika pintu yang besar sudah
tersedia!".......

Dari keterangan Ulama terkemuka pendiri "Persis"
tersebut , jelaslah A. Hassan berpendapat baik surga
atau neraka pada prinsipnya kekal tidak berkeputusan .
Hanya saja beliau mengemukakan suatu jalan keluar
bahwa
Allah kuasa mengeluarkan barang siapapun dari neraka
atau memasukkan kesurga , kalau Dia mau.......

Tidak kekal pada prinsipnya.......
Berlainan dengan pendapat yang umum dikalangan
Mainstream tersebut sebuah "sempalan Islam" lainnya
berpendapat secara solid bahwa surga betul-betul kekal
selama-lamanya tiada berakhir, sebaliknya dengan
neraka mereka mengatakan terbatas waktunya.... karena
itu tidaklah kekal selama-lamanya dan suatu saat pasti
berakhir. Penjelasan mereka tidak hanya dikuatkan
dengan alasan-alasan akal tetapi juga dengan
dalil-dalil naqal, Al-Qur'an dan Hadits.


Menurut agama Hindu, surga dan neraka (pahala dan
hukuman) mempunyai masa yang terbatas dan manusia kan
dikirimkan kedunia ini kembali sesudah sesudah
menjalani hukuman atau memperoleh ganjaran karena
perbuatannya . Sekalipun beberapa firqah Hindu
berselisih paham dalam berbagai perincian agama
mereka, namun semua mereka sepakat bahwa mengenai
prinsip yang fundamental bahwa penghukuman dan
pengganjaran di alam nanti adalah untuk sementara.

Diantara agama-agama Semit, agama Yahudi mengharamkan
surga bagi orang yang bukan Yahudi , sedangkan kaum
Yahudi nyaris tidak akan kena siksaan neraka
sedikitpun, karena menurut agama Yahudi orang Yahudi
tidak akan tinggal di neraka lebih dari sebelas bulan,
sedang orang yang bukan Yahudi akan bermukim disana
selama-lamanya. Menurut orang-orang Kristen, surga dan
neraka adaalh kekal, sekalipun sebahagian sekte mereka
berkepercayaan bahwa surga akhirnya akhirnya akan tiba
pada kesudahannya.....(Tafsir Kabir, oleh Imam
Muhammad Fakhruddin Razi----> dikutip dari The Holly
Qur'an with English Translation, Editor Malik Ghulam
Farid Vol II, Part I mengenai ayat 108 Surah Hud...).

Tetapi Islam berbeda secara fundamental dari semua
agama ini. Pemimpin-pemimpin besar Islam dalam
beberapa masalah keagamaan dimasa silam dan sebahagian
kecil Cendekiawan Muslim masa kini menekankan dengan
keras sekali bahwa surga adalah abadi dan kekal,
sedangkan neraka adalah sementara dan terbatas
masanya. Hadist-hadits dari Rasulullah SAW menunjang
pendapat ini. Imam Ahmad bin Hambal Ulama terkemuka
dan pendiri Mazhab Hambali yang terkenal itu mengutip
suatu Hadits berikut ini dari Rasulullah SAW yang
diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr' bin As sbb:

"Suatu hari akan tiba pada neraka bila daun-daun
jendelanya akan saling memukul dan didalamnya tak akan
ada seorangpun. Itu akan terjadi bila
penghuni-penghuni neraka sudah tinggal disana
berabad-abad"....(Musnad Ahmad).

Jadi menurut hadits ini perkataan "khalidina"
(tinggal) yang digunakan bertalian dengan neraka hanya
berarti "tinggal untuk waktu berabad-abad yang
panjang". Yang demikian adalah juga pendapat para
sahabat Rasulullah Ibnu Mas'ud dan Abu Hurairah.
Menurut Ibnu Taimiyah , Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Anas
dan banyak pentafsir berpendapat serupa itu. Berkenaan
dengan perkataan "khaalidina" yang banyak dijumpai
dalam ayat-ayat Al-Qur'an sehubungan dengan neraka ini
beberapa ahli agama terdahulu ada juga berpendapat
bahwa itu tidak berarti "tinggal untuk
selama-lamanya". Tetapi mereka mengemukakan bahwa
sekalipun orang-orang kafir yang jahat pantas untuk
disekap selama-lamanya dalam neraka, namun neraka itu
sendiri pada suatu hari akn ditiadakan dengan
rahmat-Nya ,
dan kalau neraka sudah tiada tentu saja tidak ada
orang yang akan menghuninya. Diantara orang yang
menunjang pendapat ini adalah Ibnu Taimiyah dan Ibnu
Qayyim....(Fath al Bayan, oleh Abul Tayeeb Siddiq ibnu
Hassan).


Hadist Rasulullah yang dikutip diatas dari riwayat
Abdullah bin Amr, juga diriwayatkan oleh Abu Hurairah
, hal mana menambah besar bobot dan kesahihannya.
Suatu hadist lain dari Ibnu Mashud berkata:

"Akan datang suatu waktu pada neraka bila daun
jendela-jendelanya kan saling memukul", yakni tidak
akan berpenghuni.......(diriwayatkan bahwa Jabir, Abu
Sa'id al Khudri dan Abdullah ibnu Umar juga memberikan
keterangan demikian.....(Fathul Bayan).


Abu Sai'id al Khudri meriwayatkan sebuah hadits dari
Muhammad SAW yang menunjukkan dengan jelas bahwa
neraka tidak abadi. Menurut keterangan Hadits ini
Rasulullah SAW berkata bahwa pada hari kiamat Tuhan
akan memberi izin kepada berbagai orang yang
berkedudukan tinggi untuk melakukan syafaat bagi
orang-orang yang berdosa. Pada akhirnya orang-orang
biasa juga akan diberi izin untuk melakukan syafa'at
bagi
mereka. Mula-mula mereka akan melakukan syaf'at bagi
orang-orang yang mereka kenal. Kemudian dengan izin
Tuhan mereka juga akan melakukan syafa'at untuk
orang-orang berdosa yang masih punya sedikit iman
dalam
hati mereka, sampai akhirnya mereka akan melakukan
syafaat bagi orang-orang yang hanya punya sebutir iman
di dada mereka. Lalu yang akan tinggal di neraka hanya
orang-orang yang sedikitpun tidak pernah berbuat amal
baik. ketika itulah Tuhan akan bersabda:

"Malaikat-malaikat telah melakukan syafaat, Nabi-Nabi
dan orang beriman telah melakukan syafaat dan kini
adalah giliran-Ku, Yang Paling Pengampun dari
pengampun-pengampun.". Lalu Tuhan akan mengeluarkan
segenggam penuh dari api dan malahan mengeluarkan
daripadanya orang-orang yang sedikitpun tidak pernah
berbuat kebaikan .......(Bukhari dan Muslim)


Hadits ini mengisyaratkan bahwa pada akhirnya akan
datang suatu waktu bila semua orang dikeluarkan dari
neraka. Karena kalau orang-orang yang tidak pernah
berbuat kebaikan sedikitpun, dikeluarkan dari neraka,
siapa lagi yang akan tinggal disana? Apalagi genggaman
penuh Tuhan bukanlah benda kasar. Dalam pengertian
perkataan itu terlingkup keluasan yang tidak terbatas
dan tak ada satu bendapun dapat dianggap terlepas dari
itu. Dari Hadits itu juga nampak bahwa pendosa-pendosa
mula-mula akan diberi hukuman karena dosa mereka , dan
kalau mereka telah dibersihkan dari dosa mereka ,
mereka akan mendapat ganjaran karena amal-amal baik
mereka , yang saat itu disimpan sebagai cadangan. Pada
ayat Al-Qur'an yang lain ..."orang yang melakukan
kebaikan sebesar zarrah pun akan melihat ganjaran
kebaikannya itu...(QS. 99:7). Kapan lagi mereka
melihat
ganjaran kebaikannya kalau seandainya dia terus menrus
diazab...mendapat siksaan yang neraka yang tidak
berkesudahan itu...? Itu kalau seandainya neraka itu
kekal abadi dan tidak ada akhirnya.....!

.......bersambung.

Sampai jumpa pada kesempatan berikutnya.......

Wassalam,
Nadri Saaduddin
Jalan Rambutan 23,
Telp. (+62-0765) 93072 Duri 28884
Riau Daratan IINDONESIA
[EMAIL PROTECTED]

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke