Materi Selingan Kajian Bulanan huttaqi di Al Azhar
BAHAYA MEMBACA BUKU (WAS: ILMU MEMBACA BUKU)
Segala puja dan puji hanya bagi Alloh semata, Pemilik segala Keindahan, pemilik segala
Kelembutan, dan Maha Rohman Maha Rohim-Nya mendahului hampir semua Kalam-Nya.
Sebagian yang sudah kuperoleh dari-Nya, akan aku sampaikan pada kalian semua.
Diawali dengan Firman-Nya,
"Walau ana mafil ardhi min sajarotim aqlawawu wal bahru yamuduhu mimba'dihi sababtu
abkurima nafidzat kalimatulloh innaloha azizun hakim"
"Seandainya seluruh pohon-pohon di bumi dijadikan pena dan tujuh samudra dijadikan
tintanya, dan ditambah tujuh kali lipat lagi untuk menuliskan kalimat-kalimat Alloh,
atau untuk menuliskan ilmu-ilmu Alloh, maka tidak akan selesai ilmu Alloh untuk
ditulis, Sesungguhnya Alloh Maha Perkasa dan Maha Bijaksana"
Alloh adalah Dzat Ilmu, ilmu-Nya meliputi langit dan Bumi,
Keutamaan ilmu mungkin tidak perlu aku sampaikan dalam tulisan yang sedikit ini.
Sudah sama-sama kita fahami, bahwa ilmu-ilmu Alloh sebagian kecil sudah dituliskan
oleh sebagian kecil orang yang ada di muka bumi.
Mengingat sebagai sarana penggalian ilmu adalah melalui catatan-catatan atau buku-buku
itu, maka perlulah kiranya, diketahui tentang beberapa hal yang berpengaruh
disekitarnya.
I. Maksud dan Tujuan dari si pengarang
II. Macam-macam isi dari Buku.
III. Latar Belakang pengarang
IV. Macam-macam kedalaman dari isi.
Kumulai bahasanku dengan mengungkap yang pertama.
I. Maksud dan Tujuan dari si pengarang.
Sebelum pengarang menulis suatu hal di dalam tulisannya, atau di dalam suatu buku,
perlulah kita sadari berbagai maksud dan tujuan dari si pengarang.
Diantaranya adalah :
1. Maksud dan Tujuan dalam hal Politik
Seandainya pengarang suatu buku memiliki maksud dan tujuan dalam hal politik.
Bisa untuk memasukkan suatu faham politik, suatu ideologi politik, dll.
Bisa juga untuk menyerang lawan-lawan politiknya
Bisa juga untuk meningkatkan performance pengarang di dalam kancah politik.
Contoh: Biografi Suharto.
2. Maksud dan tujuan Pengarang dalam hal Ekonomi.
Seandainya Maksud dan Tujuan Pengarang menulis suatu buku dengan tujuan meningkatkan
ekonomi dirinya atau tujuan Bisnis semata, atau tujuan Komersial.
Di sini, kadang impian-impian dari manusia menjadi satu ciri, menjadi satu hal yang
secara halus maupun jelas dieksploitasi di dalam isi buku untuk menarik minat dari
pembacanya.
Contoh: Beberapa buku Mujarobat.
3. Maksud dan Tujuan Pengarang dalam hal Budaya.
Seandainya Maksud dan Tujuan Pengarang di dalam menulis suatu buku adalah dalam rangka
memasukkan suatu kebudayaan pada pembacanya.
Entah itu memasukkan budaya Timur, Budaya Barat, Budaya Komunis, Budaya dll,dll,dll.
Hampir mirip dengan Maksud dan Tujuan Pengarang dalam hal Politik, maka dalam hal
Budaya ini, pengarang mungkin juga memiliki maksud dan Tujuan untuk memasukkan suatu
faham Budaya tertentu, yang kadang akan dilanjutkan dengan suatu tindakan yang real
dalam memasyarakatkan budaya tersebut.
Contoh: Das Kapital karya Marxis.
4. Maksud dan Tujuan Pengarang tidak terkonsentrasi karena menulis hanya
disebabkan karena kesenangan belaka.
Di sini, biasanya, tidak ada maksud-maksud secara spesifik dari penulis tentang
sesuatu, hanya karena penulis atau pengarang memiliki hobi atau kesenangan di dalam
menulis, maka ditulislah satu buku.
Contoh: Beberapa cerita fiksi.
5. Maksud dan Tujuan penulis Semata-mata ingin menyampaikan ilmu yang
diketahuinya.
Di dalam buku yang penulis atau pengarangnya semata-mata menyampaikan ilmu yang
diketahuinya ini, tidak ada suatu Maksud dan Tujuan tertentu sebagaimana hal di atas.
Tidak ada maksud untuk tujuan politik, tidak ada maksud di masalah Ekonomi, tidak ada
maksud di masalah Budaya, tidak ada maksud hanya untuk kesenangan penulis belaka,
melainkan karena terdorong untuk menyampaikan ilmu yang dimilikinya, maka penulis
mengarang atau menulis suatu buku.
Contoh: Ihya Ulumudin karya Imam Ghozali.
6. Maksud dan Tujuan penulis atau pengarang Buku adalah untuk Menyesatkan Logika.
Perlu dipahami, bahwa setiap buku yang kita baca, pastilah secara hukum alam, akan
kita serap melalui otak, yang berarti isi dari buku itu kita serap berdasarkan logika
kita.
Dan untuk buku-buku dengan tujuan menyesatkan logika ini, sangatlah berbahaya untuk
dibaca bagi orang-orang yang logikanya kurang kuat.
Karena secara halus, tidak kita sadari, akan ada penyimpangan-penyimpangan di dalam
logika kita nantinya setelah membaca buku ini.
Contoh: MADILOG karya Tan Malaka. Wedharan Wirid jilid III.
II. Macam-macam Isi dari Buku.
Isi dari buku, bisa kita kategorikan dalam beberapa klasifikasi:
1. Fiksi.
Jika suatu buku, semata-mata adalah hasil Imajinasi , hasil fantasi dari si pengarang.
Contoh: Novel-novel.
2. Fiksi sejarah, Fiksi Ilmiah, Fiksi yang digabung dengan kenyataan.
Jika suatu buku merupakan gabungan dari fantasi si pengarang dan kenyataan baikpun itu
kenyataan dalam bidang sejarah, dalam bidang ilmiah, dalam bidang keagamaan atau yang
lainnya.
Contoh: karya-karya Kho Ping Hoo
3. Keilmuwan, yang bisa dibagi dua, Keilmuwan dibidang Sosial, Keilmuwan dibidang
Pengetahuan Alam.
Buku di bidang keilmuwan di bidang Sosial termasuk di dalamnya tentang ilmu-ilmu
filosofi Sosial, ilmu-ilmu pelajaran sosial, dll.
Buku-buku di bidang Pengetahuan Alam termasuk di dalamnya tentang filosofi ilmu Alam,
ilmu-ilmu pelajaran bidang ilmu Alam, seperti Fisika, Kimia, Biologi, dll.
Contoh: Beberapa Buku-buku pelajaran yang kita terima dari pendidikan formal.
4. Agama.
Buku-buku di bidang Agama ini, sebanyak agama yang ada di dunia, baikpun itu Kitab
suci yang ada, maupun penjelasan atau pengertian-pengertian atau tafsir-tafsir dari
praktek keagamaan.
Dalam masalah keagamaan ini, Kitab Suci saya masukkan di dalam kategori Buku atau
Kitab, karena sama-sama kita maklumi bahwa Kitab Sucipun setelah ditulis, tulisan atau
kitab itu merupakan hasil karya manusia, meskipun isinya diyakini berasal dari sang
Pencipta.
Contoh: Banyak..
III. Latar Belakang Pengarang.
Latar Belakang Pengarang ini, bisa kita bedakan dari
1. Bidang keilmuwan yang dikuasainya.
Misalkan saja, seorang Dr. Hewan menulis suatu buku tentang kejiwaan seseorang, maka
kita bisa mengatakan bahwa buku itu tidak ditulis oleh ahlinya.
Contoh: Buku,Mengenal Jati Diri Manusia, karya salah seorang lulusan Teknik ITB.
2. Proses Pencarian dari si Pengarang.
Contoh di atas akan menjadi berbeda misalkan, meskipun seorang Dr.Hewan, tetapi secara
otodidak, atau dia telah mempelajari ilmu kejiwaan melalui jalur informal yang dapat
dipercaya, maka buku tentang kejiwaan yang ditulis oleh Dr.Hewan itu bolehlah kita
bilang bahwa itu ditulis oleh orang yang ahli dibidang kejiwaan pula.
Contoh: Kitab tahafut al falasifah karya Imam Ghozali, Imam Ghozali secara keilmuwan
formal bukanlah lulusan perguruan tinggi jurusan Filsafat, tetapi beliau otodidak
menulis tentang filsafat.
Atau Bukunya Dibawah Bendera Revolusi karya Ir Sukarno, beliau lulusan teknik, tetapi
otodidak ahli dibidang politik.
IV. Macam-macam Kedalaman dari Isi.
Dilihat dari kedalaman, bisa kita kategorikan dalam beberapa bagian.
1. Suatu buku tentang sesuatu yang ditulis oleh ahlinya dan semata-mata untuk
menyampaikan ilmu yang diketahuinya, menduduki peringkat awal sebagai buku yang isinya
bisa kita pelajari secara serius.
Contoh: kitab Minhajul Abidin karya Imam Ghozali.
2. Tetapi, suatu buku yang isinya ditulis karena tujuan dan Maksud tertentu yang
itu bukan dimaksudkan untuk menyampaikan ilmu, maka isinya tidak bisa kita pelajari,
ataupun kita teliti ataupun kita analisa secara serius.
Baikpun itu karena ada maksud dan tujuan masalah politik misalnya, ataupun karena ada
maksud dan tujuan masalah Ekonomi, atau Budaya, ataupun kesenangan belaka, buku-buku
seperti ini sebaiknya dibaca sambil lalu saja, karena sedikit sekali ilmu yang bisa
kita ambil dari buku-buku yang dilandasi maksud dan tujuan demikian.
Contoh: Banyak.
Di sinilah, akan kita lanjutkan dengan membahas kedalaman dari buku-buku yang memang
dengan maksud dan tujuan karena semata-mata menyampaikan ilmu yang diketahuinya.
Maka perhatikanlah beberapa hal seandainya engkau membaca buku-buku seperti ini.
1. Siapakah pengarangnya ??
Nama kadang bisa saja sama, tetapi orangnya berlainan, yang berarti pemikirannya akan
berlainan pula.
Contoh: penulis atau pengarang terkenal, ada Imam Ghozali, ada Imam al-Ghozali, yang
ternyata adalah dua orang yang berbeda.
Penulis Imam Suhrawardi, ternyata yang memiliki nama ini ada 2 orang ( setahu saya )
2. Bagaimanakah bidang keilmuwannya ??
Apakah bisa kita kategorikan pengarangnya adalah ahlinya dari sudut formal pendidikan
pengarangnya, ataukah ahlinya karena proses nonformal dari pendidikan pengarangnya,
ataukah yang menulis buku itu bisa dikategorikan bukan ahlinya.
Contoh: Dari latar belakang pengarang, biasanya kita tahu bahwa seseorang itu expert
atau tidak dalam masalah yang ditulisnya.
3. Saat buku itu ditulis, bagaimanakah bidang keilmuwan pengarangnya ??
Apakah dia sudah bisa dikategorikan benar-benar ahli, ataukah masih dalam proses
sebagai ahli, atau masih � ahli atau masih � ahli, dll.
Contoh: Banyak karya ibnu Taimiyah yang membahas tentang tasawuf, padahal waktu buku
itu ditulis, beliau belum pernah mendalami tasawuf.
Hal ini berbeda, setelah di akhir hayatnya, beliau saat di dalam penjara, kemudian
beliau mendalami tasawuf, dan kemudian menulis kitab tentang tasawuf.
Contoh lain: Buku-buku karya Imam Ghozali, bedakan saat beliau masih menjadi rektor
atau guru besar satu pendidikan tinggi (sebelum beliau mendalami tasawuf) dan sesudah
beliau mendalami tasawuf).
Saat kita ingin memahami ilmu tasawuf, maka carilah buku-buku Imam Ghozali saat beliau
sudah mendalami tasawuf, dan jangan buku karangan beliau saat beliau belum mendalami
tasawuf.
4. Apakah itu kategori buku-buku yang isinya adalah ilmu yang sederhana ???
Semua lapisan bisa memahami untuk isi buku yang demikian, baikpun itu untuk pembaca
tingkat pendidikan rendah, maupun kalangan umum lainnya.
Contoh: kitab-kitab Fiqih, Ushuludin, dll.
5. Apakah itu kategori buku-buku yang isinya adalah ilmu menengah ???
Sebagian orang bisa memahami sebagian tidak.
Contoh: Kasful Mahjub karya AL Hujwiri, Awarif al Ma'arif karya Imam Suhrawardi,
Risalah al Qusyoiri karya Imam al Qusyoiri.
6. Ataukah kategori buku-buku yang isinya adalah ilmu yang rumit-rumit ???
Bisa diistilahkan merupakan ilmu lanjutan, yang memerlukan pembaca juga seorang yang
minimal sudah memiliki dasar keilmuwan yang sama atau memiliki dasar pemahaman yang
dapat menangkap isi dari buku ini.
Contoh: Daqoikul Akbar, Futuhat al Makiyah karya Imam Arobi, Musyawarah Burung karya
Fariduddin attar, Tahafut al falasifah karya Imam Ghozali,
Durun nafis karya Muhammad Syech al Banjari. Martabat tujuh karya Syeh Muhyiddin,
menyoal "Wahdatul Wujud" karya Abdurrauf Singkel, Iblis Dr. Javad Nurbakhsh, dll.
Khusus untuk buku-buku yang rumit ini, ada baiknya, meskipun rasa ingin tahu anda
besar, ada baiknya anda memiliki pembimbing di dalam memahami buku-buku yang rumit itu.
Karena buku-buku yang rumit-rumit ini dapat menyebabkan Akal Pikir kita tidak mampu
menerima, yang justru hanya akan mendapatkan kebingungan-kebingungan atau malahan
bahayanya apabila ada kesalah pahaman di dalam masalah iktiqod yang ternyata yang kita
pahami salah atau tidak sesuai dengan maksud si pengarang buku.(dalam kasus-kasus yang
ekstrem, beberapa teman yang saya kenal sampai kehilangan akal disebabkan karena
ketidak mampuannya menerima pemahaman2 yang membingungkan dari apa yang dibaca)
Dengan memahami beberapa hal di atas, dimaksudkan di dalam membaca suatu kitab, kita
tidak "Menyama ratakan", atau "nggebyah uyah", sehingga diharapkan dapat menempatkan
segala sesuatu pada tempatnya..
Moga-moga Alloh melimpahkan rohmat berkat serta hidayahnya pada kita semua dan semoga
apa yang saya tulis ini membawa manfaat bagi kita semua dan dipahami sebagaimana
mestinya.
Salam
huttaqi
www.huttaqi.org
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/