>>>>>Hei bangsa koruptor jangan mimpi kau bisa menyelesakan kasus 
korupsi.
- Rumahmu hasil korupsi.
-Sekolah anakmu Ke India hasil Korupsi
-Sekolah anakmu di negerimu sendiri hasil korupsi.
-Sekolah Anakmu ke Luar negeri hasil korupsi.
-Mobilmu hasil korupsi
-Istrimu hasil Korupsi.
-Kolormu hasil korupsi.

Jangan ponggah kalian bisa menyelesaian masalah korupsi ini.<<<<<

Ya begitulah yang saya lihat kalau pulang kampung. Kenalan saya, 
hakim pengadilan negeri, tunjukkan setumpuk berkas2 pengadilan, 
sambil berkata sambil tersenyum: " Itu untuk Mama nanti naik haji"...

Lha siapa yang mampu belanja di mall2 kalau jujur,mas? Mercedes itu 
harganya berapa gaji setahun? (disini seharga gaji 3 bulan seorang 
buruh).

Menang kampanyae, sihh memang gampang, tapi bereskan masalah? Perang 
lawan teror juga kayaknya gak susah, tapi ujung2nya dimusuhi banyak 
umat Islam, yang ngotot bahwa anti teror adalah anti Islam...lha 
perrang saudara lagi kayak zaman DI/TII dulu, waktu saya masih di SD 
(dulu SR).

Salam

RM D Hadinoto


--- In [EMAIL PROTECTED], man diri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Bukan saya meremehkan kemampuan Pak SBY dan JK. sepertinya susah 
untuk menyelesaikan korupsi di negeri ini.
> Saya sangat sangat pesimis untuk menuntaskan kasus korupsi ini 
apalagi 100 hari pertama. Siapa sih dinegeri ini yang nggak korupsi. 
> Menurut data yang ada yang nggak korupsi di negeri ini cuma ada 
empat :
> 1 Orang Gila (sakit ingatan) bawaan
> 2 Cacat dari bawaan sehingga yang tidak bisa melaksanakan aktifitas 
apapun
> 3.Anak-anak dibawah umur.
> 4. orang yang belum mendapatkan kesempatan korupsi.
>  
> Hei bangsa koruptor jangan mimpi kau bisa menyelesakan kasus 
korupsi.
> - Rumahmu hasil korupsi.
> -Sekolah  anakmu Ke India hasil Korupsi
> -Sekolah  anakmu di negerimu  sendiri hasil korupsi.
> -Sekolah Anakmu ke Luar negeri  hasil korupsi.
> -Mobilmu hasil korupsi
> -Istrimu hasil Korupsi.
> -Kolormu hasil korupsi.
>  
> Jangan ponggah kalian bisa menyelesaian masalah korupsi ini.
>  
> Agar kalian bertobat dan didik anak cucumu menjadi bangsa yang 
beraklak.
> Nasi sudah menjadi bubur biarkan Bapak Ibumu   ini perampok , 
> Hiduplah yang berkualias, jangan hidup yang suka menghisap, 
merampok menginjak hak-hak orang lain.
>  
>  
>  
>  
>  
>  
> 
> 
> A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Saya setuju.
> 
> Khusus untuk hakim, jaksa, dan polisi, sepertinya
> harus ada lembaga yang mengawasi dan memberikan sanksi
> jika mereka melakukan pelanggaran.
> Ini untuk mencegah terjadinya kesewenang-wenangan dan
> tidak-adilan seperti yang terjadi pada kasus Abu Bakar
> Ba'asyir dan Majalah Tempo. Ini agar lembaga hukum
> kita tidak menjadi Super Body yang bisa berbuat apa
> saja.
> 
> Para pejabat negara harus orang yang jujur, cerdas,
> dan berani, serta tidak suka menumpuk harta atau hidup
> mewah. 
> 
> Contohnya, almarhum Munir SH. Sebagai seorang ahli
> hukum, dia benar2 berjuang untuk membela yang benar
> meski tidak mendapat bayaran, serta mencoba menyeret
> yang bersalah agar mendapat hukuman yang pantas. Meski
> untuk ini, dia bisa mendapat resiko terbunuh. Padahal
> bisa saja dia mendapat uang dari orang bersalah tsb
> untuk memperkaya diri.
> 
> Munir mendapat hadiah Rp 1 milyar. Toh separuh dia
> berikan ke orang2 miskin, separuh lagi untuk membantu
> ibunya. Dia ditawarkan mobil, tapi dia memilih tetap
> memakai sepeda motor bututnya.
> 
> Orang sederhana seperti itulah yang pantas jadi
> Kapolri, Jaksa Agung, atau Ketua MA. Mudah2an masih
> ada orang seperti Munir di Indonesia.
> 
> Tanpa bermaksud partisan, tapi saya lihat banyak
> pengurus PKS yang mengembalikan uang hasil korupsi dan
> mengeksposenya ke media massa. Jika Kapolri, Jaksa
> Agung, dan Ketua MA dipegang oleh orang2 seperti itu,
> insya Allah keadilan hukum akan tegak di Indonesia.
> 
> Salam
> 
> --- Rono Widagdo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Janji SBY di mana2 salah satunya yg utama adalah
> > pemberantasan Korupsi. Gimana kemungkinannya ? Atau
> > Pra Syarat apa yg harus dikondidisikan, sehingga
> > memudahkan upaya Pemberantasan Korupsi itu sendiri.
> > Mari kita diskusikan bertahap:
> > 
> > 1. Tauladan.
> > 
> > Salah satu yg pertama (dalam 100hari pertama) ialah:
> > Kabinet SBY sebaiknya jangan beli mobil baru dulu.
> > Mobil menteri kabinet sebelumnya harus dikembalikan
> > dlm keadaan baik, untuk dipakai jadi mobil dinas
> > menteri yg baru. Demikian juga mobil Presiden /
> > Wapres dan pejabat tinggi lainnya.  Rakyat masih
> > prihatin, gak pantas serasa menghambur uang. Tolong
> > Pak SBY, hal ini saya usulkan diucapkan pada pidato
> > pelantikan anda tgl. 20 Oktober nanti. Pasti tepuk
> > tangan akan gemuruh dan impactnya seluruh bangsa
> > akan membantu pak SBY bekerja. Udah gitu mobil baru
> > menteri lama juga baru 3 tahun. Beli mobil baru
> > nanti tahun ke TIGA aja.
> >  
> > 2. Jaksa Agung
> >  
> > Ini harus diisi orang yg paling berani dan bersih.
> > Calon dari saya: HNW atau AR. Kalau orang top yg ex
> > pengacara saya tidak setuju, karena pengacara itu
> > mempunyai kelemahan telak: yaitu bekerja keras atas
> > dasar "pesan sponsor siapa yg membayar". Jadi sorry,
> > itu adalah bukti dan kenyataan.
> >  
> > 3. Upayakan perjanjian ekstradisi dengan Singapura.
> >  
> > Semua para koruptor kakap Indonesia, bersembunyinya
> > (dan uang hasil korupnya) selalu di Singapura,
> > walopun di negara lain juga ada, tapi 85% di
> > Singapura. Dan Singapura selama ini selalu (dengan
> > berbagai dalih) bertahan dengan berbagai alasan
> > tidak mau mengadakan perjanjian extradisi itu.
> > Sudah sejak ORLA, ORBA dan sampai sekarang hal itu
> > berlangsung dan sudah berbagai menlu
> > mengupayakannya. Apalagi data arus barang keluar
> > masuk (penyelundupan), Singapura tidak mau
> > bekerjasama.
> > Tanpa adanya perjanjian ekstradisi ini, maka hasil
> > pemberantasan korupsi hanya akan terbatas pada yg
> > berjumlah sangat kecil saja (puluhan milyard rpiah
> > kebawah).
> > Atas dasar itu kita perlu orang / MENLU yg tepat /
> > maksimal / terbaik yg bisa berargumentasi /
> > beroperasi secara strategis secara bilateral dengan
> > Singapura dan secara multilateral  GO / NGO lobby
> > internasional menggarap bersama melawan Singapura
> > dalam hal ini. 
> > Indonesia harus bisa menciptakan / menumbuhkan 
> > kondisi pendapat publik Asean / Internasional bahwa
> > Singapura sebagai pelindung koruptor, dan  tiada
> > pilihan lain selain untuk menerima permintaan
> > perjanjian ekstradisi ini, daripada dia akan
> > terkucilkan di ASEAN dan dunia internasional.
> > Saat inilah timingnya, saat banyak negara berusaha
> > dekat dengan Presiden baru Indonesia asli pilihan
> > rakyat. Kalau negara2 lain seperti USA, Australia,
> > Japan, Inggris, Perancis sudah mendukung upaya
> > terhormat itu, logikanya, Singapura akan
> > menghormatinya.
> > Siapa calon MENLU terbaik untuk itu ? Mungkin ada yg
> > lebih baik, tetapi untuk sementara mnrt pendapat
> > saya adalah: Todung Mulya Lubis. Dialah orang yg
> > kayaknya sudah go internasional. Ada pendapat lain ?
> >  
> > OK, masih banyak pra kondisi lain, misalnya
> > pencatatan Daftar Kekayaan Pejabat sebelum menerima
> > serah terima jabatan barunya,  juga Jajak pendapat
> > Umum atas siapa para hakim / jaksa yg bertindak
> > korup, tentu harus dengan bukti. (kita bahas lebih
> > lanjut nanti), Hot Spot Therapy dengan memberikan
> > hukuman yg keras (seperti China) kpd koruptor. Dan
> > sejumlah langkah lainnya.
> >  
> > Semoga bangkitlah Indonesia menjadi negara yg
> > terhormat.
> > Salam, 
> > Rw.
> > 
> > 
> > 
> >             
> > ---------------------------------
> > Do you Yahoo!?
> > vote.yahoo.com - Register online to vote today!
> > 
> > [Non-text portions of this message have been
> > removed]
> > 
> > 
> 
> 
> =====
> Bacalah artikel tentang Islam di:
> http://www.geocities.com/nizaminz
> 
> 
>             
> _______________________________
> Do you Yahoo!?
> Declare Yourself - Register online to vote today!
> http://vote.yahoo.com
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
www.ppiindia.shyper.com
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
> 
> 
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
> 
>    To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
>   
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>   
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service. 
> 
> 
> 
> 
> 
>               
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> vote.yahoo.com - Register online to vote today!
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke