http://www.pikiran-rakyat.com/bisnis2.php?id=13648 24/09/04
Hampir 60% Warnet di Indonesia Kolaps BANDUNG, (PR).- Hampir 60% usaha warung internet (warnet) di Indonesia kolaps karena pengusaha warnet cuma menanamkan modal tanpa mengetahui bisnis warnet itu sendiri. Rata-rata pengusaha berpikir agar investasi kembali secepatnya, tanpa memikirkan prosesnya. Mereka tidak peduli warnetnya dipakai chatting (mengobrol lewat internet) atau carding. "Tahu-tahu, warnetnya digerebek polisi, server-nya diangkut, investasinya hilang," ujar Ketua Presidium Asosiasi Warnet Indonesia (Awari), Judith Moniq Samantha, kepada wartawan saat rehat kegiatan Roadshow Telkom Divre III di Sasana Budaya Ganesha Institut Teknologi Bandung, Kamis (22/9). Ada pula pengusaha warnet yang sudah memiliki banyak personal computer (PC), tapi tidak bisa memelihara dan mengelola dengan baik sehingga warnetnya kehilangan pelanggan. "Di Bandung, banyak warnet yang jadi sarang cyber crime. Persentasenya itu ... berat kalau saya ngomong. Tapi kita tidak tutup mata, Bandung itu salah satu kota tertinggi kedua cyber crime setelah Yogyakarta," paparnya. Ia mengatakan, warnet di Bandung yang terdaftar di Awari mencapai 400-an dari total 600-an warnet. Selebihnya tidak menjadi anggota asosiasi karena memang tidak ada ketentuan yang mengharuskan mereka bergabung dalam wadah asosiasi. "Bahkan, ketua asosiasi warnet Bandung pernah jadi korban cyber crime karena warnetnya dipakai pelanggan untuk carding (kejahatan internet dengan membobol kartu kredit orang lain untuk bertransaksi)," ujarnya. Sehubungan dengan itu, Awari mengeluarkan Code of Conduct atau panduan untuk membuka warnet. Misalnya, calon pengusaha warnet dengan modal Rp 50 juta, maka warnet yang didirikan tidak perlu menggunakan PC baru. Panduan itu juga berisi pendidikan untuk administrator (admin) agar warnet tidak dipakai carding. Upaya preventifnya, pengunjung warnet sebaiknya meninggalkan identitas, warnet diproteksi agar tidak bisa dipakai untuk transaksi online atau akses ke pornografi, dsb. "Cuma jawaban pengusaha warnet, 'Kalau begitu siapa yang mau main ke warnet kita'. Akhirnya itu jadi justifikasi mereka untuk cari duit. Sebetulnya prospek bisnis warnet bagus kalau kita mau mengubah menjadi tempat informasi dan edukasi. Kalau warnet sampai tutup, itu karena pengusaha dan admin kurang inovasi," bebernya. Menurut dia, agar mendapat untung, warnet seharusnya menjemput pelanggan, bukan menunggu pelanggan. Warnet bisa dijadikan tempat kursus untuk sekolah. Sehingga sekolah tidak usah beli komputer dan guru atau siswa datang ke warnet. Sedangkan petugas admin bisa menjadi tenaga pengajar. Atau seperti di Pasar Klewer, Solo, pengusaha warnet datang ke pasar mengajak pedagang belajar komputer. Bahkan, ada pedagang batik yang mau belajar corak-corak batik dari situs internet, tidak terpaku pada pola lama. Cukup banyak Pada kesempatan itu, Kepala Kantor Daerah Telepon (Kakandatel) Bandung Bambang Tri Winarko mengatakan, pelaksanaan Internet Goes to School (IG2S) di Jawa Barat dan Banten sudah menyerap total 27 ribu peserta dari kalangan siswa sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas. Projek IG2S ini kemudian meluas untuk umum seperti dari kepolisian, badan usaha milik daerah, profesional, dsb. "Sebetulnya, jumlah total peserta sudah cukup banyak. Sebab dari sini, siswa bisa berinteraksi antarsiswa sehingga pada akhirnya akan lebih banyak lagi pengguna internet," harapnya. Menurut dia, lewat projek IG2S, peserta mendapat pelatihan di Kandatel, mendapat materi pelajaran dan diajari instruktur sampai bisa tanpa dipungut biaya. Sehingga, begitu pelatihan selesai, peserta menjadi netter, bisa berinternet, memiliki alamat e-mail, dsb. "Tapi saya kurang tahu persis nilai projek IG2S ini," tambahnya. Ia menjelaskan, tujuan IG2S agar siswa akrab dengan penggunaan internet karena internet penting untuk dunia pendidikan. Tapi, sampai sekarang Telkom belum punya rencana menggratiskan penggunaan internet di sekolah-sekolah. Yang bisa dilakukan Telkom adalah memberikan diskon untuk guru sekolah. Bambang mengungkapkan, sejak 2002 PT Telkom memberikan pinjaman lunak dalam bentuk pembinaan usaha kecil dan koperasi (PUKK) sebesar Rp 3 miliar untuk 260 mitra binaan di wilayah Jawa Barat dan Banten. Jumlah itu juga termasuk 50 sekolah di wilayah Kandatel Bandung. (A-56)*** ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

