http://www.kompas.com/kompas-cetak/0409/25/utama/1288248.htm

Kabinet Orde Perubahan 


Amboi! Ternyata selama periode 1999-2004, praktik
korupsi, kolusi dan nepotisme atau KKN mencapai Rp 167
triliun. Angka tersebut hampir sama dengan setengah
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2003 yang
nilainya sekitar Rp 350 triliun. 

Laporan tersebut disampaikan Ketua Badan Pemeriksa
Keuangan (BPK) Satrio Budiharjo Joedono dalam Sidang
Umum MPR, Kamis (23/9). Ironisnya, salah satu sumber
penyimpangan terjadi di Kejaksaan Agung yang
kewajibannya justru harus memberantas korupsi.

Itulah sebabnya, tantangan utama bagi pemerintahan
baru pimpinan duet Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf
Kalla adalah memberantas korupsi. Itulah juga tuntutan
bagi para menteri baru: bisa enggak kalian berhenti
korupsi?

Di negara ini tidak ada masa transisi penyerahan
kekuasaan dari pemerintahan lama kepada yang baru.
Berhubung dalam kondisi khusus, persiapan pembentukan
kabinet baru mungkin memang perlu dikebut.

Kondisi khusus itu terjadi sekitar tiga minggu lagi,
saat dimulainya bulan Ramadhan. Setelah itu akan
terjadi komplikasi-komplikasi dalam bidang ekonomi dan
sosial karena mayoritas rakyat menyongsong datangnya
Idul Fitri.

Seperti diberitakan secara meluas oleh media massa
lokal dan luar negeri, proses pembentukan kabinet
lengkap dengan nama-nama menteri sudah dimulai
beberapa hari terakhir ini. Terdapat kesan, terlalu
banyak jumlah calon yang berminat dibandingkan dengan
tempat yang tersedia.

Siapa saja yang terpilih tentu sulit mengira-ngira.
Bagaimana memulai proses seleksi, itulah yang tak
pernah berhenti dispekulasikan oleh media massa dan
digosipkan dengan gencar melalui kabar-kabar burung.

Politik di Indonesia masih urusan personalitas. Karena
itu, siapa yang menduduki menteri apa jauh lebih
menarik dari taruhan judi togel. Siapa saja yang
menjadi menteri sangatlah penting karena lebih dari 65
juta rakyat memilih Yudhoyono-Jusuf dengan serta-merta
ingin menyaksikan perubahan demi perubahan.

Terlebih lagi, satu hari setelah pelantikan Yudhoyono
20 Oktober nanti, setiap warga berurusan dengan
kebutuhan bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.
Demokrasi tiba-tiba berhenti dan setiap rakyat
terbentur tembok bernama kehidupan sehari-hari.

Saat bertemu guru-guru di rumahnya, Yudhoyono
menanyakan siapa orang yang cocok untuk menjadi
menteri pendidikan nasional? Pada saat kampanye, ia
memang pernah menawarkan cara khas tersebut.

Ia meminta empat sampai lima calon menteri untuk
mempresentasikan konsep dan program di hadapan rakyat.
Siapa yang terpilih barangkali merupakan kombinasi
dari kehendak rakyat secara langsung dengan hak
prerogatif presiden.

Era baru sekarang ini lebih menempatkan rakyat sebagai
subyek, bukan lagi obyek. Organisasi-organisasi
pendukung Yudhoyono seperti fan club, Koalisi
Kerakyatan, Gerakan Relawan Aliansi Properubahan,
sesungguhnya harus didengar aspirasinya masing-masing.

Penting bagi Yudhoyono meminta calon-calon menteri,
dengan alasan apa pun, untuk tidak mengundurkan diri
ketika kabinet sedang bekerja. Tatkala Yudhoyono dan
Jusuf Kalla mengundurkan diri dari kabinet Megawati,
lalu disusul Agum Gumelar, pekerjaan kabinet otomatis
pasti terganggu.

Jusuf Kalla mengatakan, ia lebih memilih kesinambungan
dengan tetap mempertahankan struktur dan segelintir
menteri warisan pemerintahan sebelumnya.

Demokrasi sangat mendorong terjadinya perbedaan,
termasuk mau berbeda dengan mencoba membentuk kabinet
yang baru 100 persen, dibandingkan dengan yang
sebelumnya. Pemerintah baru justru mutlak menampilkan
wajah-wajah menteri yang segar bugar untuk
mengakomodasikan tuntutan rakyat yang telah lama
menghendaki perubahan.

Lebih baik porsi terbesar kabinet diberikan kepada
Partai Demokrat yang mencalonkan Yudhoyono sebagai
presiden dalam dua kali pemilihan. "Saya yakin SBY
(Susilo Bambang Yudhoyono) menentukan kabinet tanpa
terkontaminasi pihak lain. Saya yakin SBY bijaksana
dalam memilih dan memilah. Yang penting adalah
profesionalitas, pekerja keras, dan loyalitas," kata
pendiri dan Ketua Partai Demokrat, Sys NS.

Partai politik lainnya yang mendukung Yudhoyono sejak
awal adalah Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai
Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Cukup banyak
kader yang andal di kedua partai politik ini.

Wajah-wajah lama di kabinet terdahulu telah terbukti
gagal. Secara otomatis kabinet Megawati, yang sudah
meminta maaf, gagal memberantas KKN yang nilainya
mencapai Rp 167 triliun itu.

Juga tidak banyak manfaatnya menggunakan menteri-
menteri "daur ulang" yang orang-orangnya itu-itu juga.

Apalagi para "penumpang gelap" yang diragukan
loyalitasnya dan lebih suka membangkang dari partainya
masing-masing.

Sesuai dengan tuntutan zaman, jabatan menteri
sebaiknya tidak lagi diduduki oleh mereka yang pernah
dipecat karena korupsi atau yang terbukti melanggar
hak asasi manusia.

Yudhoyono mempunyai kesempatan sejarah untuk membentuk
kabinet yang, ibaratnya, semuanya berwajah serta
berhati bersih.

Kabinet yang 100 persen berwajah baru tidak layak
menyertakan para politikus Koalisi Kebangsaan yang
menjadi mayoritas di DPR.

Akan terjadi checks and balances yang sehat dan kritis
dengan menempatkan kepentingan rakyat yang menghendaki
perubahan.

"Kabinet Orde Perubahan" tidak bisa main-main.



=====
Mario Gagho
Political Science,
Agra University, India


        
                
__________________________________
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - 100MB free storage!
http://promotions.yahoo.com/new_mail 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke