11.10.2004 (Mudah-mudahan, Indonesia dapat terpilih sebagai anggota tetap DK PBB) ======================================================================
KTT ASEM usulkan reformasi PBB Oleh: Peter Phillip Para kepala negara dan kepala pemerintahan Uni Eropa-Asia, dalam konferensi puncak ASEM kelima di Hanoi, hari Sabtu (9/10) mengeluarkan pernyataan, bahwa pimpinan dalam perang anti teror harus dipegang PBB. Dalam konferensi puncak itu, juga semakin gencar dilontarkan usulan reformasi organisasi PBB, terutama keanggotaan dalam Dewan Keamanan. Konferensi puncak Uni Eropa-Asia itu, semakin kentara dijadikan ajang politik pengimbang hegemoni AS dan koalisinya. Sementara tema Myanmar, yang di hari pertama mendominasi sidang, pada hari kedua memicu pendapat pro dan kontra dari para delegasi. Seruan, agar PBB mengambil alih peran pimpinan dalam perang memberantas terorisme internasional, merupakan sebuah peringatan lugas Asia-Eropa kepada AS dan koalisinya. Selain itu, tuntutan untuk mereformasi Dewan Keamanan, juga merupakan gugatan terhadap AS dan Inggris, yang ngotot mempertahankan posisi istimewanya di lembaga tertinggi PBB tsb. Berbagai pernyataan dan tuntutan, senada dengan pernyataan ketua Komisi Uni Eropa, Romano Prodi dalam sebuah konferensi pers di Hanoi, yang mengharapkan forum ASEM ini menjadi kekuatan pengimbang dari dominasi AS dan koalisinya. Juga ketua Uni Eropa saatt ini, Bernard Bot yang menteri luar negeri Belanda, menegaskan tuntutan tsb. Disebutkannya, masalah terorisme global menuntut penanganan dan jalan keluar dari masyarakat dunia. Karena itu, PBB sebagai lembaga dunia, dipandang paling tepat mengambil alih peranan pimpinan. Selain tema pemberantasan terorisme global, usulan reformasi Dewan Keamanan, menjadi tema menonjol dalam KTT ASEM di Hanoi tsb. Sebab sejumlah negara, kini sedang berusaha mencari dukungan dari forum tsb, untuk menjadi anggota tetap di Dewan Keamanan. Terutama Jerman dan Jepang, sudah menyatakan akan saling mendukung, untuk terwujudnya reformasi di Dewan Keamanan. Pihak Jepang dan Jerman terutama menekankan, telah berubahnya konstelasi politik dunia. Sekaligus juga berubah drastisnya komposisi keanggotaan PBB, dari semula 51 negara menjadi 190 negara pada saat ini. Juga Indonesia yang menyatakan berminat pada posisi anggota tetap di Dewan Keamanan, berusaha memperoleh dukungan dari mitranya. Terutama Indonesia menonjolkan posisinya, sebagai negara dengan penduduk Muslim moderat terbanyak di dunia. Tema pelanggaran hak asasi di Myanmar yang mendominasi sidang ASEM pada hari pertama, di hari kedua ditanggapi pro dan kontra oleh peserta konferensi. Negara-negara Asia mayoritasnya bersikap lunak, dan menganggap tema tsb adalah masalah dalam negeri Myanmar. Juga presiden Perancis, Jacques Chirac memandang, sanksi lebih berat hanya akan merugikan rakyat Myanmar. Sebaliknya Inggris dan Jerman, tetap menuntut sanksi lebih berat terhadap rezim militer Myanmar. Tema lain yang juga dibahas secara intensif di hari kedua KTT, adalah kerjasama ekonomi, penyelesaian sengketa atom Korea Utara dan pencabutan sanksi perdagangan senjata terhadap Cina. Pada intinya, negara Asia-Eropa yang tergabung dalam ASEM, berniat meningkatkan volume perdagangan. Sementara dalam sengketa program atom Korea Utara, anggota ASEM menekankan, agar masalahnya dipecahkan secara damai. Selain itu, ASEM meminta agar sengketa tetap dipecahkan oleh enam negara yang terlibat. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

