http://www.suarapembaruan.com/News/2004/10/11/index.html


SUARA PEMBARUAN DAILY

Islam Menentang Kekerasan dan Terorisme

JAKARTA - Islam menentang keras kekerasan dan terorisme. Dalam ajarannya 
tidak ada satu pun ayat yang mengajarkan umat Islam untuk melakukan hal-hal 
yang bertentangan dengan prinsip kemanusiaan. Sebaliknya, Islam membawa pada 
konsep-konsep kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia dengan 
tetap menghargai keberadaan pemeluk agama lainnya.
Demikian terungkap dalam diskusi "Hentikan Terorisme dan Radikalisme atas 
Nama Islam" yang digelar di Jakarta, akhir pekan lalu. Tampil sebagai 
pembicara di forum itu Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said 
Aqiel Siraj, Dirjen Transmigrasi Joko Sidik Pramono, dan Direktur Anti Teror 
Mabes Polri Brigjen Polisi Pranowo Sudahlan.
Menurut Said Aqiel, Al Quran dengan tegas memberi perintah kepada umat Islam 
untuk menghormati dan bahkan melindungi penganut agama lainnya yang berlaku 
baik terhadap Islam.
Banyak contoh dalam sejarah Islam yang dicatat Al Quran, bahwa Islam sangat 
toleran dengan umat agama lain.
Dia mengungkapkan, terdapat kesalahpahaman pada orang-orang yang tidak 
mengenal Islam secara mendalam dengan memberikan stigma bahwa agama Islam 
mengajarkan kekerasan. "Islam itu luas. Jangan karena segelintir oknum yang 
melakukan kekerasan atas nama Islam lantas seluruh umat Islam dicap sebagai 
penganut kekerasan," ucapnya.
Dia menjelaskan, definisi jihad yang diajarkan agama Islam adalah untuk 
melawan pihak-pihak yang memerangi Islam. Jihad ini untuk membela diri. 
"Kalau pasang bom dan kemudian melukai umat Islam dan umat lainnya yang 
tidak berdosa, itu namanya bukan membela diri. Haram hukumnya melakukan bom 
bunuh diri," tegasnya.
Ditanya soal adanya beberapa kelompok umat Islam yang yakin perjuangannya 
dengan melakukan bom bunuh diri merupakan tugas suci, Said Aqiel dengan 
tegas meminta agar para kelompok ini kembali belajar ke prinsip ajaran agama 
Islam. "Mereka sebaiknya belajar mengaji lagi dengan baik," ujarnya.
Sidik Pramono mengatakan, terorisme dan radikalisme akan tumbuh pada 
masyarakat yang berkategori miskin. Supaya tidak tumbuh subur hal tersebut 
maka harus ada peningkatan taraf kesejahteraan terhadap masyarakat miskin 
itu.
"Kebetulan hampir sebagian besar masyarakat miskin adalah umat Islam. Kalau 
penggangguran, kemiskinan kesenjangan sosial makin besar akan berdampak pada 
ketidakpuasan pada tatanan negara. Sehingga kemudian muncul manifestasi 
radikalisme," katanya
Pranowo menambahkan, semua warga negara tanpa terkecuali harus mematuhi 
peraturan dan hukum yang berlaku. Kalau benar dan tidak melanggar hukum maka 
penegak hukum tidak akan melakukan tindakan hukum apa-apa dan menghormati 
setiap kegiatan yang dilakukan umat Islam.
"Jika ada sekelompok warga negara memberi dukungan kepada umat Islam di 
negara lain yang dizalimi negara lain, kepolisian tidak melarangnya, asalkan 
dalam memberi dukungan tersebut tidak melanggar hukum yang berlaku di 
Indonesia, " tegasnya. (M-17)


Last modified: 11/10/04 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke