Untuk para pemerhati Poligami
 
 
Poligami

Oleh : KH Didin Hafidhuddin


Sudah menjadi kelaziman dalam kehidupan bahwa sikap berlebihan dalam 
sesuatu (ghulul, ekstrem) akan melahirkan pula sikap ekstrem yang 
bertentangan dengan sikap ekstrem yang pertama. Karena itu, Islam 
selalu menempatkan sesuatu dalam posisi pertengahan (tawassut/tawazun) 
agar melahirkan sesuatu yang baik dan dapat dikerjakan secara relatif 
lebih 'abadi'.

Misalnya, dalam hal infak, kita dilarang memiliki sifat bakhil (tidak 
mau berinfak), namun dilarang pula israf (berlebihan dalam berinfak 
yang melampaui batas kemampuan. Firman Allah SWT:
Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu(bersifat 
bakhil) dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya(berinfak di luar 
kemampuan) karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal (QS 17: 29).

Demikian pula dalam menyikapi poligami yang kini banyak dibicarakan. 
Karena adanya sikap ekstrem yang menolak poligami, yang menganggap 
poligami itu merendahkan martabat kaum wanita, sampai-sampai 
dikeluarkan PP yang melarang PNS berpoligami dengan sanksi akan 
dipecat dari status kepegawaiannya. Maka, muncul pula sikap ekstrem 
yang mendorong secara massal untuk berpoligami, seolah poligami 
merupakan keharusan, dengan alasan untuk menghindarkan diri dari 
perzinahan.

Memang benar perzinahan itu sangat terkutuk dan dimurkai Allah SWT (QS 
17: 32). Tapi, jalan keluarnya bukan semata-mata dengan berpoligami. 
Islam membuka pintu lain, misalnya, dengan sering melaksanakan puasa 
sunat sebagaimana dik emukakan dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari 
dan Muslim dari Abdullah bin Mas'ud(Subulus-Salam, Juz 11, Hlm 109).

Jika diperhatikan ayat dan hadis tentang poligami, maka dapat 
disimpulkan poligami adalah satu bagian dari syariat Islam yang sah 
dan boleh dilakukan oleh setiap orang yang memiliki kemampuan dan 
kesungguhan (tidak main-main) untuk berlaku adil terhadap istri-istri 
dan anak-anaknya. Adil di sini tentu dalam hal-hal yang bersifat fisik 
material, seperti dalam memberi nafkah, memberikan pakaian, dan tempat 
tinggal (QS 4:3), di luar sikap adil dalam hal yang tidak terukur, 
seperti kasih sayang dan cinta (perhatikan QS 4: 129 dan hadis riwayat 
Imam Empat dan Siti Aisyah).

Poligami bukanlah semata-mata berkaitan dengan hawa nafsu, namun juga 
berkaitan dengan dakwah, pertolongan kepada anak-anak yatim, dan 
perhatian terhadap pendidikan generasi mendatang(jangan sampai 
berpoligami tetapi menelantarkan pendidikan anak anaknya).

Bagi yang mampu, silakan melakukannya dengan segala risiko dan 
tanggung jawab dunia-akhirat. Tapi, bagi yang tidak mampu, jangan 
melakukannya, karena hanya akan melahirkan kemudharatan bagi dirinya, 
keluarga dan anak-anaknya. Kelak di akhirat mereka akan berjalan 
miring dan sempoyongan, sebagaimana dikemukakan Rasulullah SAW: 
Barangsiapa memiliki dua istri lalu cenderung memperhatikan salah 
satunya dan mengabaikan yang lainnya, maka kelak di akhirat akan 
berjalan miring sempoyongan (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah).


Republika, Selasa, 19 Agustus 2003
Poligami <http://www.republika.co.id/kolom_detail.
aspid=136487&kat_id=14>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke