----- Forwarded by Carla Annamarie/PRUIDN/IDN/Prudential on 10/13/2004
09:55 AM -----
"Haryono"
<[EMAIL PROTECTED] To: <Undisclosed-Recipient:;>
et.id> cc:
Subject: [hardrockfm] Fw: [PasarBuku]
[STUDIA] Edisi 216:
10/12/2004 09:42 "Ada Jomblo di Tengah Kita"
PM
Please respond to
hardrockfm
----- Original Message -----
From: "Veronica Setiawati" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Fw: [PasarBuku] [STUDIA] Edisi 216: "Ada Jomblo di Tengah Kita"
Dari milis pasar buku,
sekedar info, sorry kalo kurang berkenan........
----- Original Message -----
From: "Studia Publication" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [PasarBuku] [STUDIA] Edisi 216: "Ada Jomblo di Tengah Kita"
Assalaamu'alaikum wr. wb.
Sobat muda muslim, ini artikel Studia edisi 216/Tahun ke-5 (11 Oktober
2004)
Edisi cetaknya di Jabodetabek udah beredar sejak hari Senin ini. Oke deh.
Selamat membaca...
Edisi 216/Tahun ke-5 (11 Oktober 2004)
Ada Jomblo di Tengah Kita
Semua itu mimpi o...o u o u o
Hanyalah bualan o...o u o u o
Semua itu bohong o...o u o u o
Aku tetap saja o... tetap sendiri
Kamu pasti udah hapal ama lirik lagu yang dilantunkan Armand Maulana sang
vokalis GIGI di atas. Apalagi kalo ditanya judul lagunya? Hmm.pasti deh
pada
ngacung. Tapi please., yang belon pake Rexona jangan ikutan ngacung ya (eh,
ini iklan ya?). Bukan apa-apa. Takut disangka sumber polusi udara.
Hehehe..keep smile ya.
Selain easy listening, tuh lagu turut mempopulerkan istilah jomblo di
kalangan anak muda. Liriknya seolah mengungkap kegelisahan hati seseorang
yang belon punya gandengan. Soalnya, truk aja bisa punya gandengan masa'
doi
nggak. Betul? Betuul.! Tapi ngomong-ngomong, jomblo itu apa sih? Ih.
tulalit
deh!
Gini, secara etimologi seperti tercantum dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia,
jomblo itu artinya perempuan tua yang nggak laku-laku alias perawan tua.
Tapi seiring berjalannya waktu, terjadi perluasan makna pada kata jomblo.
Kini, jomblo dimaknai sebagai julukan 'trendi' buat mereka (baik cowok
maupun cewek) yang masih sendiri, belum punya pacar, dan belum punya
gandengan (emangnya truk?). Pokoknya masih suka sendiri aja (atau memang
belum ada yang ngajak barengan). Gitchu. Ehm, apakah kamu termasuk di
dalamnya? Hehehe
Pro-kontra seputar jomblo
Dalam pergaulan remaja, perdebatan tentang status jomblo nggak kalah
serunya
dengan debat capres kemaren-kemaren. Banyak yang pro, tapi nggak sedikit
juga yang kontra.
Bagi yang pro, mereka enjoy bilang "its oke to be jomblo". Predikat itu
bukan masalah bagi mereka. Justru mereka menikmati hidup tanpa pasangan.
Sebagai wujud rasa syukur mereka, ada di antaranya yang bikin perkumpulan
dengan nama Jojoba alias Jomblo-jomblo Bahagia. Malah ada juga yang
tergabung dalam komunitas Kelompok Jomblo Ceria yang disingkat Kejora. Ehm,
Ijo Lumut (Ikatan Jomblo Lucu dan Imut) boleh juga tuh. Ada yang mau
gabung?
Pilih yang oke visi, misi, dan programnya (duileee). Wis, sundut terus!
Mereka ngerasa keberadaan pasangan malah bikin ribet. Kayak memasung
kebebasan bin kreativitasnya gitu lho. Deket dikit aja ama temen lawan
jenis, dicemburuin. Nggak mau ngikutin kemauan 'yayang', dibilang nggak
cinta. Nggak balas SMS atau missed call aja disangka selingkuh. Punya
pendapat berbeda malah dicemberutin. Kalo udah gini, tentu being jomblo
lebih asyik. Nggak terikat atau mengikat orang lain. Punya otoritas penuh
nentuin langkah kakinya sendiri mau belok kiri, kanan, atau lurus tanpa
intervensi dan pengawasan dari pihak lain. Mereka juga ngerasa nggak
membebani orang lain untuk memenuhi keinginan-keinginannya. Nggak heran
kalo
para jomblo itu begitu bahagia dan ceria menikmati kesendiriannya. Huhuy!
Sementara yang kontra, mereka juga punya alasan yang nggak kalah
dahsyatnya.
Bagi mereka, menyandang status jomblo seperti kutukan (wuiih syerem
bener..). Soalnya hidup tanpa curahan kasih sayang dari lawan jenis ibarat
sayur tanpa garam. Garing bin kering kerontang. Apalagi di kalangan remaja
yang menobatkan pacaran sebagai simbol pergaulannya. Alamat bakal tersisih
dari pergaulan dan memanen kata-kata sindiran yang pelan tapi dalem dan
bikin kuping panas. Seperti yang dialami tiga cewek jomblo Gwen, Keke, dan
Olin dalam film 30 Hari Mencari Cinta yang dituding lesbian cuma karena
nggak punya gacoan. Gimana nggak gondok? Nggak ku..ku.. deh!
Makanya bagi kaum antijomblo, nggak punya pasangan bisa bikin depresi.
Gejala yang ringan sih mungkin cuma uring-uringan, mimik mupeng ngeliat
temennya yang pacaran, atau krisis percaya diri karena tak kunjung laku
(emangnya jualan?). Tapi bagi yang sudah akut, gejalanya bisa parah.
Karena nggak kuat lagi menahan rasa malu, gunjingan atawa sindiran, orang
bisa menarik diri dari pergaulan sosial atawa malah terdampar di Rumah
Sakit
Jiwa. Bukannya kita nakut-nakutin ya, cuma bikin kamu parno (paranoid) aja.
Yee...sama aja atuh!
Kaum yang kontra ini, ada yang sampe mendeklarasikan berdirinya PJI alias
Partai Jomblo Indonesia. Mereka memperjuangkan persamaan hak dalam
mendapatkan jodoh. Mengingat ada di antara mereka yang terkena dampak buruk
dari rolek alias risiko orang jelek. Loyalitas mereka dalam perjuangannya
terukir dalam semboyannya yang menggugah semangat. "Jomblo itu pedih,
Jendral...!" Walah!
Mending jomblo daripada maksiat
Sobat muda muslim, kian hari opini media yang memojokkan para jomblo kian
tak terkendali. Remaja makin diarahkan untuk berani mengekspresikan rasa
suka kepada lawan jenis dengan berpacaran. Tayangan-tayangan
ghibahtaintment
yang berseliweran tiap hari di layar kaca, bikin permasalahan cinta menjadi
masalah utama dalam hidup manusia. Kedekatan seorang selebritis dengan
lawan
jenis dikupas habis dengan bumbu sana-sini biar layak jual. Aksi
"penembakan" yang dilakukan remaja diabadikan dalam "Katakan Cinta".
Perselingkuhan di antara mereka pun sampe melibatkan detektif H2C atau
dengan pembuktian Playboy Kabel.
Parahnya, remaja mengkonsumsi semua tayangan di atas setiap minggu.
Cinta...
cinta....dan cinta..... Tiada hari tanpa obrolan cinta. Otomatis secara
psikologi ada beban tersendiri dalam perkembangan jiwa mereka. Malu bin
nggak pede dalam kesendiriannya. Merasa terasingkan ketika kebanyakan
temen-temennya udah punya gebetan meski usia baru belasan. Pengaruh media
membuat murid-murid SMP pun udah Saatnya Mencari Pacar. Berabe euy!
Maaf, bukannya kita mau melestarikan status jomblo. Bukannya mau ngelarang
temen-temen jomblo untuk nyari pasangan. Bukan juga mengajak para jomblo
untuk tabbatul (membujang). Tapi kalo upaya pelepasan predikat jomblo
selalu
berujung pada aktivitas pacaran, mendingan tetep istiqomah menyandang
status
jomblo. Seperti pepatah bilang, biar jomblo asal selamat dari aktivitas
maksiat. Setuju?
High Quality Jomblo= JI
Sobat muda muslim, istiqomah dengan predikat jomblo bukanlah sebuah aib
yang
kudu disesali. Karena derajat manusia di hadapan Allah tidak dinilai
berdasarkan predikat ini. Itu berarti kaum jomblo punya peluang yang sama
besar dengan para alumninya yang udah merit untuk dapetin pahala Allah yang
berlimpah. Jadilah High Quality Jomblo (HQJ) di hadapan Allah. Caranya?
Pertama, HQJ nggak semata dinilai dari penampilan fisik seperti yang
disyaratkan dalam "Katakan Cinta". Tapi dinilai dari keterikatannya dengan
aturan Allah. Ini berlaku untuk setiap perbuatan dia. Dari bangun tidur
sampe tidur lagi. Sehingga melahirkan sikap akhlakul kariimah. Dengan
tetangga sebelah rumah akur. Nggak sungkan ngasih pertolongan sesuai
kemampuannya. Anti sikap individualis bin egois. Santun dalam bertutur kata
dan menyampaikan pendapat. Bersikap tegas tanpa harus bertindak keras. Atau
terbuka untuk menerima perbedaan pendapat.
Kedua, seorang HQJ nggak dosa punya tampang menawan hati. Itu kan anugerah
dari Allah, ya kudu disyukuri. Tapi bakal dosa kalo anugerah itu dipake
tebar pesona sana-sini. Apalagi sampai diobral. Emangnya produk sisa
ekspor?
Nggak lha yauw!
Ketiga, seorang HQJ juga pandai memanfaatkan masa kesendiriannya. Waktu,
pikiran, tenaga, dan isi dompetnya nggak dihabisin buat ngurusin cinta yang
nggak sehat. Tapi dioptimalisasi untuk mengekspresikan cinta kepada Allah
dan RasulNya. Kegigihannya dalam menuntut ilmu semata-mata demi
kemaslahatan
umat. Ngasih porsi yang lebih besar dari waktu yang dimilikinya untuk
terjun
ke dunia dakwah.
Itu sebabnya, doi aktif ngaji, getol dakwah, sopan, dan taat syariat. Malah
ada juga lho di antara mereka yang prestasi akademisnya berbanding lurus
dengan kecintaannya terhadap perjuangan menegakkan Islam. Karena doi yakin
Allah akan memberikan yang terbaik untuknya (ajal. jodoh, rejeki, kebaikan
dsb). Rasul saw. bersabda: "Tidak layak seseorang, ketika menyaksikan suatu
tempat di dalamnya ada kebenaran, kecuali dia akan mengatakannya.
Sesungguhnya sekali-kali hal itu tidak akan pernah memajukan ajalnya dan
tidak akan mencegah apa yang telah menjadi rezeki baginya" (HR al-Baihaqi)
Nah sobat, tiap orang pantas dan pasti menjadi HQJ seperti di atas (kecuali
yang udah merit kali ya). Jangan minder meski tampang kita pas-pasan.
Kuncinya cuma satu, ridho ngikutin aturan Allah yang original dalam
keseharian kita. Bukan aturan bajakan yang doyan kompromi ama sekulerisme
dan anak cucunya. Sebab cuma buat yang original Allah bakal ngasih garansi.
Nggak cuma seumur hidup, tapi dunia akhirat. Di akhirat kita selamat, di
dunia kita bisa jadi anggota JI.
Hah?! JI?! Sst.jangan bilang-bilang polisi ya. Entar didatengin pasukan
antiteror 88 lagi. JI di sini artinya Jomblo Idaman yang bisa menjelma jadi
CIA (Cowok Incaran Akhwat) atau FBI (Female Bidikan Ikhwan). Masa' nggak
kepengen sih?
Mengakhiri masa jomblo
Sobat muda muslim, meski telah menjadi anggota JI, semoga kamu nggak puas
dengan predikat itu. Apalagi sampe mengikrarkan diri untuk menjadi jomblo
abadi binti sejati. Jangan deh. Gimanapun juga, Rasul mensunnahkan kita
yang
sudah mampu untuk mengakhiri masa jomblo. Dengan menikah, kita turut
menambah barisan perjuangan Islam dan kaum Muslimin. Bagi ikhwan, jangan
lewatkan peluang menjadi suami dan seorang ayah. Betapa nikmatnya memikul
tanggung jawab. Terlahir suatu kekuatan yang mampu menggali potensi untuk
menafkahi keluarga. Dan bagi akhwat, rasakan asyiknya menjadi seorang ibu
dan pengatur rumah tangga, menjadi madrasah buat jundullah tercinta, atau
mendampingi suami meraih ridho ilahi. Bener lho!
Makanya kudu tetep semangat. Meski usia sudah masuk kepala tiga atau masih
berstatus mahasiswa. Percaya deh, Allah pasti akan menunjukkan jalan bagi
hambaNya yang hendak menikah demi menjaga kehormatannya. Kuncinya sabar dan
tawakkal.
Sabar tatkala kendala menghadang di tengah perjalanan kita. Misalnya calon
mertua belon bisa menerima kita. Itu cuma butuh introspeksi dan usaha gigih
untuk melumerkan diding esnya. Sama halnya dengan kesiapan materi yang
selalu menjadi momok di kalangan ikhwan sebelum naik ke pelaminan. Yang
perlu dilakukan hanya menentukan batas waktu yang jelas untuk memotivasi
usaha persiapan materi. Bisa usia, tanggal, bulan, atau tahun. Jangan
menggantungkan kesiapan diri kita pada materi. Karena materi nggak akan
pernah membuat kita siap. Betul?
Sobat muda muslim, perlu dicatet ya, kalo perlu pake stabilo merah menyala,
kita di sini tidak bermaksud manas-manasin para jomblo untuk segera
melepaskan statusnya. Kita cuma ngomporin doang kok. Hehehe.nggak ding,
kita
cuma mau ngasih informasi yang lengkap seputar pro kontra status jomblo
dalam kacamata Islam. Ehm, moga paham.
Kita udah cukup dewasa untuk menentukan pilihan. Kalo masih betah dengan
status jomblo, jadilah High Quality Jomblo. Kalo nggak tahan ama sundutan
untuk merit, ikhlaskan niat untuk meraih pernikahan berkah. Intinya, mari
kita sama-sama berusaha agar keseharian kita tak lepas dari keterikatan
dengan aturan Allah. Jomblo atau mantan jomblo, ya nggak masalah. Betul?
Betuuuul! [hafidz]
Yahoo! Groups Links
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/