RG Nur Rahmat:  "Maksud saya, penjahat saya yang begitu menjijikan berhak mendapatkan 
pembelaan, nah ini seorang murid (tak pernah melanggar hukum) ingin mendapatkan 
pengajaran iman sesuai pilihannya tidak boleh toh dia sekolah bayar, bukannya mengemis 
minta grati"

Kalau dia ingin mendapat pengajaran iman sesuai pilihannya, masuk madrasah, jangan 
masuk sekolah katolik atau kristen.  Sekali lagi dia bebas memilih sekolah. 

Pada umumnya orang2 memilih sekolah katolik atau kristen utk anak2nya karena mutu 
pendidikan di sekolah tsb.  Kalau iman lebih penting dari mutu pendidikan, pilih masuk 
madrasah dong, disitu jelas2 pelajaran iman sesuai dengan kemauan si anak/orang tua 
ada.  Sekali lagi, TIDAK ADA PAKSAAN untuk masuk sekolah katolik/kristen.  






 --- On Tue 10/12, RG Nur Rahmat < [EMAIL PROTECTED] > wrote:
From: RG Nur Rahmat [mailto: [EMAIL PROTECTED]
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Tue, 12 Oct 2004 15:29:17 -0700 (PDT)
Subject: Re: [ppiindia] Re: Kenyataan beragama di Indonesia, parah dan menyesakkan

<br>Maksud saya, penjahat saya yang begitu menjijikan berhak mendapatkan pembelaan, 
nah ini seorang murid (tak pernah melanggar hukum) ingin mendapatkan pengajaran iman 
sesuai pilihannya tidak boleh toh dia sekolah bayar, bukannya mengemis minta 
gratis.<br><br>amartien <[EMAIL PROTECTED]> wrote:<br><br><br>RG Nur Rahmat: "Penjahat 
saja berhak mendapatkan pembela (hak asasi), masak ini murid sekolah tidak boleh 
mendapatkan guru agama, toh katanya menghargai perbedaan? Apa slahnya diajar agama 
pilihannya kalau semua agama itu benar? Mana kerukunan umat beragama? Mana saling 
menghormati dan menghargai? Mana itu semua?"<br><br>Wah, rupanya anda menyamakan 
sekelompok orang yg. meng goalkan kep. pem. tsb. dengan penjahat? 
hmmmmm.....:-)<br><br>Analogi anda nggak klop tokh. Penjahat berbuat kejahatan, dia 
tidak mempunyai pilihan, mau nggak mau harus menghadap hakim. Murid yg non kristen 
mempunyai pilihan untuk TIDAK masuk sekolah kristen 
tsb.<br><br>amartien<br><br><br><br>--- On Tue 10/12, RG Nur Rahmat < [EMAIL 
PROTECTED] > wrote:<br>From: RG Nur Rahmat [mailto: [EMAIL PROTECTED]<br>To: [EMAIL 
PROTECTED]<br>Date: Mon, 11 Oct 2004 23:25:57 -0700 (PDT)<br>Subject: Re: [ppiindia] 
Re: Kenyataan beragama di Indonesia, parah dan menyesakkan<br><br><br>Lho 
kok?<br>Sekolah-sekolah Muhammadiyah tidak keberatan tuh menyediakan muridnya guru 
agama Kristen, seperti di Indonesia Timur (saya pernah baca di Tempo atau Gatra), 
kalau begitu, Gado-gadonya jangan pedas (tidak diajar agama Kristen) boleh? Masa gak 
boleh saya yg bayar kok.<br><br>Penjahat saja berhak mendapatkan pembela (hak asasi), 
masak ini murid sekolah tidak boleh mendapatkan guru agama, toh katanya menghargai 
perbedaan? Apa slahnya diajar agama pilihannya kalau semua agama itu benar? Mana 
kerukunan umat beragama? Mana saling menghormati dan menghargai? Mana itu 
semua?<br><br>[EMAIL PROTECTED] wrote:<br><br>Mas,<br><br>Kalo mau beli nasi padang, 
perginya jangan ke tukang gado-gado...<br>jangan paksa tukang gado-gado nyediain nasi 
padang... hehehe..<br><br>Sudah jelas, embel-embel sekolahnya Sekolah Katolik atau 
Kristen...<br>nilai yg diajarkan ya, sesuai dengan embel-embel tsb....<br>Kenapa mesti 
dipaksakan ajaran agama lain???<br>yg jadi pertanyaan, kenapa yg non kristen/katolik 
mau sekolah di tmpt<br>tsb???<br>Kualitas?? atau mau di-Kristenkan?? atau mau pasang 
bom???<br><br><br>Salam,<br><br>AI<br><br>=================<br>Bung, jangan 
muluk-muluk.<br>UU Sisdiknas saja pastor-pastor Kristen banyak yang protes, 
padahal<br>pengajaran agama kepada pemeluknya kan termasuk hak asasi manusia. 
Ini<br>bagaimana?<br><br>Sudah mau melangkah kesana tapi orang Kristennya sendiri yang 
menjegal.<br><br>silfia hanani wrote:<br><br>Jangan terlalu berfikiran pesimis begitu 
bung, kenyataan beragama yang mana<br>yang anda maksudkan yang parah dan menyesakan di 
Indonesia. Kalau anda<br>jastifikasi seperti itu, picik pikan anda, gara-gara 
berfikiran yang picik<br>dalam beragama inilah semuanya menjadi akar konflik 
keberagamaan.<br><br>jksutan wrote:<br>saya hanya memforward message dari teman2 di 
paroki st. bernadette<br>yang kebetulan juga mampir ke mail box saya<br><br>saya pikir 
ini adalah masalah kita bersama.<br>kapan pembelaan antar umat bisa terjadi di 
Indonesia?<br>Kalau di belanda, pastor bisa membela pembangunan mesjid, kalo 
di<br>denmark katanya al quran dijadikan satu mata pelajaran pilihan (ini<br>menurut 
apa yg saya baca di milis ini), mengapa di negara kita tidak<br>bisa?<br><br>benar2 
menyedihkan..<br><br>berikut message 
dimaksud:<br><br><br><br><br><br><br>***************************************************************************<br>Berdikusi
 dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in 
Commonality & Shared Destiny. 
www.ppiindia.shyper.com<br>***************************************************************************<br>__________________________________________________________________________<br>Mohon
 Perhatian:<br><br>1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)<br>2. Pesan yg a
_______________________________________________
No banners. No pop-ups. No kidding.
Make My Way your home on the Web - http://www.myway.com





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke