http://www.media-indonesia.com/cetak/berita.asp?id=2004101301005306

Rabu, 13 Oktober 2004

BERITA UTAMA
EDITORIAL: Konsistensi Keteladanan dari PKS


PARTAI Keadilan Sejahtera (PKS) kian mengukuhkan keteladanannya dalam
politik nasional kita. Setelah menjadi partai yang paling solid dan 
militan dalam memperjuangkan ideologi partai, PKS juga menjadi partai 
yang paling konsisten menghindari rangkap jabatan. Senin (11/10), 
Hidayat Nur Wahid mengundurkan diri sebagai Ketua Umum PKS, beberapa 
hari setelah ia terpilih sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat.

Setelah pengunduran itu, Hidayat pun menjadi anggota biasa partai yang
paling tertib setiap kampanye itu.

Sebagai gantinya, Majelis Pertimbangan Partai menunjuk Ketua DPP 
Wilayah Dakwah I Tifatul Sembiring sebagai pejabat sementara. 
Pemilihan pengganti tetap baru akan dilakukan pada Musyawarah 
Nasional PKS pada April 2005.

Pengunduran diri yang sama, dulu juga dilakukan Nurmahmudi Ismail 
selaku petinggi PKS ketika ia diangkat menjadi Menteri Pertanian dan 
Perkebunan di era Abdurrahman Wahid. Alasannya: karena rangkap 
jabatan menurut amanat AD/ART PKS memang tidak dibenarkan. Dan, kader-
kader partai ini melaksanakan amanat itu tanpa debat panjang dan 
obral wacana yang melelahkan.

Penghindaran rangkap jabatan itu jelas tujuannya agar tidak ada 
conflict of interest sebagai kader partai dan pejabat publik. "PKS 
ingin memberikan sinyal bahwa rangkap jabatan tidak baik, sebab 
menimbulkan konflik kepentingan selain mematikan kaderisasi," tegas 
Hidayat.

Semangat memisahkan jabatan partai dan jabatan publik itulah dulu 
menjadi semboyan negarawan Inggris Winston Churchill. Bahwa, ketika 
pengabdian kepada negara dimulai, maka berakhirlah pengabdian kepada 
partai. Konsistensi PKS dalam memisahkan jabatan publik dan jabatan 
partai, sungguh sebuah kultur politik yang baru di negeri ini. Dan, 
jujur saja, baru PKS-lah yang berani memulai tradisi itu. Sebab, 
secakap dan sejujur apa pun manusia, rangkap jabatan antara urusan 
publik dan partai berpotensi menimbulkan penyelewengan. Dan, PKS 
melakukan langkah-langkah pencegahan karena menyadari bahwa manusia 
memang bukan malaikat.

Inilah pendidikan politik yang segar dan amat berdimensi jauh ke 
depan. Ia tidak saja mencegah konflik kepentingan, melainkan cara 
sehat melakukan regenerasi partai. Ia bisa menjauhkan ada kader 
partai yang memegang jabatan strategis terlalu lama.

PKS kini menunjukkan kepada publik, partai inilah yang paling siap
menghadapi perubahan zaman. Inilah partai modern yang tahu bagaimana 
urusan partai dan urusan publik harus diletakkan. Sebab, bukankah 
masyarakat memang sering mempertanyakan aktivitas para pejabat publik 
yang secara kebetulan juga orang partai? Dan, jawabnya selalu tidak 
pernah memuaskan.

Sebagai partai kader, PKS kian menunjukkan betapa sebagai lembaga 
politik dengan platform partai yang jelas, ia tidak pernah takut 
kehilangan tokoh. Dan, memang PKS-lah partai yang sama sekali tidak 
tergantung kepada figur, tetapi kepada program.

Sayang, contoh-contoh bagus pendidikan politik PKS tidak menarik
partai-partai lain. Karena itu, wajar jika partai inilah yang paling 
banyak menikmati keuntungan politik: kenaikan suara yang amat 
signifikan pada Pemilu Legislatif. Bukan mustahil lima tahun 
mendatang, PKS akan menggeser eksistensi Partai Golkar dan PDIP.





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke