Nah kalau para Pejabat mau hidup sederhana, niscaya akan lebih banyak uang yang 
dihemat untuk mensejahterakan rakyat.

Sebagai contoh, jika Volvo seharga Rp 1 Milyar diganti dengan Soluna seharga Rp 200 
juta, maka dihemat Rp 800 juta per pejabat. Kalau ada 50 pejabat (mis: pimpinan MPR, 
DPR, para menteri, dll) yang berbuat begitu, ada Rp 40 milyar yang bisa digunakan 
untuk menolong rakyat miskin.

Sebaliknya untuk para pejabat yang menerima Volvo, meski 5 tahun sebelumnya sudah 
dapat mobil serupa, malu-lah karena kalian hanya bisa menumpuk mobil mewah, sementara 
mayoritas rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan.

 

http://jawapos.co.id/index.php?act=detail&id=3897

Kamis, 14 Okt 2004,
Pimpinan MPR Tolak Volvo 


Ketua DPR: Kami Belum Tahu Dapat Apa
JAKARTA - Warna baru mulai tampak dalam kepemimpinan MPR periode 2004-2009. Pimpinan 
MPR, yang terdiri atas Ketua MPR Hidayat Nurwahid dan para wakil ketuanya -A.M. Fatwa, 
Aksa Mahmud, dan Mooryati Soedibyo- menyatakan tidak akan menggunakan fasilitas mobil 
mewah Volvo sebagai kendaraan dinas. Mereka juga tidak akan menggunakan fasilitas 
ruang hotel mewah sekelas royale suite room.

Hidayat menjelaskan, sikap pimpinan itu merupakan keputusan bersama setelah rapat 
koordinasi pimpinan MPR dengan Sekretariat Jenderal MPR. Dalam rapat tersebut, 
pimpinan MPR sepakat menyamakan visi untuk menghadirkan perilaku yang sesuai kehendak 
rakyat.

"Kami sepakat tidak akan menggunakan mobil Volvo selama masa jabatan kami dan 
fasilitas hotel yang ?jauh? dari keinginan rakyat," tegas Hidayat kepada pers di 
gedung Nusantara III DPR/MPR kemarin. Saat memberikan keterangan pers, dia didampingi 
oleh ketiga wakil ketua MPR.

Hidayat berharap, kalaupun ada fasilitas mobil dinas, kategorinya jangan sampai 
memunculkan kecurigaan tentang kemewahan seperti yang hadir dalam logika Volvo. Namun, 
dia tak menyebut mobil alternatif selain Volvo. Yang jelas, harga Volvo baru yang 
dipakai pimpinan MPR dan DPR bisa sampai Rp 1 miliar. 

Lalu, untuk fasilitas hotel, mereka sepakat hanya menggunakan kamar standar yang 
memungkinkan tetap terjadinya pertemuan jika ada tamu-tamu yang bertemu dengan 
pimpinan MPR. "Jadi, untuk hotel, tidak pada kelas royale suite room," ujar mantan 
presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Menurut catatan koran ini, untuk kelas hotel itu, di Indonesia tarifnya lebih dari Rp 
4 juta per malam. Di negara-negara maju, tarifnya bisa di atas Rp 20 juta per malam. 
Fasilitas hotel kelas tersebut memang sangat mewah, termasuk mandi uap.

Para pimpinan MPR itu, menurut Hidayat, bersikap demikian untuk memberikan contoh 
kedisiplinan dan penghematan anggaran. Sikap itu juga merupakan tindakan aspiratif 
agar tidak muncul kondisi seolah-olah kepemimpinan MPR adalah segala yang terkait 
dengan kemewahan fasilitas negara. "Kami telah menyampaikan sikap ini kepada Setjen 
MPR untuk menyampaikannya kepada Sekretariat Negara."

Dia membantah tudingan bahwa sikapnya itu berkaitan dengan kampanye terselubung untuk 
kepentingan PKS pada 2009. Sebaliknya, dia tak pernah berpikir bahwa tindakan 
aspiratif yang sesuai harapan masyarakat itu terkait dengan kampanye. "Yang kita 
pikirkan adalah agar semuanya dilakukan dengan komitmen terbuka, terukur, langsung 
bisa dirasakan oleh rakyat," tandas alumnus Pondok Pesantren Gontor dan perguruan 
tinggi di Madinah itu.

Ketika rakyat menginginkan pemimpinnya serius menjalankan tugasnya, Hidayat 
mengatakan, dirinya langsung menjawab dengan mundur dari presiden PKS. Lalu, ketika 
rakyat menginginkan pemimpinnya tak bergelimang dengan kemewahan, seperti menggunakan 
mobil dinas Volvo, dia menjawab dengan tidak mengambil fasilitas mobil Volvo tersebut. 

"Tapi, kalau ada yang menafsirkan (kampanye) itu, saya tak bisa menyalahkan. Yang 
jelas, kehendak kami, justru melaksanakan aspirasi rakyat secara konkret," ujarnya. 
Dengan tindakan itu, dia berharap, ke depan, rakyat tidak hanya disodori retorika dan 
apologi. 

A.M. Fatwa menyela, mengenai fasilitas mobil Volvo itu, dia minta agar mobil Volvo 
yang saat ini masih dikendarainya tak dipermasalahkan. Alasannya, kendaraan tersebut 
hanya bawaan dari DPR. Lagi pula, setelah ada kesepakatan bersama pimpinan MPR, mobil 
tersebut segera dimasukkan garasi. "(Volvo) itu sebentar lagi akan saya kandangkan 
sesuai kesepakatan ini. Karena itu, kalau tiba-tiba dipotret, payah," katanya.

Fatwa mengaku salut dan memberikan dukungan moral kepada Hidayat. Meski berbeda 
partai, dia menilai sikap yang dimotori Hidayat tersebut sangat bagus bagi pendidikan 
rakyat. 

Fatwa kemudian menjelaskan mengapa sebelumnya dia mau menggunakan mobil Volvo, tapi 
kini ikut-ikutan tak mengambil fasilitas Volvo. Menurut dia, reformasi menyangkut 
sejumlah tahapan dan proses. Karena itu, dia tak ingin nyelonong sendirian dalam 
proses perubahan.

Saat ini, dia telah beralih dari wakil ketua DPR menjadi wakil ketua MPR secara 
kolektif. Nah, di MPR tersebut, dia bertemu dengan sikap kebersamaan. "Karena itu, 
mengapa harus nyelonong sendirian? Kami tidak munafik, tapi kami juga bukan malaikat. 
Jadi, soal kewajaran saja," tandasnya.

Dukungan untuk tak bermewah-mewah menggunakan fasilitas negara itu juga dikemukakan 
oleh Aksa Mahmud dan Mooryati Soedibyo. Menurut Aksa, langkah yang diputuskan Hidayat 
itu bisa menjadi teladan bagi pejabat negara lain. "Keputusan ini sangat penting untuk 
menjadi momentum bagi pejabat negara lain mengikutinya," katanya dalam kesempatan yang 
sama.

Aksa menegaskan, fasilitas mewah seperti penginapan di hotel mahal tak perlu diberikan 
kepada pimpinan lembaga negara. Sebab, kesan mewah akan menjauhkan mereka dari rakyat. 
"Kalau harus menginap di hotel, tidak perlulah menginap kamar yang ada mandi-mandi 
uapnya itu. Selain mahal, ternyata jarang juga dipakai fasilitas itu. Hanya pemborosan 
anggaran," ujar pimpinan MPR dari unsur DPD tersebut.

Senada dengan Aksa, Mooryati mendukung sikap pimpinan MPR itu. Sebagai anggota DPD, 
dia ingin berusaha melaksanakan segala keinginan rakyat dan daerah. "Saya sebagai 
anggota DPD nonpartisan akan mendengar suara rakyat dan memperjuangkanya melalui 
pimpinan MPR," ujar Mooryati.

Dia menyatakan, keberadaan pimpinan MPR adalah bekerja untuk rakyat. Karena itu, tak 
perlu menggunakan fasilitas yang menjauhkannya dari rakyat. "Kita kan di sini untuk 
kerja, bukan untuk bermewah-mewah. Tidak perlu mandi rempah-rempah segala," ujarnya 
"ratu jamu" dari Grup Mustika Ratu tersebut sambil tersenyum.

Apa komentar pimpinan DPR? Ketua DPR Agung Laksono mengatakan, pihaknya menghargai 
sikap pimpinan MPR yang menolak menggunakan Volvo untuk kepentingan dinas. Tapi, dia 
belum bisa memastikan apakah pimpinan DPR juga melakukan hal yang sama. Alasannya, 
pimpinan DPR sendiri belum tahu fasilitas mobil seperti apa yang disiapkan negara 
untuk kepentingan dinas mereka. ?Saya belum bisa berkomentar lebih jauh karena belum 
tahu pimpinan DPR diberi fasilitas seperti apa," kata Agung kepada koran ini tadi 
malam.

Agung mengaku, sampai kemarin masih menggunakan mobil pribadi untuk kepentingan tugas 
sebagai ketua DPR. Makanya, dia belum melihat fasilitas mobil dinas dari negara 
sebagai sesuatu yang mendesak. "Tapi, saya menghargai sikap para pimpinan MPR 
tersebut," timpalnya.

Menurut Agung, kalau sikap pimpinan MPR tersebut dilandasi kepentingan untuk menghemat 
keuangan negara, itu bagus. Tapi, dia berpendapat, penghematan negara tidak bisa hanya 
dengan cara tidak menggunakan mobil dinas Volvo semata. "Jadi, sebenarnya saya memang 
belum bisa memberi komentar lebih jauh," terang salah satu ketua DPP Partai Golkar itu.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Zaenal Ma?arif mengakui pimpinan DPR hingga sekarang 
belum membicarakan kemungkinan tidak menggunakan sedan Volvo sebagai mobin dinas 
pejabat tinggi negara. Tapi, seperti Agung, dia menyatakan hormat dan respek atas 
ikrar pimpinan MPR yang lebih dahulu menyatakan tidak akan menggunakan Volvo.

"Secara kelembagaan, pimpinan DPR belum membicarakannya. Tapi, saya pribadi telah 
lebih dahulu berencana seperti yang dilakukan pimpinan MPR," ujar Zaenal Ma?arif 
kepada wartawan koran ini tadi malam.

Menurut mantan sekretaris rektor UMS Solo itu, sehari setelah terpilih menjadi wakil 
ketua DPR dirinya mengutarakan niat untuk tidak menggunakan Volvo kepada staf Setjen 
DPR. Namun, saat itu dia mendapat jawaban bahwa penggunaan Volvo sudah diatur baku 
dalam sistem protokoler kenegaraan sebagaimana ditentukan Sekretariat Negara (Setneg).

"Mereka bilang sudah diatur Setneg karena semua pimpinan lembaga tinggi negara 
ketentuannya begitu," ujar Zaenal. Meski begitu, dia mengaku sangat respek terhadap 
langkah pimpinan MPR.

Hanya, supaya tidak terkesan mencari popularitas, dia mengajak agar komitmen pimpinan 
MPR itu menjadi komitmen bersama semua pejabat tinggi negara. "Kalau jadi komitmen 
bersama pemerintahan SBY-Kalla, kesannya jadi sangat indah," kata ketua DPP PBR itu.

Dengan menjadi komitmen bersama, yang tidak menggunakan Volvo tidak hanya pimpinan 
lembaga legislatif seperti DPR, DPD, dan MPR, tetapi juga para pejabat tinggi negara 
lain. Termasuk anggota kabinet. "Bahkan, mungkin presiden pun memberikan contoh dengan 
tidak memakai mobil dan fasilitas mewah," ucapnya.

Di antara empat pimpinan baru DPR baru dua orang yang menggunakan sedan Volvo, yaitu 
Soetardjo Soerjoguritno dan Muhaimin Iskandar. Keduanya adalah wakil ketua DPR yang 
kembali terpilih pada jabatan sama. Sementara itu, Ketua DPR Agung Laksono masih 
menggunakan mobil pribadinya, yakni Toyota Alphard. Zaenal Ma?arif juga belum 
mengendarai Volvo yang menjadi haknya. 

"Di antara empat pimpinan MPR itu, hanya Pak Hidayat Nurwahid mungkin yang tidak biasa 
pakai mobil mewah. Yang lain mungkin punya lima BMW atau Volvo. Tapi, apa pun kami 
hormati putusan pimpinan MPR itu," jelas Zaenal. (nur/nev/adb) 



Bacalah artikel tentang Islam di:
http://www.geocities.com/nizaminz
                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke