Dalam iman katolik, (mohon maaf, hanya ini yang saya tahu) bahwa hidup
lebih diarahkan kepada mencintai sesama.

Cintailah sesamamu!!

Itu adalah ajaran yang pertama dan yang utama. Siapakah sesama kita?
Banyak kolega sering menjawab bahwa sesama adalah semua orang ciptaanNya
(baik kawan maupun lawan). Namun dalam kehidupan sehari-hari, mencintai
sesama yang bukan kawan, apalagi seorang lawan, �. Seakan-akan itu
adalah hal yang mustahil bsa dilakukan.

Ternyata,
Kalau kita memulainya langsung seperti yang dibilang itu, yakni
mencintai sesama �. Waahhh �.. memang benar, �. Hal tersebut adalah hal
yang sulit diimplementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Disinilah tugas ulama, untuk terus berpikir secara kreatif agar umatnya
bsa melaksanakan perintahNya tanpa ada konflik internal (kontradiksi) di
dalam diri umatNya itu.

Bahwa perlu disampaikan,
Kita sering dan selalu berpikir terlalu sulit dan maunya langsung dalam
perkara-perkara besar, dan sering melupakan perintah-perintah yang sudah
pernah ada sejak masih duduk dibangku sekolah dasar. "KERJAKANLAH SOAL
YANG PALING MUDAH TERLEBIH DAHULU!"

Saudara-saudaraku,
Janganlah terlalu berpikir kejauhan dalam berusaha untuk mencintai
sesama dengan cara mencoba mencintai lawan-lawanmu, namun cobalah dengan
mengawali mencintai orang-orang yang tinggal seatap dengan kita, seperti
isteri-anak-abang-adik-ataupun pembantu rumah tangga yang tinggal satu
atap dengan kita. Mereka juga adalah sesama kita. Sudahkah mereka
mencintai mereka dengan baik dan benar? Pernahkah kita berhenti
berkegiatan dan menggunakan waktu untuk merenung sejenak bahwa rasa
cinta kita itu kok masih menimbulkan relasi yang di pihak lain kurang
bisa menerimanya atau tidak mampu menerimanya?

Mampukah kita secara kontinyu dan konsisten untuk mencium
anggota-anggota keluarga kita ketika selang kerja dan tiba di rumah?
Mampukah kita tidak marah atas kesalahan dan kelalaian yang dibuat oleh
anggota keluarga sehingga mengakibatkan alat-alat rumah tangga atau
komputer kita rusak (sehingga perlu membeli yang baru)?
Seandainyapun kita marah, maukah kita memaafkan dan memberikan
kepercayaan lagi agar yang bersalah menyadari kesalahannya dan mampu
memperbaikinya sehingga tidak berbuat hal yang salah lagi?
(Lakukanlah ini untuk orang-orang terdekat anda saja dahulu).

Usaha-usaha itu adalah sebuah ibadah dan pengamalan yang akan
menghasilkan buah-buah iman. Kita dituntut untuk mengingkari diri atas
emosi-emosi yang ada di dalam diri kita, dan tetap merujuk kepada
kebenaran hakiki yang ilahi. Karena seringkali �. Nafsu kita, atau
keinginan badan kita seringkali menjerumuskan kita sehingga kita semakin
menjauh dari Tuhan.

Lalu �
Apakah buah dari sikap yang mencintai orang-orang terdekat itu?

Ternyata,
Semakin hari, bulan demi bulan, sikap dan tindakan kita itu tertanam
didalam diri dan membentuk suatu sikap kebiasaan yang menghasilkan
senyum kepada siapa saja yang kita temui. Kalau di budaya jawa dikenal
sebagai "BISA KARENA BIASA" � (belakangan orang bule setuju dengan
menerbitkan buku: Seven (7) Habits, pasti sudah banyak yang udah baca,
bukan? Bedanyanya, �. Bule lebih spesifik aja, �. Cukup 7 saja yang anda
perlu bangun menjadi kebiasaan anda, tahu deh kalau di jawa � perlu ada
berapa tuh biar bsa jadi pribadi yang oke banget :-))

Kebiasaan-kebiasaan itu akan membantu kita untuk mudah mencintai orang
lain, �. Bahwa orang yang menjadi lawan kita.

Pengingkaran �. Ya � memang kita harus mampu mengingkarai
keinginan-keinginan badan kita (nafsu) �. Karena, ketidakmampuan
mengingkari keinginan badan mengakibatkan kita berkreasi dalam
mencari-cari pembenaran. Kita, adalah kita �. Abrahim adalah Abrahim, �.
Atau Musa � adalah Musa, artinya, Jangan juga jikalau kita bukan Abrahim
ataupun Musa, namun kita menuntut kepada Tuhan atas perlakuan yang sama
sebagaimana Tuhan memperlakukan Abraham atau Musa. (Musa adalah orang
yang bersedia dan rela meninggalkan kehidupan duniawi dengan segala
kemewahan dan kemegahan sebuah kerajaan Mesir yang jaya di masa itu, dan
pergi untuk orang-orang yang hina dan papa dan yang mendapat perlakuan
yang tidak adil). Abraham pun demikian, �.. Orang yang rela dan taat
kepada Bapa di surga, �. Saking taatnya, � ketika diminta untuk
mengorbankan anaknya (yang notabene adalah anak yang didapat dengan
susah payah �..), Abraham-pun mau mengorbankan untuk Tuhan.

Abraham dan Musa adalah contoh dan simbol pengingkaran diri manusia.
Mengingkari hati yang perih untuk meninggalkan itu semua, namun dia rela
untuk Tuhan dan sesama manusia lainnya.

Bagaimana dengan anda? Sudah siapkah kita mengingkari diri kita?
Mengingkari keinginan badan dan nafsu duniawi kita? Saya percaya dan
yakin, bahwa rekan-rekan mau berusaha untuk mengingkari keinginan
badannya masing �.. Amin.

(disampaikan untuk bisa melihat perbedaan).

GOD, GRANT ME �.
The serenity, �.. To accept the this that I can not change �.
The courage, �. To change the things I can change �. And
The wisdom, �. To know the differences.

Regards,
LEO TOBING
 
[EMAIL PROTECTED]
HP. (021) 7076 5586
HP. +62 815 966 5555

 
~ My precious, precious child, I love you and I would never leave you ~
 
 



[Non-text portions of this message have been removed]






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke