dari: Republika On Line Kamis, 14 Oktober 2004 18:50:00 Revrisond Baswir: Secara Ekonomi Kita Tidak Merdeka Jakarta-RoL -- "Bila dilihat dari segi keberhasilan ekonomi, bisa dikatakan bahwa kita sebagai bangsa Indonesia belum merdeka," kata pakar ekonomi kerakyatan Universitas Gadjah Mada (UGM), Revrisond Baswir, usai dialog acara Kerangka Kebersamaan Minimal (KBM), di Jakarta, Kamis. Menurut dia, hal tersebut disebabkan oleh banyaknya kepentingan pihak internasional yang berusaha "menyetir" kegiatan perekonomian Indonesia. Selain itu, ketidakmandirian Indonesia dalam bidang ekonomi tersebut juga mengakibatkan terjadinya penyelewengan terhadap Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, terutama pasal-pasal yang mengatur pelaksanaan demokrasi ekonomi. Demokrasi ekonomi berarti produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua dan di bawah pimpinan anggota masyarakat. "Jika mengacu pada arti demokrasi ekonomi, di Indonesia tidak boleh ada pengangguran sesuai isi pasal 27 UUD 1945, serta menjamin warga negara sebagai subyek yang didukung syarat-syarat kapital dan intelektual," katanya. Ia juga mengatakan bahwa banyak pihak yang belum mengerti akan arti yang sebenarnya dari demokrasi ekonomi, yaitu ekonomi kerakyatan. "Ekonomi kerakyatan bukan berarti ekonomi kaki lima, tapi justru ekonomi yang mengacu pada kedaulatan rakyat, dan merupakan sistem ekonomi yang paling baik untuk diterapkan di Indonesia," katanya. Sementara itu, pengamat ekonomi, Rizal Ramli, juga mengatakan bahwa perekonomian Indonesia sebaiknya jangan diserahkan kepada pihak asing, tetapi ditetapkan sendiri oleh bangsa Indonesia. "Jika pemerintahan sekarang (SBY-JK) menyerahkan perekonomian kepada pihak asing, maka dalam waktu dekat banyak rakyat yang akan merasa kecewa," katanya dalam kesempatan yang sama. Menurut Rizal, penyerahan perekonomian pada pihak asing hanya akan membahagiakan pihak kreditor dan sebaliknya justru akan menyengsarakan rakyat. "Hal itulah yang menyebabkan Megawati kalah dalam pilpres, karena isu yang dilemparkan tidak menarik perhatian rakyat banyak," katanya. Secara pribadi, Revrisond yang akrab dipanggil Sony mengatakan bahwa ia tidak sepakat dengan sistem pelaksanaan otonomi daerah (otda) yang berlangsung saat ini. "Meski secara politis tidak ada lagi sentralisasi kebijakan yang menyangkut kepentingan daerah, tetapi secara ekonomi daerah masih tergantung pada pusat, dalam hal ini Jakarta," ujarnya. Sony melihat bahwa perputaran uang di Indonesia hampir 80 persen berada di Jakarta, dan sisanya di daerah-daerah di seluruh Indonesia. "Kondisi itu, menyebabkan pendapatan pajak terbesar ada di Jakarta, sebesar 65 persen. Sebagai contoh, penggalian bahan tambang yang dilakukan di Papua, pajaknya dikenakan di Jakarta karena kantor pusat perusahaan yang bersangkutan ada di Jakarta. Mengapa kantor pusatnya tidak di Papua saja?," kata salah satu staf pengajar di UGM. Ia menyarankan adanya perimbangan keuangan antara pemerintah daerah dan pusat, sehingga perputaran uang bisa lebih merata dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. "Jadi tidak ada lagi orang yang berlomba-lomba ke Jakarta untuk mencari penghasilan," katanya. Ketika disinggung tentang pemerintahan baru yang akan dipimpin oleh SBY-Jk, Revrisond berharap agar pasangan tersebut melakukan dua hal pada 100 hari pertama, yaitu mengumumkan jumlah dana non-budgeter pada semua departemen dan melunasi utang kepada IMF sebesar 3 miliar dollar. "Jika dihitung, seluruh dana non-budgeter tersebut berjumlah sekitar Rp400 triliun dan cadangan devisa Indonesia 34 miliar dollar, tentu cukup untuk melunasi utang tersebut," katanya. Namun, Sony juga mengatakan bahwa hal tersebut dapat terlaksana jika pemerintahan baru memiliki cukup keberanian.ant/aih ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

