http://www.harianbatampos.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=2446&PHPSESSID=4505559566c5e522d5ef573f33f89749
Di-PHK Tanpa Pesangon By redaksi Thursday, 14-October-2004, 10:11:3979 clicks Laporan: M IQBAL/ GINDRIAWAN, Batam Center Sedikitnya 403 pekerja PT Singacom ditambah 85 pekerja PT Singamip Coil yang di-PHK perusahaannya sejak pertengahan 2002 silam, belum menerima pesangon sepeser pun dari manajemen perusahaan itu. Dengan menahan geram, ratusan pekerja itu mendatangi Kantor Badan Otorita Batam dan Gedung DPRD guna menuntut penyelesaian. Pekerja PT Singamip Coil di-PHK pada pertengahan 2002. Mereka ditelantarkan begitu saja oleh manajemen perusahaan penanaman modal asing (PMA) asal Singapura itu. Total pesangon yang harus dibayarkan perusahaan kepada 85 pekerja sebesar Rp1,5 miliar ditambah Rp65 juta. Nasib yang sama juga dialami 403 pekerja PT Singacom. Perusahaan perakitan elektronik asal Singapura itu, mulai goyah kondisi keuangannya sejak April 2004. Bulan itu gaji pekerja terlambat dibayarkan oleh manajemen selama satu bulan. ''Gaji bulan April baru dibayar pada bulan Mei," ungkap Ketua SPSI Batam Edwin Haryono, di sela-sela demo di DPRD, kemarin (13/10). Namun, di akhir April itu pulalah, operasional perusahaan total berhenti. Manajemen lepas tangan terhadap nasib ratusan pekerja yang telah membantu operasional perusahaan selama ini. Total pesangon yang harus dibayarkan perusahaan kepada pekerja sebesar Rp5,6 miliar. ''Sial benar nasib kami. Kalau perusahaan sedang untung bonus tak pernah naik. Tapi kalau terpuruk, kami dilempar seperti ini," Tiurma, salah seorang pekerja, dengan raut murung. Sesungguhnya, para pekerja melalui SPSI sudah membaca gelagat tak baik dari manajemen itu. Karena itulah, ketika Singacom mulai oleng, mereka mengajukan permohonan PHK kepada Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Pusat (P4P). ''Tapi permohonan kami tak pernah ditanggapi. Kami sudah mengurus langsung ke Jakarta, juga tidak tanggapan," kata Edwin. Kini aset-aset milik Singacom masih berada di bekas lokasi pabrik mereka, di Kawasan Industri Batamindo, Mukakuning. Para pekerja menuntut aset-aset itu dilelang dan hasilnya dibayarkan pesangon mereka. ''Itu satu-satunya jalan yang cepat dan rasional yang bisa ditempuh," kata Edwin. Para anggota DPRD dari Komisi I dan Komisi IV yang menerima keluhan pekerja, mengatakan, segera memanggil pihak-pihak terkait, seperti pengelola Batamindo, Dinas Tenaga Kerja, dan manajemen perusahaan jika masih ada untuk memperoleh keterangan yang lebih lengkap. ''Ini mirip penipuan. Pekerja harus membuat laporan kepada polisi. Kasus ini harus dikejar sampai ke liang kubur!" kata anggota Komisi I Ruslan Chasbulatov, berapi-api. Selama perundingan dengan anggota DPRD berlangsung, ratusan pekerja yang menunggu di teras DPRD menggelar orasi dan bernyanyi. Mereka juga mendapat jatah makan siang, yang dibeli secara patungan. Tapi sayang, jumlah nasi bungkus yang tersedia tidak sepadan dengan jumlah pekerja. Akibatnya sebagian harus menahan lapar. Sementara itu, dari hasil pertemuan perwakilan karyawan dengan Direktorat Permukiman dan Tenaga Kerja Badan Otorita Batam, Fitrah Komarudin, belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Karena pihak BOB sejauh ini baru bisa menampung aspirasi karyawan. Dan, yang bisa diupayakan BOB hanya memfasilitasi pertemuan karyawan dengan pemilik perusahan. Namun, karyawan telah memberikan deadline selama tujuh hari untuk penyelesaian kasus mereka. Bila tidak selesai, para karyawan mengamcam akan melakukan aksi yang lebih besar lagi.*** ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

