--------------------------
Gaung Penolakan Volvo Sampai ke Arab, Pimpinan DPR Belum Ikuti

Jakarta, Jumat,Gaung penolakan mobil mewah oleh Ketua MPR RI Hidayat 
Nur Wahid sampai ke Arab, di antaranya disiarkan oleh harian Al-
Ayyam, Bahrain, Kamis (14/10).

Dalam beritanya bertajuk "politikus terkemuka tolak mobil mewah", 
salah satu harian terkemuka di kawasan kaya minyak Teluk itu antara 
lain menyinggung pernyataan Hidayat yang menyebut fasilitas mobil 
Volvo yang disediakan dinas berlebihan.

"Kami memutuskan untuk tidak menggunakan mobil mewah Volvo selama 
masa jabatan kami, apabila kami disediakan mobil maka mobil yang 
tidak mewah," tulis harian itu mengutip pernyataan Hidayat.

Sementara itu, pimpinan DPR belum akan mengikuti langkah yang 
ditempuh pimpinan MPR untuk tidak menggunakan fasilitas mewah dalam 
tugasnya. Ketua DPR RI Agung mengatakan,  belum membahas 
penghematan keuangan negara melalui pengurangan standard fasilitas 
yang  diterima pimpinan DPR, seperti kendaraan dinas.

Agung mendukung langkah yang ditempuh pimpinan MPR untuk melakukan 
pengematan anggaran. Namun penghematan tidak semata-mata hanya bisa 
ditempuh melalui  penolakan fasilitas kendaraan bermerek Volvo. 
Ada banyak langkah yang bisa ditempuh untuk melakukan penghomatan 
uang negara.</P>
<P>Menurut Agung, ada empat hal perlu diperhatikan sebagai langkah 
pengehamatan keuangan negara, yaitu biaya otonomi daerah, subsidi 
terutama pada golongan menengah ke atas, bunga obligasi, dan utang 
luar negeri.

Namun apa yang ditempuh pimpinan MPR juga memiliki semangat yang baik 
dan patut diukung. Hanya saja, penghematan tidak semata-mata hanya 
diukur dari penolakan penggunaan fasilitas kendaraan bermerek 
Volvo. "Saya tidak mengatakan Pak Hidayat salah. Secara semangat dan 
moral bagus. Tapi soal penempatannya saya kira lebih pada hal-hal 
yang secara proporsional lebih besar dan punya dampak yang riil pada 
bangsa," kata Agung.

Dia mengatakan,&nbsp; penggunaan mobil Volvo bukan sesuatu yang bisa 
dianggap pemborosan. "Karena sudah standar dari pemerintah akan ada 
kendaraan dan fasilitas yang diberikan kepada pejabat negara. 
Sepanjang itu dibeli dengan cara transparan, tidak ada mark-up dan 
dilakukan sesuai prosedur UU, saya kira tidak masalah," katanya.
--- End forwarded message ---






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke