WAHAI PRESIDEN TERPILIH,

TOLONGLAH RAKYAT DENGAN TIDAK MENUNDA

AGENDA KERJA INI !

 

oleh : Kwik Kiean Gie

 

Pendidikan dan Kesehatan

 

Betapapun terbatasnya kemampuan pemerintah menyediakan

jasa pendidikan dan kesehatan, dalam batas-batas kemampuan

keuangannya, mutlak tidak dapat dihindarkan bahwa

pemerintah harus menyediakan dua macam jasa ini dengan

harga semurah mungkin dengan kualitas setinggi mungkin.

Ketidakmampuan pemerintah ini diisi oleh swasta yang merasa

terpanggil memberikan jasa-jasa tersebut secara non profit.

Oleh karenanya, maka yayasan-yayasan yang jelas-jelas dapat

dibuktikan mewadahi maksud baik ini jangan lantas dipukul

rata sebagai lembaga komersial dan harus dipajaki. Juga,

jangan sampai lembaga-lembaga pendidikan swasta ini

didorong ke arah orientasi laba atau dipaksa memasukkan

pihak-pihak yang tidak dipilih oleh pengurus yang sah.

Oleh karena makin hari makin sedikit warga negara yang

merasa terpanggil mendirikan dan mengurus yayasan-yayasan

non profit tersebut, maka penyediaan jasa pendidikan dan

kesehatan dengan motif memperoleh laba dapat diterima

selama tidak menjurus pada pembodohan publik. Pembodohan

publik yang dimaksud adalah meng-eksploitasi keinginan dan

kebutuhan manusia memperoleh pengakuan sebagai orang

"terdidik" dan orang "pandai" dengan cara menjual ijasah

kepada mereka. Program pendidikan hanya dijadikan tameng

yang asal-asalan dan formalitas belaka. Hal yang demikian ini

 

 

8

yang harus dicegah dengan berbagai pengaturan oleh

pemerintah.

Tentang bagaimana menentukan persyaratan teknis dalam hal

penyusunan kurikulum diserahkan kepada para menteri

beserta jajarannya yang memang spesialisasinya dalam bidang

ini. Jadi campur tangan pemerintah dalam pendidikan milik

swasta terbatas pada pemaksaan jaminan mutu pendidikan

yang harus meningkat terus. Dalam era globalisasi, tolok ukur

mutu pendidikan jangan hanya level nasional, tetapi mutu

pendidikan kita harus dapat dipersandingkan dengan mutu

lembaga-lembaga pendidikan internasional.

Dari aspek organisasi hendaknya pemerintah jangan

"merusuhi" sektor swasta, terutama yang non profit, seperti

adanya keinginan memaksakan masuknya orang-orang

tertentu yang bukan pendiri maupun bukan pengurus dalam

organisasi itu. Ini sangat mengganggu semangat para

pendirinya dan akan menjadi counter productive.

Penjelasan: Ketentuan dalam UUD bahwa 20% dari anggaran

harus dipakai untuk sektor pendidikan tidak mungkin

diwujudkan entah sampai kapan. Dalam pertemuan 5 Menteri

dengan Komisi VI DPR pada tanggal 19 Mei 2004 dicapai

kesepakatan bahwa anggaran untuk pendidikan sebesar 20 %

dari APBN sebagaimana diamanatkan oleh UUD (setelah

diamandemen) akan dicapai di tahun 2009.

Hal yang sangat perlu mendapat perhatian sungguh-sungguh

dari pemerintah adalah bahwa setelah setiap tahunnya

anggaran untuk pendidikan dinaikkan terus sampai mencapai

20 % di tahun 2009, penggunaannya harus diupayakan tepat

sasaran dan bebas kebocoran. Program konkret yang harus

 

 

9

dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan mutu harus

sangat jelas.

Meski anggaran pendidikan sudah mencapai 20 % dari APBN,

dapat dipastikan bahwa itu tidak akan mencukupi untuk

mencerdaskan seluruh bangsa sesuai dengan amanat konstitusi

maupun keinginan kita sendiri. Oleh karenanya anggaran

APBN perlu dibatasi penggunaannya hanya untuk

mengembangkan lembaga pendidikan negeri saja. Jumlahnya

dibatasi, agar anggaran yang meningkat tersebut dapat secara

nyata meningkatkan mutu pendidikan. Penyediaan jasa

pendidikan oleh pemerintah ini haruslah dibuat sebaik dan

semurah mungkin.

Pendidikan wajib selama 9 tahun telah dicanangkan.

Pemerintah harus mengupayakan secara maksimal dalam

bentuk penyediaan sarananya, terutama bagi yang tidak

mampu. Memberi pendidikan kepada rakyat adalah kewajiban

pemerintah paling pokok setelah kewajiban mencukupi

kebutuhan pangan rakyat yang minimal. Oleh karenanya

adalah dosa besar kalau pendidikan dikorbankan demi

"menyehatkan" perbankan secara berlebihan dan apalagi banknya

tidak kunjung sehat. Dr. Daoed Joesoef mengatakan bahwa

kalau kaum ibu harus memilih, mengurangi memberikan

makanan atau mengurangi memberikan pendidikan kepada

anaknya, beliau menganjurkan supaya yang dipilih adalah

mengurangi memberikan makanan, selama masih dapat

mempertahankan gizi yang paling minimal. Saya cenderung

memilih bersikap sangat keras terhadap perbankan dan debitur

yang memacetkan kredit daripada mengurangi memberikan

pendidikan kepada manusia yang menjadi tanggung jawab

para cerdik cendekiawan dan para pemimpin bangsa yang

 

 

10

kehidupannya menjadi nyaman justru oleh karena akibat telah

menikmati pendidikan yang cukup.

Karena keterbatasan keuangan negara yang parah, swasta

harus dilibatkan dalam menyediakan jasa pendidikan. Pada

awalnya, entah karena apa, pendidikan dan kesehatan

dianggap oleh publik sebagai jasa yang sekali-kali tidak boleh

dijadikan obyek mencari laba. Maka keterlibatan swasta

diwujudkan dalam bentuk yayasan yang khusus dirancang

untuk mewadahi kegiatan-kegiatan yang nirlaba (non profit).

Itulah sebabnya kalau yayasan sedang memperoleh kelebihan

pemasukan dibandingkan dengan pengeluarannya, kelebihan

itu dinamakan "surplus" dan bukan "laba". Namun karena

jiwa, mental dan moral yang KKN dari beberapa gelintir elit

bangsa, dan karena kurangnya jasa pendidikan dan kesehatan,

lambat laun dua bentuk jasa yang mempunyai nilai

kemanusiaan yang sangat tinggi ini dijadikan ajang komersial.

Pemerintah menyadari betul akan hal itu. Tetapi patut

disayangkan mengapa bukannya penyakitnya yang diobati,

justru semua yayasan dianggap menipu dan diperlakukan

sebagai organisasi yang mencari laba, sehingga surplusnya

dikenai pajak tanpa ada bedanya dengan perusahaanperusahaan

komersial. Bahkan perkembangan lebih lanjut

menjadikan perguruan tinggi milik negara atau PTN bercirikan

komersial dengan mewadahinya dalam Badan Hukum

Pendidikan, lengkap dengan Wali Amanah yang ujungujungnya

adalah harus mencari uang sendiri tanpa peduli

bagaimana caranya. Maka kita saksikan PTN prestisius

dipimpin oleh Wali Amanah yang sama sekali tidak prestisius.

Lambat laun lahan-lahan untuk pendidikan direncanakan diruilslag

dengan lahan-lahan sempit dengan bangunanbangunan

bertingkat yang pengab. Alangkah kontrasnya kalau

 

 

11

hal demikian dibandingkan dengan kondisi pusat-pusat

pendidikan dan pemikiran yang sangat luas dan indah kebunkebunnya

di negara-negara maju, karena mereka sudah

mengetahui bahwa proses pencerdasan dan pemikiran

membutuhkan suasana yang tenang dan indah.

 

Sampai hari ini sudah disiarkan :

1. Masalah KKN

2. Masalah Kemiskinan dan Pengangguran

3. Masalah Pendidikan dan Kesehatan

 

Dilayani oleh : Ev.Bambang Wiyono


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke