Gambar-gambar di email itu hoax. Saya lihat yang sama dalam bahasa Jepang.

> 
> Fr�n: RG Nur Rahmat <[EMAIL PROTECTED]>
> Datum: 2004/09/27 Mon PM 06:18:02 CEST
> Till: [EMAIL PROTECTED]
> �mne: Re: Homoseks Haram - Re: [ppiindia] .: Is Homosexual Allowed by Any Religion ? 
> :.
> 
> Huehheuhuehue... ini lebih lucu lagi... Mungkin LSM-LSM ada yang mau mengusulkan hak 
> utk berhubungan badan dengan mayat atau mungkin necrophilia hanya sah jika hubungan 
> sex tersebut adalah homosex? 
>  
> Bagaimana juga dengan hak-hak orang Cina yang ingin meneruskan tradisi leluhurnya 
> yaitu memakan penis beruang dan mayat bayi? Yang ini saya pernah lihat di e-mail.
>  
> Apa arti semua ini? Kita mesti ikut masuk lubang biawak kalau seluruh dunia juga 
> ingin masuk lubang biawak.
>  
> Mas Dicky, anda memang hebat.                  
> 
> dicky riyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Betull...., babi disinyalir menyebabkan angka 
> homoseksual meningkat, bahkan di barat yg laki perempuan tidak mau menikah, yg 
> sama-sama laki atau sama perempuan ngotot pingin menikah..., 
> 
> si Arnold guvernur kalifornia sudah melarang seks massal-seks group, dan juga 
> necrophilia..., bersetubuh dg mayat...., nah ngeri kan?
> 
> kita belum tahu pasti, tetapi asumsi bahwa makanan sangat berpengaruh pada perilaku 
> diyakini oleh para ahli..
> 
> percaya enggak, kenapa setiap tahun minimal sekali kita disuruh makan daging kambing 
> atu sapi pas idul adha?
> 
> agar minimal sekali ada charge kenaikan libido laki-laki (pada perempuan)..tentunya 
> pada istri...
> 
> lama-lama haramnya babi semakin diketahui penyebabnya..., juga mengapa darah 
> diharamkan?
> 
> karena darah tempat berkumpulnya penyakit.
> 
> diskasnya mungkin akan lebih panjang lagi..., tetapi memang babi kalo kawin malah 
> saling membantu dg sesama babi, lain dg ayam jago yg saling berkompetisi baru kawin.
> 
> bandingkan dg film biru yg penuh adgen seks group.
> 
> 
> 
> RG Nur Rahmat wrote:
> Maksud saya dalam surat sebelumnya, jika Nyonya Elok sendiri merasa marah dengan isi 
> surat saya sebelumnya atau kurang senang jika ada yang memanggil ayahnya Homosex, 
> maka orang pertama yang harus dididik adalah Nyonya Elok, karena menurut beliau 
> Homosexuality itu WAJAR! Dan setahu saya hewan yang mampu ber-HOMOSEX adalah babi 
> dan ada juga saya ingat semboyan "You Are What You Eat", disini jelas Islam dan 
> Yahudi dan sebagian Kristen (Unitarian Christians, saya kurang tahu dgn yang lain) 
> bukan hanya mengikuti tradisi tetapi ada DIVINE WISDOM disitu.
> 
> Dan seperti Theory-Theory yang lainnya, Theory para psikiater itu bisa saja salah 
> apalagi theori-theori ilmu sosial ini susah dibuktikan bahkan ilmu exakta saja 
> setelah beberapa tahun bisa berubah jika ada yang bisa menemukan rumus yang lebih 
> sempurna. 
> 
> Implikasinya apa jika anda jalan dengan tugas "Mulia" anda itu? Anda menindoktrinasi 
> jutaan rakyat Indonesia dengan kepercayaan yang sama tidak bisa diamalkan secara 
> praktek dan nurani.
> 
> Ini mengingatkan saya dengan komunisme yang telah menelan jutaan jiwa di USSR, China 
> dan lain sebagainya. Apakah anda mau menannggung dosa-dosa akibat ketelanjuran anda 
> dalam Homoseksualitas?
> 
> Disini saya ingin berpegang kepada Al-Qur'an saya yang tidak pernah berubah sejak 
> diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW dan tak pernah sedikitpun Al-Qur'an bertentangan 
> dengan sains. Oleh karena saya yakin Tuhan Pencipta Seluruh Jagat Raya ini tidak 
> akan salah, kalau salah saya harus mencari Tuhan saya yang sebenar.
> 
> SALAM.
> 
> A Nizami wrote:
> Kalau semua orang homoseks atau lesbi, punahlah ummat
> manusia. Tidak ada pak Rahmat, atau ibu Elok, karena
> para homoseks dan lesbi tidak mungkin punya anak.
> 
> Kalau pun punya anak, maka anak tsb terpisah dari
> orang tuanya, karena homoseks maupun lesbi hanya mau
> dgn yang sejenis. Padahal orang tua itu terdiri dari
> wanita dan pria.
> 
> Kalau menurut agama Islam dan Kristen, homoseks itu
> dosa, oleh karena itu kota Sodom (asal kata Sodomi
> karena penduduknya homoseks) dihancurkan oleh Tuhan.
> 
> Kalau ibu Elok beranggapan tidak dosa, itu dari agama
> mana? Bikin sendiri? (pahala dan dosa itukan Tuhan
> yang membuat dan dituangkan dalam Kitab Sucinya).
> 
> --- RG Nur Rahmat wrote:
> 
> > Nyonya Elok ini kalau dilihat dari e-mailnya orang
> > Kompas, apa Nyonya wartawan?
> > 
> > Sebetulnya perasaan merasa paling normal itu adalah
> > normal atau lumrah bagi manusia tapi belum tentu
> > benar atau bermoral, disini kita selalu digempur
> > kita punya keimanan dengan yang namanya itu
> > liberalisme, semua mesti dibebaskan, semua bentuk
> > mesti ditelanjangkan, kalau dulu kolonialis
> > menunjuk-nunjuk sambil mengejek "Lihatlah ini kaum
> > yang tak beradab dari negeri yang terbelakang,
> > lihatlah mereka semua telanjang, kita disini akan
> > membereskan semua itu dengan kitab suci kita,
> > senjata kita dan administrasi kita1" dan sekarang
> > setelah kita gantian yang menunjuk mereka, " Mengapa
> > kamu sekarang yang telanjang!" dan mungkin dari situ
> > pula ada panggilan dari orang Islam untuk
> > membereskan semua itu. Disini saya tidak tulis
> > senjata atau admisnitrasi karena yang 2 terakhir
> > ini, negara-negara muslim masih bergantung dengan
> > negara penjajah dan kolaboratornya. Kecuali sang
> > Osama yang kelihaiannya bisa meruntuhkan gedung WTC,
> > sebelumnya sudah byk serangan-serangan teroris
> > berlaku bukan? baik
> > dari muslim maupun non-muslim? 
> > 
> > Nah, dampak dari liberalisasi ditambah globalisasi
> > dengan indoktrinasi nilai-nilai Amerika rupanya
> > sangat mengena dan maha dahsyat. Inilah perang
> > intelejen yang paling berhasil.
> > Makan nasi diganti saja dengan roti atau kentang,
> > lelaki sebaiknya memakai dasi, perempuan yang cantik
> > itu langsing dan berani sexy, tak penting jika dia
> > sudah cantik , kalau tidak berani sexy walaupun
> > cantik tidak dianggap cantik. Banyak yang limbung
> > dalam lingakaran ganas ini apalagi lingkaran ini
> > diracuni dengan konsumerisme, jika tidak membeli
> > McDonald jangan berani-berani mengajak saya pacaran.
> > Remaja-remaja Indoensia mulai berjinak-jinak dengan
> > pelacuran demi jam mewah, tas bermerek dan
> > sebagainya. Jadi Pop Idol lebih mulia daripada
> > kurang tidur demi mendalami ilmu fisika nuklir yang
> > dapat membawa bangsanya keluar dari kemiskinan atau
> > ilmu-ilmu eksakta lainnya seperti yang India, China,
> > Malaysia telah lakukan.
> > 
> > Saya ingin jelaskan juga kepada anda bahwa ribuan
> > tahun yang lalu malaria juga sudah ada, ribuan tahun
> > yang lalu pes tikus menjadi wabah yang menakutkan,
> > dan banyak lagi ribuan-ribuan tahun yang lalu ketika
> > ilmu pengetahuan belum jadi patokan dan wahyu Allah
> > belum diterima di seluruh alam. Anda mau katakan
> > homosexual itu natural? 
> > 
> > Bagaimana dengan homosexual yang tidak berhasil? Apa
> > perasaan saudari jika ayah sendiri adalah seorang
> > homosex? Hanya babi saja yang homosex toh?
> > 
> > Homosexuality in Psychiatry
> > Until the early 1970s, the U.S psychiatric
> > establishment classified homosexuality as a mental
> > illness. Homosexuality appeared before this in the
> > Diagnostic and Statistical Manual of Mental
> > Disorders (DSM), the official reference book for
> > diagnosing mental disorders in America and through
> > much of the world, listed as a sexual disorder.
> > Under growing political pressure from homosexual
> > activists, a task force was set up to review the
> > status of homosexuality; but the members chosen
> > included not a single psychiatrist who held the view
> > that homosexuality was not a normal adaptation.
> > Riots were organized at scientific meetings by gay
> > activists in order to increase the pressure on the
> > Psychiatric Association. Homosexuals wished to be
> > seen as individuals exercising different sexual
> > preferences rather than as being aberrant
> > personalities. Dr. Bieber pointed out that there
> > were several other conditions in the DSM-II that did
> > not fulfill the �distress and social disability�
> > criteria that were
> > used to define a disorder. These included
> > voyeurism, fetishism, sexual sadism, and masochism.
> > Dr. Spitzer of the American Psychological
> > Association replied that these conditions should
> > perhaps also be removed from the DSM-II, and that if
> > the sadists and fetishists were to organize as did
> > the gay activists, they too might find their
> > conditions normalized!
> > 
> > The APA vote was taken with unconventional speed
> > that circumvented normal channels for consideration
> > of related issues. 
> > 
> > The factors that determined the decision of the APA
> > to delete homosexuality from DSM-II were summarized
> > as follows:
> > 
> > Gay activists had a profound influence on
> > psychiatric thinking.
> > 
> > A sincere belief was held by liberal-minded and
> > compassionate psychiatrists that listing
> > homosexuality as a psychiatric disorder supported
> > and reinforced prejudice against homosexuals.
> > Removal of the term from the diagnostic manual was
> > viewed as a humane, progressive act.
> > 
> > There was an acceptance of new criteria to define
> > psychiatric conditions. Only those disorders that
> > caused a patient to suffer or that resulted in
> > adjustment problems were thought to be appropriate
> > for inclusion in the Diagnostic and Statistical
> > Manual.
> > 
> > As a result, homosexuality was eliminated from the
> > Diagnostic and Statistic Manual as a sexual disorder
> > in 1973. The DSM did, however, retain a category
> > called �ego-dystonic homosexuality-the feeling of
> > extreme distress over one�s homosexual preference�.
> > Since then, DSM-III has dropped even this category,
> > and the issue of homosexuality is no longer even
> > mentioned.
> > 
> > However, it appears that in contrast to the results
> > of the vote, the majority of the APA membership
> > continued to view homosexuality as a pathology. A
> > survey four years after the vote found that 69% of
> > psychiatrists regarded homosexuality as a
> > �pathological adaptation.� A much more recent survey
> > suggests that the majority of psychiatrists around
> > the world continue to view same-sex behavior as
> > signaling mental illness.
> > (http://www.narth.com/docs/mentaldisorder.html)
> > 
> > It must be noted, however, that the removal of
> > homosexuality from the DSM does not answer the
> > question of whether or not homosexuality is �moral�
> > or whether it is �healthy� for society.
> > 
> > In fact, gay-activist researcher Dean Hamer makes a
> > revealing statement about science and morality. He
> > states, ��biology is amoral; it offers no help in
> > distinguishing between right and wrong. Only people,
> > guided by their values and beliefs, can decide what
> > is moral and what is not.�
> > (http://www.narth.com/docs/innate.html)
> > 
> > 
> > Diseases Related To Homosexuality
> > 1. Mental Illness
> > 
> > In October 1999, the Archives of General Psychiatry
> > published two studies related to homosexuality and
> > mental health. The first, �Sexual Orientation and
> > Suicidality: A Co-twin Control Study in Adult Men�
> > by Richard Herrel et al, reported that same-gender
> > sexual orientation is significantly associated with
> > each of the suicidality measures. The study found
> > that men with same-sex partners were 2.4 times as
> > likely as their co-twins to have thoughts about
> > death, 4.4 times as likely to want to die, 4.1 times
> > as likely to have suicidal ideation, 6.5 times as
> > likely to have attempted suicide, and 5.1 times as
> > likely to have any of the suicidal symptoms. After
> > adjustment for substance abuse and depressive
> > symptoms (other than suicidality), all of the
> > suicidality measures remained significantly
> > associated with same-gender sexual orientation
> > except for wanting to die.
> > 
> > The second study, �Homosexuality and Mental Illness�
> > by J. Michael Bailey, reported on a New Zealand
> > study which followed 1007 individuals since birth.
> > At the age of 21, the 28 subjects classified as gay,
> > lesbian or bisexuals were significantly more likely
> > to have had mental-health problems than the 979
> > classed as heterosexual. 
> > 
> > The Archives of General Psychiatry also published in
> > its January 2001 issue a study titled, �Same-Sex
> > Sexual Behavior and Psychiatric Disorders: Findings
> > from the Netherlands Mental Health Survey and
> > Incidence Study (NEMESIS)� by Sandfort et al., which
> > found that psychiatric disorders were more prevalent
> > among homosexually active people compared with
> > heterosexually active people. Homosexual men were
> > 2.94 times as likely to have a 12-month prevalence
> > of mood disorder and 2.61 times as likely to have a
> > 12-month prevalence of anxiety disorder than
> > heterosexual men. Homosexual women were 4.05 times
> > as likely to have a 12-month prevalence of substance
> > use disorders than heterosexual women. More
> > homosexual than heterosexual persons had 2 or more
> > disorders during their lifetimes.
> > 
> > It should be noted that Dutch society is a very
> > gay-affirming and gay-friendly society, which may
> > suggest that �society�s oppression� of homosexual
> > people is not necessarily the cause of increased
> > rates of mental illnesses among homosexuals as some
> > people might suggest.
> > 
> === message truncated ===
> 
> 
> =====
> Bacalah artikel tentang Islam di:
> http://www.geocities.com/nizaminz
> 
> 
> 
> __________________________________
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers!
> http://promotions.yahoo.com/new_mail
> 
> 
> 
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
> Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> vote.yahoo.com - Register online to vote today!
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
> Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
> Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>               
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> vote.yahoo.com - Register online to vote today!
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
> Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>  
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
>  
> 
> 

-------------------------------------------------
WebMail fr�n Tele2 http://www.tele2.se
-------------------------------------------------



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke