Bagaimana biar lebih meresap, kita adakan lagi pendidikan P4 (Pendidikan Pengamalan dan Penghayatan Pancasila) di berbagai tempat...:)
--- Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Pak Pabrisal, saya setuju yang anda tulis: > > "saya berharap Pak SBY tidak henti - hentinya > mengumandangkan lagu kebangsaan dan Panca sila kita > selam 5 tahun mendatang, jiak perlu seluruh anggata > kabinetnya disaku baju harus selalu ada lagu > kebangsaan dan pancasila. > dengan demikian alam bawah sadar pemikiran para > pemimpin kita akan terbentuk cinta tanah air dan > rakyatnya dan selalu bertindak sesuai dengan > Pancasila kita, sehingga dapat dipastikan akan > selalu ingat kepada tuhan yang maha esa...." > > Dengan Pancasila didada, negara iniakan exist. 59 > tahun sudah kita berdiri, diterpa badai dari segala > arah. Gelombang komunisme, gelombang fundamentalisme > agama DI/TII-Masyumi .Semua kita atasi. > > Ke Tuhanan yang Mahaesa, sebuah azas diatas segala > keagamaan, azas yang dipilih bapak2 bangsa kita > akanmenyelamatkan bahtera kita. Janganlah kita coba2 > menjadikan negara ini negara agama. Semoga presiden > kita dan presiden2 kita sadar hal ini. > > Kita nyanyikan pula: > > Padamu Negeri aku berjanji > > Padamu Negeri aku mengabdi > > Padamu Negeri, jiwa raga kami... > > Salam perjuangan nasional > > > > RM D Hadinoto > > > > > > Pabrisal <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Pak Mochtar ini kalau saya baca ceritanya sangat > pandai mengambil kesempatan, dimana air sudah mulai > mengalir deras dari arah yang lain, dia langsung > memutar haluan untuk mengikuti aliran tersebut, hati > - hati Pak banyak orang yang tersandung karena hal - > hal yang dianggap sangat sepele. > > untuk kebaikan, mencaci atau menghina yang lain > karena sudah pindah cintanya merupakan hal yang > buruk, dengan demikian saya yakin pembaca millis ini > dapat menilai dengan mudah apa isi otak dari Pak > Mochtar ini, saya yakin bapak tidak akan mendapatkan > kesempatan yang baik pada pemerintahan SBY ini, dan > Bapak pasti akan menghina kembali jika SBY terpuruk. > > Introspeksi internal terhadap diri sendiri adalah > Hal yang paling mendasar perlu dialakukan untuk > seluruh individu yang ada dinegara kita ini, > cintailah negri kita ini dengan tulus, lakukan > perubahan - perubahan yang positif pada setiap > individu, nyanyikan lagu kebangsaan kita setiap saat > dengan hikmat, apalagi jika negri kita ini sedang > dalam kesulitan yang tiada hentinya ini. > > Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku... > disanalah aku berdiri > marilah kita berseru indonesia bersatu > hiduplah tanahku,hiduplah negri, bangsaku, rakyatku > semuanya > bangunhlah jiwanya,bangunlah badannya, untuk > indonesia raya > > saya selalu berdoa, agar kedepan ( pemerintahan baru > ) tidak ada lagi hujatan - hujatan dan cacian - > cacian dari kalangan elit politik lain terhadap > pemerintahan yang baru dan secara konstitusi > terpilih dan dipilih oleh rakyat, berikan kesempatan > agar pemerintahan baru ini dapat konsentrasi penuh > dalam mengemban tugasnya dan pemerintahan baru ini > harus serius dari hati nurani yg terdalam > menjalankan amanat rakyat. > > saya berharap, di istana merdeka kita dimana para > pemimpin bangsa sering berkumpul selalu > dikumandangan lagi kebangsaan kita dan dijadikan > Background suara yang sayup sayup selelu terdengar > tatkala kita berada disana, dan Pancasila negara > kita di pampang besar didalam istana lebih besar > dari sekarang dan selalu dibacakan waktu demi waktu > dan juga di jadikan Backing sound diistana negara > kita, sehingga para pemimpin kan akan selalu > terenyuh jika mereka akan melakukan kesalahan dan > kelalaian terhadap negaranya. > > saya berharap Pak SBY tidak henti - hentinya > mengumandangkan lagu kebangsaan dan Panca sila kita > selam 5 tahun mendatang, jiak perlu seluruh anggata > kabinetnya disaku baju harus selalu ada lagu > kebangsaan dan pancasila. > dengan demikian alam bawah sadar pemikiran para > pemimpin kita akan terbentuk cinta tanah air dan > rakyatnya dan selalu bertindak sesuai dengan > Pancasila kita, sehingga dapat dipastikan akan > selalu ingat kepada tuhan yang maha esa. > > Majulah Negriku, Majulah bangsaku... > sesungguhnya kita pernah jaya diwaktu yang silam > jangan biarkan negri kita tertinggal > jangan biarkan rakyat kita tertinggal > jadilah negri yang sangat luar biasa > jadilah rakyat yang sangat luar biasa > kita pasti bisa, bisa mencapai kesuksesan tersebut. > > > > > wasaalam > > -----Original Message----- > From: Danardono HADINOTO > [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Monday, September 27, 2004 5:41 PM > To: [EMAIL PROTECTED] > Subject: Re: [ppiindia] Mochtar Pabottingi: Kalau > SBY Macam-macam, Saya > Hantam! > > > Memang, mas Satrio, issue central kini adalah > pemberantasan KKN. Bukan saja di Indonesia, negara2 > yang baru bangkit ex Uni Sovyet semua kejangkitan > penyakit KKN, parah sekali. Akibatnya timbul > pembrontakan, tak kunjung habis. > > Juga di Amerika selatan. Pembrontakan jadi gerakan > abadi. Tak ada negara AL yang bebas pembrontakan. > Tetapi pimpinan negara tetap adem ayem berkorupsi > ria. > > Memajukan ekonomi (terutama secara makro) dengan > sekaligus mengembang biakkan KKN tidaklah sulit, ini > terjadi dizaman orba, tetapi in the long run, ini > tak membawa manfaat, bahkan merugikan perkembangan. > > Salam > > RM D Hadinoto > > > > Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > Koran Tempo, 26 September 2004 > Mochtar Pabottingi: > "Kalau SBY Macam-macam, Juga Saya Hantam" > > Hampir pasti, merujuk hasil sementara perhitungan > suara pemilihan presiden, pasangan Susilo Bambang > Yudhoyono-Jusuf Kalla akan tampil menjadi orang > pertama dan kedua di republik ini untuk lima tahun > ke depan. Artinya, tak lama lagi, Indonesia akan > mempunyai pemimpin baru. Tentu tugas mereka tidak > ringan. Banyak soal mesti diselesaikan, termasuk > memenuhi janji-janji yang sudah ditebar. > > Kemenangan pasangan Yudhoyono-Kalla, dalam > pengamatan > pengamat politik dari LIPI Mochtar Pabottingi, > sesuatu yang sangat menarik. "Kita bersyukur rakyat > memilih dengan cerdas," kata Mochtar dalam > sebuah wawancara dengan Mustafa Ismail, Diah Ayu > Candraningrum, dan Edy Can dari Tempo di rumahnya > di Jakarta Timur, Jumat (24/9). Berikut petikannya. > > Bagaimana Anda melihat kemenangan SBY-Kalla? > > > Sangat menarik, menurut saya. Kita bersyukur > rakyat > memilih dengan cerdas. Lalu, karena cerdas > itulah maka yang salah dihukum. PDIP telah dihukum > sebelumnya pada pemilu legislatif. Sedangkan > Megawati dihukum pada pilihan presiden kedua ini, > dan > itu memang pantas dia terima, karena dia tidak > melaksanakan agenda kabinet Gotong-royong. Bukan > hanya > tidak dilaksanakan, bahkan dalam banyak hal > dikhianati. > > Misalnya? > > Misalnya pemberantasan KKN. Malah KKN berlipat > ganda > selama pemerintahan Megawati. Padahal, dulu, > saya mendukung Megawati bertahun-tahun. Saya membela > Megawati sejak 1992 sampai 2001. Itu dengan > risiko karier saya sendiri. > === message truncated === ===== Bacalah artikel tentang Islam di: http://www.geocities.com/nizaminz _______________________________ Do you Yahoo!? Declare Yourself - Register online to vote today! http://vote.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

