http://www.indomedia.com/bpost/092004/29/opini/opini1.htm Rabu, 29 September 2004 02:17
Harapan Dan Kenyataan Kalteng Ke Depan Oleh : Arianto Taniun Unting SP (Utui) Bersamaan dengan pemilihan presiden dan wakil presiden 2004, maka kita sangat berharap adanya perubahan yang benar-benar menjadi kenyataan bagi Bangsa Indonesia, khususnya Propinsi Kalteng. Selama ini, pelayanan terhadap masyarakat di propinsi termuda di Kalimantan ini, masih dirasakan belum optimal. Terutama sekali di empat sektor utama yakni pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan peluang kerja. Namun, dengan terpilihnya presiden dan wakil presiden 2004, sangat diharapkan pembangunan tersebut bisa terwujud sesuai janji yang lontarkan capres dan cawapresnya semasa berkampanye. Salah satu masalah yang sampai saat ini menjadi perhatian serius Pemprop Kalteng, adalah sarana penghubung antara ibukota propinsi menuju ke 13 kabupaten. Seperti trans Kalimantan antara Palangka Raya - Banjarmasin, kondisinya masih belum tercapai optimal, khususnya di kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau. Jalan Palangka Raya - Buntok yang saat ini masih dalam pengerjaan, tentu sangat diharapkan masyarakat. Sebab, selama ini warga yang hendak bepergian ke Palangka Raya lewat jalan darat, terlebih dulu melalui propinsi tetangga, Kalsel. Begitu pula jalan yang menghubungkan Sampit - Pangkalan Bun, hingga saat ini kondisinya belum memadai, padahal keberadaannya sangat diperlukan. Prasarana perhubungan laut dan udara pun tidak kalah pentingnya, sehingga perlu penataan serius. Kenyataan yang ada, Kalteng memiliki tiga pelabuhan laut di tiga kabupaten yakni Pulang Pisau, Sampit dan Kumai. Kalau ketiga pelabuhan ini benar-benar dikelola, dapat dipastikan bisa menjadi salah satu primadona PAD Kalteng. Prasarana perhubungan udara juga perlu peningkatan pelayanan penerbangan baik lokal, regional, nasional bahkan internasional. Sebab sarana seperti ini sangat diperlukan bagi kalangan investor maupun bisnis. Seperti halnya terobosan yang dilakukan Kabupaten Barito Utara, dengan membuka jalur penerbangan Banjarmasin-Muara Teweh sebagai langkah tepat, walaupun jadwal penerbangannya masih terbatas. Apalagi dengan terbentuknya kabupaten baru, khususnya di kawasan Barito, keberadaan bandara sangat diperlukan. Sebab empat kabupaten yang ada, yakni Barito Utara, Murung Raya, Barito Selatan dan Barito Timur, dipastikan sangat membutuhkan penerbangan nasional untuk tujuan Jakarta, Surabaya. Sangat tepat kalau Pemprop Kalteng bisa membangun bandara di Ampah, Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur. Mengingat, letak daerah itu sangat strategis dari segala penjuru. Ditambah dengan mulai berproduksinya tambang batu bara terutama di keempat kabupaten tersebut, belum lagi kabupaten tetangga seperti Pasir (Kaltim), Tabalong, Hulu Sungai Utara, Balangan dan HST (Kalsel). Selain masalah perhubungan, sektor lainnya seperti kesehatan. Saat ini, kondisi RSUD kabupaten se-Kalteng belum memadai, khususnya keberadaan tenaga medis, seperti dokter spesialis dan sarana pendukung lainnya. Padahal Indonesia Sehat 2010 sudah di ambang pintu. Sektor pendidikan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas sumber daya manusia (SDM), perlu mendapat perhatian serius. Walaupun saat ini Kalteng bisa berbangga diri telah memiliki SMU Plus dan Sekolah Kepolisian Negara (SPN). Namun, fakultasa di Universitas Palangka Raya (Unpar) ke depan juga perlu dikembangkan, seperti Fakultas Kedokteran, Pertambangan. Untuk tingkat diploma III, Akademi Keperawatan, kebidanan, gizi juga diusahakan bisa didirikan. Sebab selama ini, dokter di Kalteng sangat terbatas, terutama di RSUD kabupaten dan puskesmas di kecamatan se-Kalteng. Berkaitan dengan keberadaan dokter spesialis, Pemprop Kalteng harus berani membiayai dokter asli putra daerah untuk disekolahkan melalui dana APBD, sehingga setelah selesai sekolah langsung mengabdi ke daerah asalnya. Begitu pula, Kalteng yang kaya bahan galian tentu sangat tepat mendirikan Fakultas Pertambangan, sehingga dalam mengelola pertambangan yang ada bisa memberdayakan putra daerah. Kalteng memiliki banyak bahan galian seperti batu bara, emas, kecubung, biji besi, intan, bahan semen, batu kapur dan lainnya. Tidak hanya itu, dengan majunya pendidikan di Kalteng, kedepannya putra terbaik Kalteng bisa berkarya di tingkat nasional sebagaimana Agustin Teras Narang SH (ketua Komisi II DPR RI), Irjen Pol Drs Engkesman Ilep (Korsahil Mabes Polri), Brigjen Bertholomeus Pijat dan lainnya. Terpenting lagi dan ke depannya, putra Kalteng Agustin Teras Narang SH, Irjen Pol Drs Engkesman Ilep, Brigjen Bertholomeus Pijat, Drs H Asmawi Agani, bisa memimpin salah satu departemen di kabinet presiden terpilih 2004, sehingga memberikan kemajuan dan kemakmuran bagi Kalteng khususnya dan bangsa Indonesia umumnya. Sektor berikutnya adalah tenaga kerja. Peluang kerja bagi generasi muda Kalteng tertumpu pada Pegawai Negeri Sipil (PNS), sementara sektor swasta masih terbatas. Padahal, perusahaan perkayuan di propinsi tetangga Kalsel, Hak Pengusahaan Hutan (HPH)-nya berada di Kalteng. Sudah saatnya Kalteng memiliki peraturan daerah (Perda) bagi pengusaha HPH di Kalteng dan harus melakukan kegiatan produksi dan lainnya juga di Kalteng. Kalau ini bisa dilakukan, sektor swasta dapat membantu membuka lapangan pekerjaan. Jadi yang keluar dari Kalteng bukan lagi bahan mentahnya, akan tetapi berupa kayu masak yang siap dipasarkan ke luar daerah maupun mancanegara. Pengusaha daerah pemilik HPH juga perlu diperhatikan, jangan hanya pengusaha luar yang lebih mendominasi HPH di Kalteng. Kalau pemilik HPH putra daerah bisa diberdayakan, Insyaallah penebangan liar (illegal Logging) akan hilang sedikit demi sedikit. Dari sini pula, banyak hasil yang bisa didapat Kalteng. Tidak hanya penyerapan tenaga kerja, tapi sistem pengiriman menggunakan peti kemas bisa dikelola perusahaan daerah (PD). Selain hasil hutan, hasil perkebunan kelapa sawit yang sudah memproduksi CPO seperti di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur dan Barito Utara, merupakan hal yang perlu mendapatkan perhatian, terutama pengelolaan dan pengapalannya. Akan lebih baik, jika Pemprop Kalteng mampu menarik investor luar menanamkan modal membuat pabrik pengolahan minyak goreng. Tidak lagi mengirimkan CPO, maka suatu hal yang bermanfaat bagi masyarakat Kalteng. Demikian pula dengan hasil perkebunan karet, yang cukup membanggakan. Hampir 70 persen karet yang dikirim ke Kalsel berasal dari Kalteng, terutama dari Barito Timur, Barito Selatan, Barito Utara dan Murung Raya. Bagaiman pun potensi ini tidak dibiarkan begitu saja, namun perlu dicarikan investor yang bisa menanamkan modalnya di empat kabupaten tersebut. Dengan demikian, karet dari empat kabupaten ini, tidak lagi berupa asalan. Akan tetapi bisa menjadi bahan setengah jadi. Lebih penting lagi, empat pemkab tersebut melalui PD bisa melakukan hubungan kerjasama dengan industri ban di Pulau Jawa. Di sektor tambang batu bara yang kini mulai diekploitasi beberapa perusahaan tambang, khususnya di kabupaten Barito Utara, Murung Raya dan Barito Timur, dapat memberikan arti penting bagi daerah berupa PAD. Dari hasil ini pula pemasukan bagi kas daerah dapat diandalkan dan terpenting bagaimana PD tadi bisa memiliki saham sehingga tidak sepenuhnya dimiliki investor, sehingga reklamasi bisa dilakukan dengan baik dan tidak ditinggalkan begitu saja. Begitu pula janji perusahaan tambang terhadap kawasan permukiman penduduk yang terkena dampak kegiatannya, memberikan dana Community Development (CD) betul-betul direalisasi. Juga ganti rugi tanah warga yang digunakan sebagai jalan perusahaan, bisa diselesaikan dengan baik sehingga di kemudian hari tidak dipermasalahkan. Seperti pembuatan jalan perusahaan batu bara dari Kabupaten Murung Raya ke Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur, sekitar 200 kilometer. Dari uraian tersebut, penulis menyimpulkan, apabila keempat sektor itu bisa terealisai maka tidak menutup kemungkinan Kalteng bisa sejajar dengan propinsi lain. Bahkan bisa lebih maju dari propinsi di Kalimantan. Apalagi dengan presiden dan wakil presiden periode 2004-2009 serta gubernur dan wakil gubernur Kalteng periode 2005-2010. Harapan yang selama ini diidamkan masyarakat Kalteng bisa tercapai. Semua itu tentunya diperlukan dukungan seluruh elemen masyarakat Kalteng. Ketua Forum Peduli Pembangunan Ampah (Formapah), tinggal di Banjarmasin ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

