Harian Komentar 29 Sept. 2004 Teroris Jebolan Afganistan Tertangkap di Talaud
Prestasi manis diukir Polda Sulut. Pria bernama Ali asal Tasikmalaya yang ditangkap di Kabupaten Talaud, Juli lalu, diduga kuat seorang teroris jebolan Afganistan yang juga pernah berlatih di kamp teroris Pakistan, Thailand, dan Filipina Selatan. Kini pria dengan nama AS alias Ali sudah ditangani tim Mabes Polri, meski masih berada di Polres Talaud. Dari hasil penyelidikan lanjut Polda Sulut dan Mabes Polri, Ali juga diketahui sebagai tangan kanan Hambali, yang disebut-sebut direktur operasional ja-ringan teroris di Asia. Ali sendiri masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), karena terlibat dalam pe-ristiwa pengeboman di Pangan-daran Jawa Barat. Kini, guna mengungkap kro-nologis peledakan di Pangan-daran tersebut, tim khusus dari Mabes Polri rencananya akan menggiring Ali ke Polda Jawa Barat. Hal ini dibenarkan Di-rektur Reserse dan Kriminal (Direskrim) Polda Sulut, Kom-bes Pol Drs Johnny Hotma Hu-tauruk kepada Komentar, Se-lasa (28/09) kemarin. "Tersangka ini nantinya akan dibon dari Polda Sulut, dan di-bawa ke Jakarta atau ke Polda Jabar untuk mengembangkan penyidikan dalam kasus pele-dakan di Pangandaran," ung-kap Hutauruk. Selain itu, Hu-tauruk menambahkan bahwa memang tersangka Ali meru-pakan jebolan dari kamp tero-ris Al-Qaeda Afganistan, Pakis-tan, dan juga pernah mengi-kuti latihan di Bangkok Thai-lan, dan Filipina. Dijelaskan Hutauruk, bahwa Ali tertangkap di daerah per-batasan Talaud ke Filipina da-lam kasus pemalsuan doku-men, berupa stampel dan surat jalan palsu. "Jadi, dengan menggunakan dokumen palsu itu, mereka bebas melewati border crossing area dan diduga dia akan ke Moro, Fili-pina," ujar Hutauruk. Kasus pemalsuan itu sendiri menu-rutnya sudah diserahkan ke jaksa dalam tahap ke dua. Sementara, Kapolda Sulut Brigjen Pol Drs Lorensius Bam-bang Sutiarso, ketika dikonfir-masi di tempat terpisah tentang kasus teroris ini, membenarkan tentang penangkapan tersebut. Sementara itu, pihak Mabes Polri pekan lalu juga telah me-ngirimkan timnya ke Manado untuk memeriksa seseorang lel-aki misterius yang diamankan karena gerak-geriknya dicurigai terkait jaringan teroris. Kapolresta Manado AKBP Drs Hengkie Kaluara, Selasa (28/09) kemarin kepada koran ini mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih mencari dua teman dari orang tersebut yang masih berada di daerah ini. Menurut Kaluara, kedata-ngan tim dari Mabes Polri ini tak lain untuk meng-cross-check keterangan lelaki itu dengan saksi ahli atau orang yang ahli dalam bidang tersebut. Lebih lanjut menurutnya, se-jauh ini belum ada indikasi lelaki yang semula tak mau bicara itu, terkait jaringan teoris. Diakuinya di satu sisi dari bukti-bukti yang ditemukan berupa kabel dan baterei, serta beberapa bahan yang dapat diduga kuat bisa mengarah pada kegiatan teroris, meski diakui di tangan lelaki mis-terius itu memang belum ada de-tonator dan serabut besi. Untuk itu pihak Jihandak Brimob Su-lut masih melakukan penelitian barang-barang tersebut, apakah memang dapat dirakit menjadi bom atau tidak. "Saat ini kita sedang mencari petunjuk pola perakitan dari benda-benda itu," jelas mantan Kapolres Minahasa itu. Kecuali itu, tambah Kaluara, lelaki yang belakangan mulai buka mulut melalui pendekatan orang yang dipercayainya itu mengaku dirinya tak sendirian di daerah ini. Karena masih ada dua temannya lagi. Diakui Kaluara, saat ini pi-haknya masih mencari dua orang temanya itu yang diduga masih berada di daerah ini. "Ki-ta masih mencari kedua orang tersebut untuk mengetahui apa misi mereka sebenarnya di daerah ini," tegas Kaluara. Diakuinya juga, identitas orang ini saja belum jelas karena selain tak ada tanda pengenal satupun, lelaki tersebut juga selalu memberikan keterangan dengan plin-plan alias jawaban berganti-ganti. Hanya saja ditambahkannya, lelaki yang diamankan di loksi eks Bank Danamon Jalan Sudirman itu, adalah warga pendatang dari daerah Sulawesi dan ada juga warga Malaysia. Diketahui lelaki yang diper-kirakan berumur sekitar 20-an itu diamankan petugas Polres-ta Manado, sekitar dua pekan lalu dengan gerak-gerik men-curigakan. Saat diamankan polisi menemukan sejumlah kabel dan baterei serta bebe-rapa bahan yang diduga pem-buat bom. Namun lelaki miste-rius itu tak mau bicara sama sekali.(oan/gus) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

