Sudahlah, kalo sampai sini, yang bener & pener ya cara GusDur. Saya juga saksi saat itu kok. Dan saya dan ortu dan mbah, ya nyaris jadi korban dibunuh, kalo saat itu tentara gak ke Solo (miris betul!). Kiai sampai Romo dan Pendeta diobok-obok, itu nyata saat itu. Saya saksi juga. Itu di lapangan/daerah. Tapi kita tak boleh dendam. Dan saya juga saksi, bahkan ikut bantu gerak sosial ke para tapol. Tapi kita tahu, salah juga rezim saat itu membabati orang secara ngawur, dan yang Marhaenis pun disikat. Itu sejarah, kenapa saya pun instead of masuk HMI, PMII, PMKRI, GMKI, tetapi GMNI. Sudahlah, bangsa ini perlu TOBAT dari DENDAM dan KETOLOLAN. Jangan sekali-kali memonopoli kebenaran, tetapi BERBUATLAH nyata yang baik dan benar. Janganlagi tokohkan macem-macem, kembali ke spirit MERDEKA Soekarno-Hatta dkk., terjemahkan kontekstual. Relakah anda tidak kaya, bukan terpaksa miskin ? Maukah anda bakti bagi yang lemah dan miskin, bukan omdo disini, kaya "jago kate wanine cedhak omahe" ? Apa bisa anda, sudah LAKUKAN nyata, sini-kini (HIC et NUNC) bagi rakyat ? Kita pilih capres baru atau tidak, kalo mau KRITISI kritisilah! Indonesia sudah parah, masih hendak tengkar pula ??! STOP remehtemeh/sok suci, RANAH-ARAH-LANGKAH ke DEPAN !!! (periksa lagi visi-misi milist ini) Salam MERDEKA !
--- In [EMAIL PROTECTED], RG Nur Rahmat <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Itu dia, kok komplain soal pembantaian 1965 kesini dan menyalahkan Islam, jelas-jelas dulu PKI suka menyetankan Ustad dan Kiai dengan sebutan "Setan Desa". Karena itu jugalah, saya menghubungkannya dengan mentalitas kebanyakan rakyat yang hajar dulu, tanya belakangan. Apalagi kalau pernah dendam karena dikejami PKI. Dan ini diamini oleh wong jowo sendiri Pak Le Harto. Di Indoensia, BBM masih disubsidi. Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Rakyat mah jangan disalahin,kang, mereka adalah korban, tetapi pimpinan masyarakat. Pemerintah juga kan gak bakal ada kalu gak ada dukungan pimpinan masyarakat. Makanya, sekarang kita sadar, jangan mudah di-sodok2. Ideologi anti kapitalis mah udah tua, setua republik kita. Ini mah bukan barang baru sejak 911. Jangan main bakar ahh, bahan bakar kan mahal, sekarang minyak $ 50 se barrel. RG Nur Rahmat wrote: memangnya ini salah kita? kita ini kan punya mentalitas ada teriak maling, kita gebukin rame-rame dulu kalau perlu bakar. Yang berkuasa waktu itu siapa? kok yang disalahkan rakyat? Danardono HADINOTO wrote: Yang membrontak dengan senjata itu kan pasukan pengawal presiden, yang menjemput jendral2. Ada pengadilan yang memutuskan siapa yang salah? kalau DN Aidit salah (karena anti AS kali ya?) ya mbok dibawa kepengadilan, kok main tembak? Kan main tembak kayak di Priok juga gak bener, ya kan? Di Aceh juga. Juga pembantu rumah tangga teman saya dibunuh, si mbok malang ini, karena entah apa. Padahal dia se-hari2 cuma masak didapur, lha wong buta politik, habis buta huruf.. Ayah anda masuk list mereka? Ya, paman saya dua mereka bunuh pada Peristiwa madiun 1948. Juga sawah eyang saya di Madiun, Ngawi dan Ponorogo dijarah. Ini jelas kesalahan mereka. Kekuatan manapun dinegeri ini janganlah mengandalkan kekerasan sesama kita. Musuh yang tertawa. Kalau anggauta CC PKI yang ganas2 itu, ya OK lah bawa kepenjara. Tetapi sampai pak Kasur masuk penjara. Mas Pram dll. yang bener aja. Semua itu suruhan siapa? Adam Malik dapat uang untuk memusnahkan orang2 yang masuk daftar itu dari kedutaan besar negeri mana? PKI dibubarkan, OK. Kaum nasionalis marhaenis juga ikut dibabat? Bayangkan kekuatan bangsa kita kala itu. Kita adalah pemimpin negara2 Asia Afrika dalam semangat Bandung. Akhirnya, mas, siapa yang ketawa? ABRI kita ditakuti oleh Australia dan negara2 tetangga. Sekarang? Jadi bahan tertawaan, apalagi dengan kapal2 perang karatan yang kalau mau tembak akan tenggelam, hasil upaya Habibie yang dipuja (sebagian) umat Islam itu... Mbak Tutut, mas Bambang, mas Beddu Amang, mas Bob Hassan, dll.. rakyat yang mewarisi negeri ini? Meringkuk di penjara, dibuang ke kali Brantas dan bengawan Solo..dibuang ke Buru..atau tinggal dipinggir rel kereta api. Ingatlah kita semua akan kesalahan ini.. Salam RM D Hadinoto A Nizami wrote: Dulu PKI kan yang melakukan pemberontakan bersenjata dan membunuh 7 jenderal. Mungkin itu berita bohong, tapi ayah saya pernah cerita bahwa temannya memasukkan ayah saya dalam daftar hitam yang harus dibunuh. Alhamdulillah sebelum giliran ayah saya datang, PKI sudah hancur duluan. Meski demikian, ayah saya tidak membongkar identitas temannya, sehingga temannya tetap bebas, meski ketakutan kalau bertemu ayah saya. Semoga kelompok kiri sekarang lebih humanis sedikit dalam membuat daftar hitam agar tidak mendapat reaksi balik. Toh tujuan kita sebenarnya sama. --- Danardono HADINOTO wrote: > Janji 1 sampai 4. janji ke empat: > > Keempat : Pemerintah yang berdaulat yang artinya > berani melepaskan diri dari penjajahan Barat, > seperti > penghapusan utang luar negeri, menghentikan program > privatisasi, melindungi industri dalam negeri. > > Lha ini dulu juga dituntut oleh DN Aidit bersama > partainya. Kalau pak DN masih hidup bilang apa ya? > Dia akan bahagia, sebab tuntutannya diteruskan. > > Mengharukan, melihat tuntutan rakyat, Muslim dan > nasional serta PKI satu suara seperti paduan suara > yang utuh. > > Lalu buat apa kalian ditahun 66an bunuh2an? > > > > persatuan gerakan > wrote: > Aksi Rakyat Bersatu Tuntut Pemerintahan Bersih, > Demokratis, dan Kerakyatan > Dipublikasi pada Tuesday, 28 September 2004 oleh > Selasa, 28 September 2004 > > Jakarta - FNPBI, Berbagai elemen gerakan buruh, > mahasiswa, kaum miskin kota dan partai politik yang > tergabung dalam Aksi Rakyat Bersatu mendesak > pemerintah dan wakil rakyat baru, melaksanakan janji > melakukan perubahan. > > Aliansi tersebut terdiri dari, Komite Perjuangan > Rakyat Bersatu yang berisikan sebagian besar serikat > buruh antara lain FNPBI, GSBI, ASPEK, GASPERMINDO, > SP > FKK PT DI, SBTPI. Selain itu ada juga Barisan > Oposisi > Bersatu yang terdiri dari PRD, LS ADI, LMND, BM-PAN. > Komite Antikriminalisasi Pers (KAKaP), Aliansi > Perempuan Tolak RUU TNI, Jakarta Parlemen Watch, > Senjata Kartini (Sekar), dan Gerakan Mahasiswa > Nasional Indonesia (GMNI). > > "Kami ingin menagih apakah dalam 100 hari pertama, > mereka dapat memenuhi janji-janji. Fokus kami ada > empat point", seru juru bicara aksi Aksi Rakyat > Bersatu, Lukman Hakim dalam konferensi pers yang > diadakan di kantor Kontras. > Empat point yang mereka tuntut antara lain : > Pertama : Pemerintahan Bersih dengan indikasi > pengadilan terhadap para koruptor, pembersihan > birokrasi dari koruptor dan pengadilan terhadap > jendral�jendral pelanggar HAM. > Kedua : Pemerintahan yang demokratis dengan indikasi > Pencabutan UU Anti Teroris, UU KKR, Menarik pasukan > organik dari Aceh dan Papua, Menolak RUU TNI, serta > membebaskan semua tapol/napol tanpa syarat. > Ketiga : Pemerintahan dengan konsep ekonomi > kerakyatan > dengan indikasi mencabut UU 13/2003 dan UU 2/2004 > tentang ketenagakerjaan, Mencabut UU Sumber Daya > Air, > Menolak RUU PPILN, RUU Perkebunan, RUU Kesehatan, > Menaikkan anggaran pendidikan pada RAPBN 2005 hingga > pendidikan gratis, dan menyediakan perumahan layak > tanpa penggusuran. > Keempat : Pemerintah yang berdaulat yang artinya > berani melepaskan diri dari penjajahan Barat, > seperti > penghapusan utang luar negeri, menghentikan program > privatisasi, melindungi industri dalam negeri. > > Ditambahkan pula oleh Gigih Guntoro, Sekjen LMND, > Aksi > Rakyat Bersatu ini merupakan konsolidasi dari > berbagai > aliansi gerakan yang telah ada di Jakarta, yang ke > depan diharapkan mampu menawarkan alternatif jalan > keluar bagi rakyat, kerena sangat sulit bagi > pemerintahan SBY dan DPR yang baru untuk menjalankan > agenda perubahan. Misal pemerintah yang bersih, itu > berarti SBY harus berani memeriksa Yusuf Kalla yang > dulu terindikasikan melakukan korupsi di jaman Gus > Dur > termasuk pengadilan terhadap Soeharto dan Partai > Golkar. > > Dan untuk memberikan peringatan terhadap > Pemerintahan > Baru dan DPR baru, Aksi Rakyat Bersatu akan > mengadakan > aksi massa di Gedung DPR/MPR pada tanggal 1 Oktober > bertepatan dengan pelantikan anggota dewan yang baru > yang akan dilanjutkan dengan aksi massa pada tanggal > 20 Oktober di Istana Negara pada saat pelantikan > Presiden Baru. Aksi ini juga dilakukan serentak di > seluruh Indonesia bagi organisasi-organisasi yang > mempunyai jaringan nasional. > ********************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com ********************************************************************** Mohon Perhatian: Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) --- End forwarded message --- ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

