01.10.2004
Belajar dari lebah
(Lebah menjadi obyek penelitian menarik para ahli
Bionik)
Didalam Al Qur`an ada dua surat yang memakai nama
serangga, yait surat An Nahl (Lebah) dan An Naml
(Semut). Sejak berabad-abad, lebah dijadikan contoh
teladan bagi pekerja yang rajin, perilaku hidup
bersama secara rukun dan gotong royong. Selain
peternak lebah, yang meneliti lebah untuk mendapatkan
bibit unggul, agar panen madu makin banyak, juga sejak
lama para ahli biologi dan para pakar bionik meneliti
binatang kecil yang cerdas ini.
Banyak sifat menarik dan kemampuan teknik alami lebah
yang menarik minat para peneliti. Misalnya saja,
bagaimana komunikasi di dalam sarang, bagaimana
mengatur suhu sarang agar tetap nyaman, dan mengapa
sarang lebah terdiri dari rangkaian panel berbentuk
segi enam. Selain itu para peneliti mempertanyakan,
apakah benar lebah adalah pekerja yang rajin?
Jika melihat bagaimana kawanan lebah terbang
bolak-balik, dari sarang hingga ke wilayah dimana
bunga bermekaran, sampai beberapa kilometer dari
sarangnya, untuk mengumpulkan nektar. Jawabannya tentu
saja ya. Tapi penelitian selanjutnya menunjukan,
frekuensi penerbangan lebah pencari makan, ternyata
hanya 30 persen dari kerja hariannya. Apa yang
dilakukan lebah ini, jika mereka tidak mencari
makanan? Apakah mereka bermalas-malasan saja di dalam
sarangnya?
Jika dilihat sepintas, kelihatannya memang begitu.
Lebah yang tidak mencari makan, biasanya berada di
dalam panel segi enamnya, seolah tidak melakukan
apa-apa. Apakah memang lebah-lebah ini
bermalas-malasan di sana, seolah-olah istirahat tidur
siang? Tapi tunggu dulu, jangan tergesa-gesa menuduh.
Penelitian selama beberapa tahun, yang dilakukan Prof.
J�rgen Tautz, peneliti perilaku lebah dari Universitas
W�rzburg di Jerman, menunjukan hasil yang amat
mencengangkan. Penelitian yang dibantu peralatan
canggih, seperti sensor panas, mikrochip yang dapat
ditempelkan ke tubuh lebah, atau penala getaran,
menunjukan bahwa lebah-lebah yang kelihatannya sedang
tidur siang itu, sebetulnya bekerja lebih keras
ketimbang mencari makanan.
Pengatur suhu
Lebah pekerja ini, sebetulnya tidak beristirahat,
melainkan sedang bertugas menjadi mesin pengatur
temperatur di dalam sarang. Sejak lama, para peternak
lebah mengetahui, bahwa di dalam sarang lebah, suhu
udara tetap konstan rata-rata 35 derajat Celsius, baik
di musim dingin maupun di musim panas. Rahasia
temperatur yang konstan itu, ternyata ada pada
lebah-lebah itu sendiri. Lebah yang tidak bekerja
mencari makan, bertugas di dalam sarang, menggerakan
tubuhnya seolah terbang, sehingga terbentuk panas.
Panas tubuh inilah yang berfungsi sebagai regulator
temperatur di dalam sarang.
Kerja menjadi pengatur suhu, ternyata lebih berat dari
tugas mencari makan. Penelitian Prof.Tautz menunjukan,
rata-rata setiap 20 menit sekali, dilakukan pergantian
tugas mengatur suhu sarang. Lebah yang kelelahan,
diganti oleh lebah yang masih segar. Begitu
seterusnya. Juga terdapat hal menarik dari temperatur
sarang lebah ini. Pengukuran secara teliti menunjukan,
ada bagian-bagian sarang yang suhunya jauh lebih
tinggi dibanding suhu rata-rata. Di sebagian lokasi,
bahkan dapat mencapai suhu sampai 43 derajat Celsius.
Bagi manusia, suhu tubuh setinggi itu, sudah berarti
kematian. Rupanya, lokasi-lokasi yang suhunya lebih
tinggi itu adalah mesin penetas telur. Di lokasi ini,
lebah-lebah pengatur suhu, bekerja lebih berat lagi,
karena harus menciptakan panas lebih tinggi.
Tugas memanaskan sarang, sama beratnya dengan
mendinginkan sarang. Jika musim panas dan suhu sarang
terlalu tinggi, lebah pengatur suhu berubah menjadi
semacam mesin pendingin. Bagi lebah, mempertahankan
suhu yang nyaman bagi koloninya, merupakan tugas
sehari-hari, hasil evolusi selama ribuan tahun. Akan
tetapi bagi manusia, terutama ahli Bionik, pola teknik
dalam sarang lebih itu menjadi amat menarik. Misalnya
saja pola semacam itu dapat digunakan di bangunan
modern, baik yang bertingkat tinggi maupun yang
strukturnya rumit, untuk menciptakan suhu yang juga
nyaman. Selain itu, juga diharapkan dapat dicontoh
penggunaan energi yang efisien, seperti di sarang
lebah.
Panel sarana komunikasi
Juga para arsitek dapat menarik pelajaran dari bentuk
sarang lebah, yang terdiri dari panel-panel berbentuk
segi enam. Panelnya terdiri dari dinding yang tipis,
tapi di setiap sudut pertemuan dinding, dibentuk
semacam lapisan penguat. Sebelumnya, tidak ada
insinyur bangunan yang dapat menerangkan, mengapa
lebah dapat membuat struktur bangunan yang sedemikian
ideal. Ternyata bentuk panel segi enam itu, selain
sangat stabil, juga berfungsi sebagai pengatur
temperatur dan komunikasi di dalam sarang.
Panel-panel segi enam, lebih mudah didinginkan atau
dipanaskan oleh masing-masing lebah. Bentuk segi enam
menjadi amat ideal sebagai mesin penetas, atau juga
sebagai gudang penimbun makanan. Madu yang disimpan di
panel segi enam itu, dapat diatur suhunya dan disimpan
sesuai kebutuhan. Yang juga tidak kalah pentingnya,
panel-panel segi enam yang tersusun rapi itu,
berfungsi sebagai jaringan komunikasi antar lebah.
Prof. Tautz secara berkelakar menyebutnya sebagai
jaringan komunikasi sarang lebah. Komunikasi dilakukan
dengan getaran, yang secara efektif diteruskan dari
satu panel ke panel lainnya. Di dalam sarang lebah,
lebah berkomunikasi dengan getaran, bukannya dengan
komunikasi visual.
Sejak ahli biologi Jerman, prof. Dr. Martin Lindauer
beberapa dekade lalu membuat film "tarian lebah", para
peneliti terus meneliti komunikasi lebah ini.
Mula-mula semua peneliti terpesona dengan tarian lebah
ini. Mereka menganggap tarian inilah cara
berkomunikasi utama. Tapi kemudian disadari, lebah di
dalam sarang sebetulnya tidak dapat melihat tarian
lebah pekarja di pintu masuk sarang. Kalau bukan
tariannya, jadi apa yang menjadi cara berkomunikasi
antar lebah?
Getaran bukan tarian
Penelitian yang dilakukan para peneliti biologi di
Perancis, menggunakan kamera berkecepatan tinggi dan
peralatan penala getaran yang disebut laser
Dopler-Vibrometer menunjukan, ternyata efek getaran
merupakan cara berkomunikasi antar lebah. Jika lebah
pekerja menari di depan pintu masuk sarang,
dibangkitkan getaran dengan frekuensi 270 getaran per
menit. Kamera merekam gerakan lebah di dalam sarang.
Mereka ternyata relatif tidak bisa bergerak bebas.
Namun bisa merasakan getaran yang diteruskan oleh
panel-panel sarang berbentuk segi enam. Inilah satu
lagi keunggulan sarang lebah.
Karena itulah, mengapa Tautz menjulukinya sebagi
jaringan komunikasi sarang lebah. Lebah lain yang
tertarik getaran, akan bergerak ke pintu sarang dan
melakukan kontak dengan lebah penari. Sarang lebah
dari kotak kayu buatan peternak lebah, ternyata
mengganggu kelancaran komunikasi dengan getaran ini.
Tetapi lebah juga cerdik. Mereka membobol sarang dari
kayu di berbagai tempat, agar laju getaran masih tetap
dapat disalurkan merata ke seluruh sarang.
Namun penelitian gencar selama ini, belum mampu
memecahkan semua rahasia lebah. Misalnya saja
bagaimana rahasia kemampuan terbang lebah?. Sebab
ditinjau dari ilmu aerodinamika, sebetulnya lebah
tidak mungkin bisa terbang. Atau juga bagaimana lebah
dapat mengatur umurnya? Sebab di musim panas umur
seekor lebah maksimal enam minggu, namun di musim
dingin bisa mencapai 10 bulan. Melihat kecerdasan
kelompok lebah, sejumlah ahli bionik juga mendapat
ide, mengembangkan robot seperti lebah "apisoid",
untuk tugas di luar angkasa. Sekali lagi terbukti,
manusia harus tetap banyak belajar dari alam, misalnya
dari koloni lebah.
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail is new and improved - Check it out!
http://promotions.yahoo.com/new_mail
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/