(1) Apa yang mereka kerjakan di Iraq? (2) Apakah pemerintah Indonesia akan membayar uang tebusan bila diminta? (3) Untuk sandra Inggris telah berangkat dua anggota majelis Islam community dari Inggris untuk berunding dengan para "teroris - pejuang Irak guna sandra tsb dibebaskan. Apakah MUI juga akan mengirim delegasi serupa untuk membebaskan warganegara Indonesia?
Amin > > Fr�n: "rm_danardono" <[EMAIL PROTECTED]> > Datum: 2004/10/01 Fri AM 11:29:59 CEST > Till: [EMAIL PROTECTED] > �mne: [ppiindia] Re: Akar-akar Terorisme > > > BTW teroris, ini ada berita menarik: > > Kompas Jumat, 01 Oktober 2004 > > > 2 Perempuan Indonesia Disandera di Irak > > Doha, Kamis - Dua perempuan warga negara Indonesia, Kamis (30/9), > dilaporkan menjadi korban penyanderaan kelompok bersenjata di Irak. > Menteri Luar > Negeri Hassan Wirajuda membenarkan adanya peristiwa tersebut. Kedua > perempuan > itu dalam rekaman video yang disampaikan kepada stasiun televisi Al- > Jazeera, > Qatar, dengan berbahasa Indonesia mengaku bernama Rosidah binti Anam > dan Rafikan > binti Anim. Belum ada tuntutan menyangkut penyanderaan mereka. > > Menteri Luar Negeri (Menlu) kepada Kompas mengatakan, RI mendesak > siapa > pun pihak yang menculik dua perempuan Indonesia itu segera > membebaskan mereka. > Alasannya, kata Hassan, Indonesia tidak terlibat apa pun dengan pihak > pendudukan > di Irak yang dipimpin Amerika Serikat (AS). Indonesia juga tidak > mengirim > pasukan ke Irak. Bahkan, RI mengutuk invasi AS ke Irak. > > Menurut Hassan, Indonesia akan mencari jalur atau kontak dengan pihak > ketiga, terutama Qatar, yang mungkin memahami dan tahu keberadaan dua > sandera > warga negara Indonesia (WNI) itu. > > Departemen Luar Negeri (Deplu), lanjutnya, juga sudah meminta langsung > kepada semua perwakilan RI di sekitar Teluk untuk mengurus masalah > penyanderaan > itu, seperti Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Qatar, di > Dubai, dan > lainnya di sekitar Teluk. > > Bahkan, kata Hassani, KBRI Qatar langsung mendatangi kantor televisi > Al-Jazeera yang menginformasikan pertama kali tentang penyanderaan > itu. > > Menurut Menlu, KBRI Qatar bahkan diberi kesempatan oleh pihak Al- > Jazeera > untuk mendengarkan kembali dialog antara penculik dan sandera > Indonesia. Pada > rekaman gambar Al-Jazeera itu terlihat dan terdengar dialog dilakukan > dalam > bahasa Indonesia. > > Hal itu diketahui ketika penculik menanyakan, "Nama saudari siapa?" > Lalu > dua wanita yang menjadi sandera itu mengatakan bernama Rosidah binti > Anam dan > Rafikan binti Anim. > > Hassan mengatakan, kedua WNI itu sebelumnya mengaku bekerja di > perusahaan > elektronik di Irak. Namun, tidak tertutup kemungkinan kedua perempuan > itu adalah > pembantu rumah tangga di Irak. > > Hassan mempertanyakan kepentingan penculik menyandera kedua orang > tersebut > karena RI tidak terlibat invasi ke Irak. "Kita berharap telah terjadi > aksi > penculikan yang salah karena kita tidak punya kepentingan dengan > invasi ke > Irak," kata Hassan lagi. > > Dia kembali mengingatkan agar seluruh WNI tidak masuk atau berada di > Irak. > Kepada WNI yang sekarang sudah berada di Irak, Pemerintah RI > mengimbau agar > segera keluar dari negeri itu. "Karena penyanderaan ini menunjukkan > bahwa > situasi keamanan di Irak belum terjamin." > > Bersama warga Lebanon > > Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Deplu Ferry > Adamhar > menambahkan, belum diketahui kapan pastinya kedua WNI itu diculik, > dan dari mana > mereka diculik. Namun, dari video yang dikirimkan ke Al-Jazeera > disebutkan bahwa > kedua WNI itu disandera bersama dua warga Lebanon dan enam warga Irak. > > Ferry menambahkan, seorang staf lokal KBRI di Irak yang kebetulan > sedang > berada di Amman pun segera ditugaskan untuk berangkat ke Irak melalui > jalan > darat. > > Para penyandera menamakan dirinya Tentara Islam di Irak. Kelompok ini > hingga kini masih menyandera dua wartawan Perancis, Christian Chesnot > dan > Georges Malbrunot. > > Sejauh pengamatan Kompas yang mengunjungi Irak Juli lalu, hanya ada > 12 WNI > di Irak yang terdiri dari sembilan mahasiswa, dua mantan pegawai staf > lokal KBRI > Baghdad, dan seorang putra mahasiswa Indonesia yang menikah dengan > wanita Irak. > Memang ada desas-desus di Baghdad bahwa terdapat 40 tenaga kerja > wanita (TKW) > asal Indonesia di Irak, tetapi belum ada konfirmasi tentang kebenaran > berita > tersebut. > > Pihak KBRI Amman, yang selama ini menjadi pintu utama keluar masuk > warga > Indonesia dari dan ke Irak, mengaku tidak mendapat informasi tentang > 40 TKW itu. > "Mereka tidak melapor ke KBRI Amman," ungkap salah seorang pejabat > KBRI Amman. > > Dalam rekaman video itu tampak empat sandera laki-laki sedang > berlutut. Di > belakangnya berjejer beberapa orang bertopeng yang mengacungkan > senjata > otomatisnya ke para sandera. Beberapa saat kemudian bergantian muncul > dua > perempuan berjilbab. > > Menurut Al-Jazeera, para penyandera belum membuat pernyataan atau > tuntutan > apa pun saat ini. > > Menurut kantor Kedutaan Besar Lebanon di Baghdad, pihak Kementerian > Luar > Negeri Lebanon membenarkan ada dua warganya yang disandera di Irak. > Bahkan, > menurut kabar terakhir, salah seorang dari dua warga Lebanon yang > disandera > -bernama Imad Bassila-telah dibebaskan. > > Lebih dari 140 warga asing telah diculik di Irak oleh berbagai > kelompok > bersenjata. Beberapa di antara mereka menyandera dengan alasan untuk > mendapatkan > uang tebusan. Namun, ada beberapa korban disandera dengan alasan > politis. Hingga > kini tercatat 26 warga asing telah dieksekusi. > > Korban anak-anak > > Di Baghdad ledakan bom mobil kembali terjadi. Kali ini sebagian besar > korbannya adalah anak-anak. Menurut catatan Rumah Sakit (RS) Yarmuk, > sedikitnya > 45 warga sipil tewas dan 200 orang luka-luka setelah ledakan bom > mobil terjadi > di sebelah barat Baghdad, Kamis. > > Menurut Direktur Rumah Duka RS Yarmuk Naji Shitshan, dari sekitar 45 > korban tewas, 41 korban di antaranya anak-anak, sementara dua korban > tewas > lainnya laki-laki dan seorang lagi perempuan. > > Ledakan bom mobil itu terjadi ketika puluhan anak-anak tengah > berkumpul > untuk menyaksikan upacara pengguntingan pita, dalam rangka meresmikan > sebuah > instalasi pengolahan air bersih. > > Beberapa jam sebelumnya satu ledakan bom bunuh diri yang terjadi di > suatu > persimpangan padat di Abu Ghraib menewaskan dua personel polisi Irak > dan seorang > tentara AS, serta melukai sekitar 60 orang. Sebuah bom mobil juga > meledak di > dekat konvoi polisi Irak di Tall Afar, sebelah utara Baghdad dan > menewaskan > empat orang serta melukai 16 orang. > > AS obrak-abrik Fallujah > > Pasukan keamanan AS kembali mengobrak-abrik kota Fallujah dengan > menghancurkan rumah-rumah yang diduga menjadi tempat pertemuan dan > persembunyian > kelompok bersenjata yang termasuk jaringan Abu Mussab al-Zarqawi. > Operasi > militer AS ini bertujuan menghabisi jaringan Al-Zarqawi, yang mengaku > bertanggung jawab atas serangkaian ledakan bom dan pembunuhan > beberapa sandera > warga asing. > > Kemarin sandera asal Inggris, Kenneth Bigley (62), kembali memohon > bantuan > untuk segera dibebaskan. Permohonan itu disampaikannya melalui > rekaman video > baru yang ditayangkan Rabu malam. Dalam rekaman video itu tampak > Bigley tengah > berada di balik terali besi dan berpakaian ala tahanan penjara > Guantanamo Bay > berwarna oranye. > > Dengan suara lirih Bigley menuding Perdana Menteri Inggris Tony Blair > tidak sepenuh hati membantu membebaskannya. Sebelumnya Tony Blair > telah > menegaskan tidak akan bernegosiasi dengan kelompok penyandera Bigley. > Lagi pula, > kata Blair, kelompok itu sama sekali tidak berupaya menghubungi > pihaknya. > (AFP/REUTERS/MTH/ RIE/OKI/LUK) > > > > > > --- In [EMAIL PROTECTED], Suhiro <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > UUD45 katanya mengatakan NKRi = bekas hindia belanda > > timtim=hindia portugis bukan hindia belanda > > > > jadi meski menyakitkan, habibie sudah tepat, membuang kerikil di > sepatu. > > > > timtim juga rame karena diketemukan minyak di celah timor to? > > > > > > On Fri, 1 Oct 2004, Danardono HADINOTO wrote: > > > > > Ya, yang berpendapat demikian memang tidak sedikit. saya juga > berdiri dibelakan NKRI yang diproklamasikan dengan darah dan nyawa > itu. Tetapi, saya berpendapat, bahwa in the long run, ketidak mampuan > pimpinan kita, memahami aspirasi bangsa secara keseluruhan, akan > selalu membawa guncangan. Ini terjadi di Amerika Latin, dimana > pembrontakan latent terjadi disana. > > > > > > Negara, pada dasrnya harus dicintai warganya, bukan ditakuti. > > > > > > Salam > > > > > > RM D Hadinoto > > > > > > Sandy Dwiyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > (Maaf kalau judulnya kurang sesuai, karen judul yg > > > sesuai scr nggak sengaja telah terhapus. Saya hanya > > > ingin mengomentari secara singkat pernyataan Mr. RMDH > > > ttg Timtim) > > > > > > > > > Bagi saya lepasnya TimTim hanya satu sebab, yaitu > > > kebodohan Mr. Habibie. Betapapun hebatnya dukungan > > > Internasional thd sesuatu, namun jika kita tetap > > > kukuh, tidak akan pernah terjadi apapun yang namanya, > > > jajak pendapat (tolol) entah apa namanya. Tidak peduli > > > anda berdiri dibelakang siapa, saya akan tetap berdiri > > > di belakang NKRI. Hanya satu cara mempertahankan NKRI, > > > yaitu dengan Senjata dan Tangan Besi. Tidak ada > > > kompromi, tidak ada dialog jika sudah menyangkut > > > dengan Keutuhan Negara. Dialog dengan separatis, > > > berarti menaikkan derajat mereka dari yang tadinya > > > hanya berstatus gerombolan bersenjata menjadi kelompok > > > yang berkekuatan politik. Tidak ada kompromi dengan > > > separatis. Dialog hanya Tipu Muslihat. > > > --- Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > Lho mas, hati nurani saya termaktub dalam kalimat > > > > romo Magnis dibawah ini: > > > > > > > > >>>>Agar kita berhak mengutuk para teroris, kita > > > > sendiri harus menjadi rendah hati dan berhenti > > > > membenci......"<<<<< > > > > > > > > Saya kira, Yassir tak membenci siapa2, dia adalah > > > > politician. Perjanjian Camp David menunjukkan, > > > > kebencian bukanlah suatu hal yang patut diikuti > > > > nurani, namun nalar. > > > > > > > > Saya juga condong untuk tak terlalu mudah memakai > > > > kata "teroris", sebab muatan kata ini sudah > > > > amburadul. Tak ada kriterium hukum yang jelas. Bagi > > > > A, B adalah teroris, bagi B, A adalah teroris. > > > > Mungkin kita lebih baik mencari kata lain. > > > > > > > > Salam > > > > > > > > RM D Hadinoto > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > __________________________________ > > > Do you Yahoo!? > > > Yahoo! Mail is new and improved - Check it out! > > > http://promotions.yahoo.com/new_mail > > > > > > > > > > ********************************************************************** > ***** > > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju > Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > www.ppiindia.shyper.com > > > > ********************************************************************** > ***** > > > > ______________________________________________________________________ > ____ > > > Mohon Perhatian: > > > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > otokritik) > > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan > dikomentari. > > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > > > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > > > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > > > > > > Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT > > > > > > > > > --------------------------------- > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > To visit your group on the web, go to: > > > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ > > > > > > To unsubscribe from this group, send an email to: > > > [EMAIL PROTECTED] > > > > > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of > Service. > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > > > Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB kostenlosem Speicher > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > > > > > ********************************************************************** > ***** > > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju > Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > www.ppiindia.shyper.com > > > > ********************************************************************** > ***** > > > > ______________________________________________________________________ > ____ > > > Mohon Perhatian: > > > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > otokritik) > > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan > dikomentari. > > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > > > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > > > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih > Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > ------------------------------------------------- WebMail fr�n Tele2 http://www.tele2.se ------------------------------------------------- ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

