http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=berita%7C-178%7CX
Senin, 04 Oktober 2004

Memetakan Kembali Kondisi Perempuan di Ranah Konflik 
Jurnalis : Sofia Kartika
Jurnalperempuan.com - Jakarta. Permasalahan konflik di Indonesia belumlah selesai, 
sementara perempuan dan anak adalah kelompok yang rentan terhadap kondisi ini. Tidak 
hanya kondisi sosial ekonomi yang menjadi berantakan, tapi kondisi psikologis, yaitu 
mengalami trauma kekerasan menjadi beban yang ditanggung oleh kelompok perempuan dan 
anak. 

Demikian materi diskusi yang disampaikan dalam �Lokakarya Perempuan di Wilayah 
Konflik� yang diselenggarakan oleh Kalyanamitra di Jakarta (Senin,04/10/04). Lokakarya 
ini menghadirkan para pembicara Tamrin Amal Tamagola, Sosiolog UI, Dewi Nova dari 
Komnas Perempuan dan Mudjiati dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan, dengan 
dimoderatori oleh Otto Samsuddin Ishak dari Imparsial. Lokakarya ini bertujuan untuk 
mencari jawaban mengenai bagaimana kondisi perempuan dan anak di wilayah konflik saat 
ini? Apa saja yang dibutuhkan untuk menguatkan posisi perempuan di daerah konflik, dan 
apa saja yang sudah dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini? Dengan mengetahui 
bagaimana kondisi perempuan diwilayah konflik ini maka melalui Lokakarya ini dapat 
memetakan kembali dan menentukan rencana tindak lanjut terutama bagi penguatan 
perempuan di wilayah konflik. 

Bagi Tamrin, upaya ekonomi dan politik adalah hal penting dalam menguatkan posisi 
perempuan, karena sebenarnya perempuan di wilayah konflik memiliki kekuatan politis 
hanya sebatas pada demonstrasi, jadi belum memiliki gigi politik yang tajam untuk 
berperan dalam kebijakan terutama untuk mengatasi daerah konflik. Sementara itu, Dewi 
Nova dari Komnas Perempuan yang telah melakukan pendampingan di beberapa daerah 
konflik menjelasakan bahwa didalam wilayah konflik banyak sekali permasalahan yang 
terus terjadi seperti eksploitasi seksual dari aparat penjaga keamanan terhdap 
masyarakat sipil, baik pada saat konflik maupun paska konflik. Ekspoitasi ini juga 
didukung oleh lemahnya mekanisme perlindungan hukum untuk korban. Selain itu masalah 
perempuan korban diwilayah konflik juga mengalami trauma yang cukup berkepanjangan. 
Situasi ini lebih buruk untuk wilayah konflik yang juga sekaligus wilayah perbatasan 
seperti Papuan dan NTT, dimana perempuan terus berhadapan dengan aparat keamanan 
penjaga perbatasan. Situasi kekerasan juga mengakibatkan status kesehatan perempuan 
turun dan situasi ini juga memicu pada tingginya kekerasan domestik. 

Dalam konteks itu, Dewi Nova merekomendasikan bahwa harus sesegera mungkin dibuat 
perda perlindungan perempuan korban kekerasan akibat konflik dan sesegara mungkin 
membangun struktur untuk layanan perempuan korban kekerasan akibat konflik ini. Dewi 
juga mengatakan bahwa usaha pemulihan berbasis komunitas menjadi salah satu alternatif 
yang bisa dilakukan. 

Mudjiati dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan mengatakan bahwa dalam usaha pemulihan 
konflik terutama yang memiliki efek bagi perempuan, KPP telah melakukan beberapa hal 
seperti Trauma Center dan memberikan bantuan-bantuan yang menjadi kebutuhan dasar bagi 
perempuan dan anak. Pemerintah beranggapan bahwa selama ini yang menjadi kendala 
adalah koordinasi antar instansi karena masing-masing departemen yang telah memiliki 
kebijakan-kebijakan terhadap daerah konflik. Kendala dana juga dijadikan alasan ketika 
bantuan yang diberikan tidak atau sulit sampai ke tujuan. Otto selaku moderator 
menggaris bawahi bahwa selama ini kasus di daerah konflik di Indonesia menekankan pada 
bantuan kemanusiaan dan mental (psikologis), sementara aspek legal atau layanan hukum 
masih memiliki porsi yang kecil. 





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke