APAKAH MAKNA "TAUBAT ?
Sahabat sekalian, jika jauh di dalam kalbu anda sudah ada kebutuhan
untuk
mencari Allah, ingin tenteram, ingin mengetahui agama lebih baik, atau
gelisah mencari kesejatian, maka sambutlah panggilan untuk bertaubat
itu
dengan senang hati.
Taubat sesungguhnya merupakan perombakan pandangan dan tatanan hidup.
Hanya dengan kemauan hati yang kuat yang bisa membuat dirinya sendiri
ingin bertaubat.
Allah pada prinsipnya telah menumbuhkan keinginan bertaubat di dalam
kalbu
setiap insan.
sebagaimana firman Allah :
"Barangsiapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil
jalan kepada Tuhannya. Dan kamu tidak akan mampu menempuh jalan itu
kecuali
bila menghendaki Allah." (QS. 76:29-30)
Pahami dan hayatilah kalimat "Bila menghendaki Allah" yang tentunya
tidak
bisa datang sekonyong2 tanpa alasan.
Keinginan taubat itu timbul karena "memilih-Nya". Maka dari itu, jika
sekarang dalam hati anda mulai tumbuh kegelisahan makna hidup, atau
keinginan kembali kepada-Nya, mulai timbul keinginan akan ketentraman
bersama-Nya, mulai ingin mencari jalan-jalan yang mendekatkan diri
kita
kepada-Nya, Itu adalah panggilanNya atas keinginan kita, maka
sambutlah
panggilan-Nya itu.
Jika kemudian mulai tumbuh perilaku kita yang 'mencari jejak-Nya',
seperti mencari-cari pengajian yang baik, mencari-cari bahan di
internet,
mulai
mencari-cari buku tentang Tuhan dan agama, maka syukurilah. Ini
berarti
bahwa Dia selalu mengingat anda. Dia selalu memanggil anda untuk
mendekat,
untuk pulang kepada-Nya. Dia selalu menghendaki anda kembali
kepada-Nya.
Oleh karena itu, janganlah kita sia-siakan kesempatan ini. Jangan
abaikan panggilan-Nya ini. Kesempatan kadang tidak datang dua kali. Kita
tidak tahu sampai kapan batas usia kita diijinkan
mencari Allah.
Perhatikanlah, bahwa amat banyak orang mencari pengajian dengan niat
mencari kawan, mencari kelompok, mencari pengakuan orang lain sebagai
'orang pengajian', mencari ketentraman sesaat, meniti karir di partai
politik,
mencari hapalan dan pengetahuan ayat, mencari bahan diskusi, dan
sebagainya. Sangat sedikit, sekali lagi sangat sedikit, orang yang
benar-benar mencari
pemahaman akan hakikat hidup maupun kesejatian (Al-Haqq).
Jika kita tidak mau bertaubat, tidak mengindahkan panggilan-Nya itu,
maka kita termasuk orang yang merugi. Definisi 'merugi', menurut
Al-Qur'an,
adalah tidak mau bertaubat, tidak mau merombak kehidupannya, tidak mau
berevolusi dari yang bathil menjadi yang hak.
Jika panggilan-Nya ini kita abaikan, maka kita akan semakin
berputar-putar saja di dunia ini, dan kalbu kita akan semakin buta dan
kering saja. Oleh karena itu,
akan semakin susah sajalah kita memperoleh petunjuk-Nya, ketika kalbu
kita
menjadi buta.
"Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka
sesungguhnya
baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada
hari kiamat dalam keadaan buta." (QS 20:124)
"Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta adalah
kalbu (quluubun) yang ada di dalam dada." (QS 22:46)
Apakah 'Taubat' ?
Apakah 'taubat' itu? Taubat bukanlah istighfar. Hanya semata
mengucapkan
'astaghfirullah', walaupun seribu kali, bukanlah taubat. Taubat adalah
perombakan tatanan kehidupan yang diawalai perubahan pandangan hidup.
Proses
perubahan dari berpenanggapan negatif terhadap ajaran Allah menjadi
memilih
ajaran Allah sebagai satu2nya tatanan kehidupan kedepan.
Kata 'taubat' berasal dari kata 'taaba', artinya 'kembali', karena pada
dasarnya sejak awal diciptakannya bumi, hanya satu ajaran Allah lah yang
diridhoi.
Taubat adalah
sebuah 'keinginan', kegandrungan, kebutuhan akan Allah, maupun segala
yang
dapat membuat kita lebih mengenal-Nya. Oleh karena itu, landasan
taubat
adalah mencari Allah, mencari kesejatian, mencari hakikat kehidupan
ini.
Orang bisa saja mengucap istighfar ribuan kali sehari, tapi sama
sekali
tidak bertaubat.
Orang bisa zikir ribuan kali, dengan niat supaya cerdas, supaya
sakti,
supaya bisa mengobati, supaya karir bagus, supaya lulus ujian,
macam-macam. Rajin shalat malam, supaya berwajah cerah dan cantik.
Rajin
puasa, supaya
sehat, supaya tidak gemuk. Di mana Allahnya? Mungkin Allah kita
tempatkan
nomor dua atau tiga. Maka dari itu, pertama sekali, kita murnikan niat
kita dahulu. Kita niatkan semuanya hanya untuk kembali kepada-Nya
(taubat),
supaya semakin diberi-Nya petunjuk bagaimana taubat yang benar itu.
Supaya
diajari-Nya hakikat kehidupan ini.
Tidak Bertaubat Jika kita tidak kembali kepada Allah (taubat), maka
termasuk ke dalam
golongan orang-orang yang merugi.
Maka dari itu, jika kita tidak bertaubat, tidak berusaha kembali
kepadaNya, maka kita akan semakin sesat saja.
Jika kita tidak bertaubat, kembali pada Allah, maka sudah barang tentu
akan semakin jauh saja kita dari petunjuk-Nya. Hidup kita pun dengan
sendirinya akan terlempar-lempar dari satu masalah ke masalah yang
lainnya saja, jauh dari petunjuk-Nya.
Bertaubat merevolusikan diri dan berpandangan serta berperilaku kehidupan
kita sesuai dengan Qur'an dan Sunnah
Allah Maha Pengampun pada yang bertaubat sebenar-benarnya taubat. Jika
kita bertaubat, kembali kepada-Nya, maka asma 'Maha Pengampun' akan terasa
ada
implikasinya terhadap kita.
Jika kita hanya istighfar saja, maka belum tentu Allah Maha Pengampun
kepada kita. Tapi jika kita bertaubat, kemudian memperbaiki diri, maka
Allah Maha Pengampun kepada kita. Taubat --harus-- diikuti dengan
memperbaiki
diri, supaya taubat kita diterima oleh-Nya.
Demikianlah yang kita lihat pada ayat-ayat berikut ini:
"Maka barangsiapa bertaubat sesudah melakukan kejahatan dan
memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya, sesungguhnya
Allah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. 5:39)
"Barangsiapa yang berbuat kejahatan diantara kamu karena kejahilan,
kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan,
maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS 6:54)
Jalaluddin Rumi tentang Taubat mengatakan :
Jika engkau belum mempunyai ilmu dan hanya persangkaan, maka milikilah
persangkaan yang baik tentang Tuhan.
Begitulah caranya!
Jika engkau baru mampu merangkak, maka merangkaklah kepadaNya!!
Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk, maka tetaplah
persembahkan doamu yang kering, munafik dan tanpa keyakinan;
karena Tuhan dalam rahmatNya tetap menerima mata uang palsumu.
Jika engkau masih mempunyai seratus keraguan mengenai Tuhan, maka
kurangilah menjadi sembilan puluh sembilan saja.
Begitulah caranya!
Wahai pejalan!
Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji, ayolah datang, dan
datanglah lagi!
"Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya
bagi orang lain" ( H.R. Bukhari )
Wassalam,
Salam hangat,
Leni
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/